Mencari Solusi dalam Penanganan Anak Autis

Mencari Solusi dalam Penanganan Anak Autis

  Jumat, 1 April 2016 08:27   2,022

TANGGAL 2 April diperingati sebagai Hari Kesadaran Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day). Makna yang lebih dalam dari Hari Kesadaran Autisme Sedunia adalah bagaimana keluarga, masyarakat dan pemerintah untuk sadar, peduli, dan mencari solusi agar kasus anak dengan autis tidak terus meningkat dari tahun ke tahun.  

Hasil survei  menyebutkan bahwa prevalensi anak yang berusia 3 sampai 17 tahun di Amerika yang menderita Autism Spectrum Disorder terjadi peningkatan yang semula pada tahun 2011 sampai 2013  tercatat hanya  sekitar 1,25 % atau 1 berbanding  80, namun pada tahun 2014 meningkat menjadi 2,24% atau (1:45). Ini bearti bahwa dari 45 anak  yang berusia 3 sampai 17 tahun terdapat 1 anak yang menderita autis (Zablotsky, Black, Maenner, Schieve & Blumberg, 2015).

Meskipun belum ada data pasti mengenai berapa jumlah anak yang menderita  autis di Indonesia, bukan bearti  masalah ini tidak perlu solusi. Solusi ini diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah dan hambatan pada keluarga yang memiliki anak dengan autis.

Tidak mudah bagi keluarga untuk menerima, beradaptasi dan menjadi orang tua dari anak yang menderita autis. Namun dibalik itu semua perlu perjuangan, waktu, dan pemahaman orang tua terhadap kondisi anak sehingga hasil akhirnya diharapkan anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik, mandiri dan hidup bersama dengan keluarga untuk menyongsong masa depan.

Setiap anak punya masa depan meskipun mereka punya keterbatasan, dan tugas orang tua adalah membantu anak dalam mewujudkan segala impian menjadi suatu kenyataan. Memang tidak mudah, tapi butuh waktu, jangan sampai anak kehilangan masa depan karena rasa malu orang tua memiliki anak yang mengalami kekurangan serta keterbatasan.

Bagi Keluarga yang memiliki anak dengan autis, ini bukan merupakan akhir dari segalanya, jangan pernah putus asa  meskipun penanganan anak autis memerlukan waktu dan proses yang lama. Bersabarlah meskipun kadang orang tua mengalami frustasi karena melihat pola dan tingkah laku anak yang berbeda dengan anak yang lainnya. Tetaplah optimis mereka punya masa depan, mereka adalah anak yang unik yang membutuhkan penanganan yang tepat, perhatian khusus dari orang tua, keluarga dan orang disekitarnya.

Perhatian saja tentunya tidak cukup tanpa disertai dengan usaha dari orang tua. Usaha untuk mencari berbagai solusi agar anak yang mengalami gangguan autisme dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan mampu untuk mandiri sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencari solusi dalam penanganan anak autis

Mencari informasi dan membuka diri. Keluarga harus mencari berbagai sumber informasi terkait dengan penanganan anak autis.   Informasi tentang autisme sangat penting bagi orang tua, sebagai panduan untuk memahami dan mengenal lebih jauh tentang masalah anak dengan autis serta penanganannya. Sumber informasi tersebut dapat berasal dari buku, artikel, hasil penelitian, seminar  dan berdiskusi dengan sesama orang tua yang anaknya mengalami gangguan autisme. Namun orang tua perlu tahu bahwa setiap anak autis berbeda beda sehingga informasi yang di dapat perlu disesuaikan dengan kondisi anak. Kemudian sangat disarankan bagi orang tua mengikuti komunitas atau perkumpulan orang tua yang anaknya menderita autis di daerahnya masing masing, karena melalui komunitas ini orang tua dapat saling berbagi informasi dan pengalaman dalam menangani anak  autis.

Berkonsultasi dengan tenaga professional. Sering kali kondisi anak yang berbeda dengan anak lainya membuat orang tua panik dan bingung dalam mencari pertolongan. Kadang kala orang tua melakukan hal hal yang kurang masuk akal dalam penanganan anak autis, sehingga anak mendapatkan terapi serta penanganan yang kurang tepat. Hal ini justru akan berdampak pada terlambatnya proses penanganan anak serta mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Orang tua perlu membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter, dokter anak, psikolog, psikiater anak, terapis, dan tenaga kesehatan lainya yang memahami dan mengerti tentang penanganan anak autis sehingga dapat teridentifikasi masalah dan jenis penanganan serta terapi yang tepat pada anak tersebut.

Memanfatkan fasilitas terapi. Saat ini sudah banyak pusat terapi untuk anak yang mengalami masalah autis. Tentunya setiap anak berbeda beda jenis terapi dan intervensi yang diberikan. Orang tua diharapkan berhati hati dan selektif dalam memilih pusat terapi bagi anaknya. Pilihlah tempat terapi yang memang mengerti dan memahami betul tentang penanganan anak dengan autis. Perlu diingat oleh orang tua bahwa penanganan pada anak autis memerlukan proses dan waktu yang cukup lama sehingga tidak sedikit biaya dan waktu yang dikeluarkan. Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan biaya dalam penanganan anak autis saat ini juga tersedia beberapa pusat terapi  milik pemerintah daerah atau kota yang memberikan pelayanan secara gratis sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak berkebutuhan khusus.

Orang tua sebagai terapis. Peran orang tua di rumah sangat penting, orang tua harus belajar sedikit demi sedikit untuk mengerti dan memahami tentang penanganan anak autis, menyediakan waktu bersama dan mendampingi anak bermain, mengawasi perilaku anak, berinteraksi serta berkomunikasi dengan anak. Keberhasilan akan dapat tercapai secara efektif bila ada kerjasama antara orang tua dan terapis dalam penanganan anak.

Akhirnya setiap orang tua yang memiliki anak autis pasti dan ingin anaknya punya masa depan yang baik, mandiri, mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain serta tumbuh dan  berkembang seperti anak anak normal lainya. Tugas orang tua adalah berusaha melakukan yang terbaik untuk anak dengan mencari berbagai solusi penanganan anak dengan autis. Namun jangan sampai kita lupa bahwa Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan kekuatan yang terbesar yang kita miliki untuk kesembuhan anak kita. Amin

*) Penulis Staf Pengajar Bidang Keperawatan Komunitas STIK Muhammadiyah Pontianak

Cau Kim Jiu

Saya adalah staf pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak