Menanti Duel Sengit Gareth Bale vs Cristiano Ronaldo di Semifinal Euro

Menanti Duel Sengit Gareth Bale vs Cristiano Ronaldo di Semifinal Euro

  Sabtu, 2 July 2016 05:41
FOTO; UEFA

Berita Terkait

WALES melaju ke babak semifinal setelah mengandaskan Belgia dengan skor 3-1 di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Sabtu (2/7) dini hari WIB. Dengan hasil ini, tersaji duel dua bintang Real Madrid, Gareth Bale vs Cristiano Ronaldo, di babak semifinal.

The Dragons -julukan Wales- sekaligus menjadi tim pertama dari Britania Raya yang menembus babak semifinal Euro sejak Inggris melakukannya pada 1996.

Memulai pertandingan Belgia sejatinya menguasai pertandingan. Bahkan, pada menit ketujuh, mereka nyaris membuka gol melalui Fereira-Carrasco.

Sepakan kerasnya sukses diblok dengan baik oleh Wayne Hennessey. Bahkan, bek Neil Taylor harus berusaha keras membuang bola tepat di garis gawang,

Serangan demi serangan The Red Devils akhirnya berbuah manis pada menit ke-13. Ialah Radja Nainggolan yang sukses mencetak gol fantastis dari jarang 30 meter. 1-0 Belgia memimpin.

Gol tersebut, nyatanya membuat permainan Wales terlecut. Beberapa kali Gareth Bale cs membangun Serangan. 

Pada menit ke-26, Wales hampir menyamakan kedudukan lewat Aaron Taylor. Berawal dari aksi Aaron Ramsey yang memberikan umpan tarik, Taylor berhasil melepaskan bola, tetapi Thibaut Courtois masih tangguh di bawah mistar gawang Belgia.

Empat menit berselang Wales akhirnya sukses menyamakan kedudukan tepatnya pada menit ke-30 melalui Ashley Williams. Dia sukses menanduk bola dengan memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi oleh Ramsey.

Usai gol tersebut, permainan kedua tim langsung terbuka. Wales dan Belgia berbalas serangan.

Pada menit ke-40, Belgia nyaris kembali unggul melalui Kevin De Bruyne. Namun, sepakannya masih mentah di kaki bek Wales.

Skor imbang 1-1 menutup paruh pertama. Usai turun minum, kedua tim menaikkan instensitas serangannya.

Babak kedua baru berjalan tiga menit, Romelu Lukaku mendapat peluang emas. Namun, sundulannya masih menyamping di gawang Hennessey.

Asyik menyerang, membuat pertahanan Belgia bolong. Ya, hal ini sukse dimanfaatkan dengan baik oleh Hal Robson-Kanu pada menit ke-55.

Berawal dari pergerakan Ramsey yang kemudian mengirim bola ke tengah, Robson-Kanu sukses menahan bola. Dengan sekali gerak tipu, dia sukses mengelabui Denayer dan Meunier, hingga dengan mudahnya menceploskan bola ke gawang Courtois.

Gol tersebut membangunkan permainan dari Belgia. Pada menit ke-69, Eden Hazard sukses lepas dari penjagaan bek Wales. Namun, lagi-lagi tendangannya belum terarah.

Tiga menit berselang giliran De Bruyne yang mendapat peluang manis. Dewi fortuna tampaknya belum berpihak kepada Belgia lantaran tendangannya masih bisa diselamatkan oleh Hennessey.

Begitu pula pada menit ke-75, berawal dari umpan manis Tobby AlderweireldFellaini menyundul bola tepat di depan gawang Wales, dan bola mengarah ke samping tiang dekat.

Lagi-lagi, Wales mampu memanfaatkan kelengahan bek dari Belgia. Bukan tanpa sebab, mereka malah menjauh lewat gol dari Sam Vokes. Sukses memanfaatkan umpan Chris Gunter, Vokes tanpa ampun menanduk bola ke gawang Courtois.

Hingga peluit panjang ditiupkan, skor 3-1 untuk keunggulan Wales tak berubah. Wales berhasil lolos ke babak semifinal menghadapi Portugal.

Mungkin, tak ada yang menyangka pada gelara Euro 2016 ini, Wales berhasil lolos sampai semifinal. Bukan tanpa alasan, mereka merupakan tim debutan pada Euro.

Tentunya, ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi The Dragons. Apalagi, mereka membuktikan bahwa lebih baik dari saudara sedaratan, Inggris di gelaran kali ini.

 

Pelatih Wales, Chris Coleman, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai sukses membawa negaranya lolos ke semifinal Euro 2016. Menurutnya, ini merupakan contoh bahwa jangan pernah takut bermimpi.

Perjuangan Wales memang luar biasa. Dipandang sebelah mata pada awal turnamen, mereka malah membuktikan melaju hingga semifinal.

"Jangan takut untuk bermimpi, kami contohnya. Empat tahun lalu, saya jauh dari hal ini. Bahkan, membayangkannya saja tak pernah. Jadi, jangan takut untuk gagal," ungkap Chris Coleman dikutip laman resmi UEFA.

Pada laga melawan Belgia, Wales sejatinya tertinggal lebih dahulu lewat gol Radja Nainggolan. Namun, Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes memastikan The Dragons melaju ke empat besar.

"Kami tahu, itu akan sulit. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, kami menikmati setiap persaingan. Ini karena kami punya sesuatu untuk tetap berkompetisi," ujar dia.

"Kami punya pemain seperti Joe Allen, Aaron Ramsey, dan Gareth Bale yang punya pengalaman. Karena itulah, kami memiliki identitas, bahkan jika kami tak punya hasil optimal," sambung dia.

Permainan Wales, lanjut dia, memang terasa meningkat sejak lolos grup. Coleman seperti merasakan sebuah semangat besar dalam ruang ganti.

"Saat itu, kami tahu, kami akan memiliki kesempatan besar. Kami harus membawa penampilan kami ke grade A dan kami melakukannya, sebuah kinerja yang luar biasa," pungkas dia.

Berbagai rekor apik turut mewarnai kecermelangan Gareth Bale cs. Berikut, JawaPos.com mencoba merangkumnya:

- Wales adalah tim debutan pertama di Euro yang mencapai semifinal sejak Swedia pada tahun 1992.

- Wales telah mencetak 8 gol di EURO2016, hanya dua tim Britania Raya yang berhasil meraih lebih di turnamen besar. Terakhir adalah Inggris pada tahun 1966 dan 2004.

- Penampilan semifinal di putaran final Euro sejak tahun 1972:
  Wales = 1 dari 1 kesempatan
  Inggris = 1 dari 8 kesempatan

- Wales negara dengan populasi terkecil yang sukses mencapai semifinal dari Euro, dan kedua terkecil setelah Uruguay 1930-1950 untuk mencapai semifinal di turnamen besar.

- Wales menyamai kinerja terbaik dari tim Britania Raya di Euro (Inggris pada 1968 & 1996)

- Wales mencetak dua gol dari sundulan v Belgia dan tim pertama yang melakukannya di pertandingan Euro 2016

- Ini merupakan semifinal pertama di EURO 2016 yang akan melihat dua pemain termahal dunia (Bale) & (Ronaldo) bertempur.

Wales (3-4-2-1): Hennessey; Chester, A. Williams, Davies; Gunter, Ledley (King 78'), Allen, Taylor; Ramsey (Collins 90'), Bale; Robson-Kanu (Vokes 80').

Belgia (4-2-3-1): Courtois; Meunier, Denayer, Alderweireld, J. Lukaku (Mertens 75'); Witsel, Nainggolan; Carrasco (Fellaini 46'), De Bruyne, Hazard; R. Lukaku (Batshuayi 83').

(ies/JPG)

 

 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait