Menanti Gebrakan Baru, Percepat Kemajuan Daerah

Menanti Gebrakan Baru, Percepat Kemajuan Daerah

  Rabu, 17 February 2016 08:21
PERSIAPAN: Acara persiapan menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Kantor Gubernur, Selasa (16/2) sore.

Berita Terkait

PONTIANAK – Enam pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada Serentak 2015 Provinsi Kalimantan Barat dilantik hari ini, Rabu (17/2). Mereka adalah  Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ketapang Martin Rantan dan Suprapto, Sekadau Rupinus dan Aloysius, Sintang Jarot Winarno dan Askiman, Melawi Panji dan Dadi Sunarya Usfa Yursa, Kapuas Hulu Abang M Nasir dan Antonius LA Pamero, serta Bengkayang Suryadman Gidot dan Agustinus Naon.

Berbagai tanggapan mengalir dari berbagai pihak termasuk para pengamat dan akademisi di perguruan tinggi. Seperti diutarakan pengamat politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Jumadi. Menurut Jumadi, rakyat kini menunggu komitmen realisasi janji-janji politik mereka ketika kampanye."Masyarakat tentu sudah banyak mendengar lewat penyampaian visi misi dan rencana program. Sekarang tinggal sejauh mana mereka mampu mewujudkannya," katanya kepada Pontianak Post, Selasa (19/2).

Selain mengucapkan selamat, dia berharap seluruh kepala daerah terpilih bisa bekerja secara maksimal. Sehingga harapan-harapan masyarakat seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan pendidikan, kesehatan dan ekonomi mampu direalisasikan.Menurutnya, sudah berakhir segala persaingan atau kompetisi politik. Karena itu pemimpin terpilih harus bisa merangkul semua pihak. Mereka yang dipilih merupakan pilihan rakyat untuk perkembangan daerah yang lebih baik. "Prinsip good governance, tidak menyeleweng dan menyimpang hendaknya ditegakkan," harapnya.

Secara umum Jumadi menilai, pelaksanaan Pilkada 2015 di Kalbar sudah berjalan cukup baik. Menjadi suatu kewajaran jika dalam prosenya ada ketidakpuasan, hingga akhirnya mampu diselesaikan dengan mengedepankan demokrasi dan jalur hukum yang tepat."Di situlah kedewasaan politik diuji, ini menjadi pelajaran dan modal penting untuk menghadapi pemilu 2017 mendatang," ujarnya.

Tentu ini menjadi permulaaan yang baik dalam proses penyelengaraan Pilkada Serentak di Kalbar. Sehingga bisa menjadi referensi politik untuk semua pihak, baik KPU, Bawaslu, Parpol maupun masyarakat dalam mengedepankan demokrasi. "Jangan sampai Pilkada 2017 nanti tidak lebih baik," pungkasnya.Sementara itu, guru besar Fakultas Ekonomi Untan Eddy Suratman mengatakan, mereka yang terpilih adalah orang-orang yang diharapakan bisa mempercepat kemajuan ekonomi di daerah. "Rakyat tentu akan mengikuti pemimpinannya, saya harap mereka bisa cepat bekerja," ucapnya.

Seperti dari sisi anggaran, agar bisa mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di dareah masing-masing. Jangan sampai belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung. Sebab sudah tentu yang dibutuhkan rakyat adalah belanja langsung seperti pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, irigasi dan lain-lain. "Pastikan alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan rakyat," pesannya.

Hal yang kedua, kepala daerah terpilih juga diharapkan mampu memastikan pengelolaan keuangan di daerah bisa berjalan efisien. Dalam penggunaan anggaran tidak ada istilah di luar perencanaan."Jadi harapan saya mereka bisa mewujudkan daerahnya yang belum mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus dapat, yang sudah bisa mempertahankan," katanya.Kemudian yang ketiga, kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas. Tolak ukurnya dengan melihat indeks pembangunan manusia (IPM). Harus ada langkah serius dan luar biasa untuk mempercepat peningkatan IPM di masing-masing daerah.

Terutama fokus pada tiga hal yaitu pendidikan artinya rata-rata usia sekolah wajib meningkat, lalu kesehatan dengan memperbaiki segala fasilitas dan layanan, serta peningkatan rata-rata pendapatan.Terakhir memastikan kasus-kasus korupsi tidak lagi terjadi. Meminimalkan peluang terjadinya penyelewengan karena hal tersebut dapat mengkhianati kepercayaan rakyat. "Ada enam pemimpin daerah yang dilantik artinya hampir setangah wilayah Kalbar di tangan mereka, melihat dari track record masing-masing. Saya pikir dapat memberikan harapan, saya ucapkan selamat untuk semua," tandasnya.

Sementara itu, kabar tak sedap mewarnai pelantikan enam bupati dan wakil bupati terpilih di Kalimantan Barat pada hari ini, Rabu (17/2). Salah satu tim sukses bupati dituding menyebarkan isu bahwa adanya upaya menghambat terbitnya surat keputusan dan batalnya pelantikan.Tudingan ini dimuat dalam akun media sosial seorang pejabat eselon di lingkungan Pemprov Kalbar. Dalam akun medsos itu disebutkan bahwa tim sukses bupati dan wakil bupati terpilih mengisukan batalnya pelantikan dan SK bupati.

Ketika dikonfirmasi terkait isu tersebut, Gubernur Kalbar, Cornelis menyatakan proses pelantikan enam bupati dan wakil bupati di Kalimantan Barat berjalan lancar. Tak ada persoalan apapun. "Itu omongan pejabat tak bertanggungjawab," kata Cornelis.Menurut Cornelis, dirinya langsung bertemu dengan Menteri Dalam Negeri dan Dirjen Otda. Tak ada polemik apapun. Berkenaan belum dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sambas, lanjut Cornelis, dikarenakan masa jabatan bupati kabupaten tersebut belum berakhir. "Tunggu masa jabatan berakhir, baru dilantik," ujarnya.

Cornelis menyatakan, pelantikan bupati tersebut dilaksanakan secara terbuka. Tetapi karena kapasitas ruang pelantikan terbatas, tak semua orang bisa masuk ke sana. "Memang tak bisa masuk semua karena sempit," ungkap Cornelis.Enam bupati dan wakil bupati terpilih yang dilantik hari ini yakni Ketapang, Melawi, Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Bengkayang. (bar/uni)

Berita Terkait