Mencuri, Honorer Pemkab Dibekuk

Mencuri, Honorer Pemkab Dibekuk

  Rabu, 6 April 2016 09:35
TSK PENCURI: Supriadi (28), tenaga honorer di Pemkab Kayong Utara (tengah) yang kini harus meringkuk di tahanan Mapolsek Sukadana, lantaran tindak pidana pencurian. DANANG PARSETYO/PONTIANAK POST.

Berita Terkait

SUKADANA – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana membekuk Supriadi (28), tersangka kasus pencurian, Minggu (3/5). Pelaku yang merupakan honorer di Pemkab Kayong Utara tersebut nekat melakukan pencurian lantaran terlilit utang piutang.

Kepala Polsek (Kapolsek) Sukadana AKP Hoerrudin menjelaskan jika penangkapan tersebut berawal dari laporan korban, pemilik Klinik Asri di Jalan Tanah Merah Desa Sutera. Yang bersangkutan, menurut dia, telah kehilangan uang senilai Rp1,7 juta pada 1 April lalu. Berdasarkan laporan yang mereka terima, Kapolsek kemudian menerjunkan anggotanya untuk langsung melakukan penyelidikan, serta meminta keterangan korban. Dari rekaman kamera pengintai (CCTV) yang ada di klinik itu, mereka memperoleh petunjuk kuat untuk meringkus pelaku.

“Berawal dari rekaman CCTV akhirnya dapat mengetahui siapa pelaku pencurian itu. Dan kita kemudian pancing dia untuk datang ke Polsek, dengan alasan mau pinjam kursi. Namun sesampainya di sini, kita langsung tanya, apa yang kamu lakukan sebelumnya di Klinik? Akhirnya dia mengakui telah melakukan pencurian, yang akhirnya pelaku langsung kita tahan,” ucap Kapolsek, Selasa (5/4) di Mapolsek.

Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, akhirnya, Kapolsek menambahkan, tersangka juga mengakui jika pernah melakukan pencurian di tempat yang sama. Yang bersangkutan, menurut dia, menggasak satu unit kamera DLSR serta uang sebanyak Rp7 juta, Desember 2015 silam.

“Saat kita tanya dirinya kenapa mencuri, (jawabannya) karena terlilit utang, dan sebagian uangnya yang lain dia belikan material bangunan seperti seng, semen, kayu, sisanya untuk bayar utang. Sedangkan uang yang dicuri sekarang katanya habis untuk makan sehari-hari oleh pelaku,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan, saat melakukan kejahatannya tersebut, tersangka yang juga pernah bekerja sebagai cleaning service LO Sukadana itu, nekat membobol jendela pada malam hari. Kapolsek menambahkan jika pelaku kemudian masuk dan mengambil uang milik dokter yang ada di klinik itu senilai Rp1,7 juta.

Kapolsek memastikan jika tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan yang berulang atau berlanjut, sebagaimana pasal 363 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. “Saat ini untuk tersangka masih kita dalami dan dalam penanganan Polsek Sukadana. Yang akan mempertanggungjawabkan atas perbuatannya mendekam di penjara,” tutur Kapolsek. (dan)

Berita Terkait