Menang Tapi Tak Signifikan

Menang Tapi Tak Signifikan

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30
SELEBRASI: Lewis Hamilton (tengah) saat selebrasi bersama pesohor Kirby Bumpus (kedua dari kiri), Gayle King (kedua dari kanan) dan Lindsey Vonn (kanan) Formula One Grand Prix di sirkuit The Americas (23/10) Austin, US. Mark Thompson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Berita Terkait

Rosberg-Hamilton Kini Berjarak 26 Poin

AUSTIN--Skenario bintang Mercedes Lewis Hamilton untuk terus menghidupkan asanya mempertahankan gelar juara dunia Formula 1 berjalan tak sesuai harapan. Meski menang dengan dominasi solid sejak start hingga finis pembalap Inggris tersebut tak berhasil memangkas secara signifikan defisit poinnya dari sang pemimpin klasemen pembalap Nico Rosberg. 

Hamilton hanya mampu mengepras tujuh poin dari keunggulan Rosberg. Dari yang sebelumnya 33 menjadi 26 poin. Itu setelah sang rival juga berhasil finis kedua sesuai dengan skenario aman untuk mempertahankan posisinya sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini. Jika skenario ini terulang di tiga seri berikutnya Rosberg bakal merengkuh gelar juara dunia pertamanya dengan keunggulan lima poin.

Dengan mobil tangguh plus start yang sempurna Hamilton nyaris tak terbendung di setiap lap dalam balapan sepanjang 56 putaran dinihari kemarin (24/10). Balapan di Circuit Of The Americas (COTA) Austin, Texas itu berlangsung tanpa drama besar bagi dua pembalap Mercedes. Karena tak banyak halangan berat yang mereka hadapi sepanjang lomba.

Sebenarnya Hamilton punya peluang mengepras selisih poinnya lebih besar daripada sekadar tujuh angka. Bintang Red Bull-TAG Heuer Daniel Ricciardo cukup lama berada di posisi kedua memisahkan Hamilton dan Rosberg. Posisi tersebut didapatnya saat melakukan start bagus di awal lomba dan mecuri posisi kedua dari Rosberg di Tikungan 1.

Posisi Ricciardo dan Rosberg tak pernah terlalu jauh sepanjang paruh pertama lomba. Hanya strategi pit stop yang bisa menetukan siapa yang lebih baik. Pada lap 20 Hamilton sudah berjarak lima detik di depan Ricciardo di posisi kedua, dan Rosberg di tempat ketiga. Jika posisi itu bertahan sampai akhir Hamilton bisa mempersempit jaraknya di klasemen hingga 12 poin.

Lima lap berikutnya Rosberg sudah berada di jangkauan DRS di belakang Ricciardo. Red Bull kemudan memanggil Ricciardo untuk melakukan pitstop kedua. Membuat posisi Rosberg naik ke urutan kedua. Momen krusial datang saat rekan satu tim Ricciardo, Max Verstappen tiba-tiba masuk pit pada lap 27 saat para mekanik di garasi belum siap. ''Ada apa Max?,'' tanya suara dari pit wall. ''Oh aku pikir kau memintaku pit,'' jawabnya.

Usai lomba Verstappen menjelaskan satu lap sebelum pit stop tersebut pit wall memerintahkannya untuk lebih menggeber mobilnya. Perintah itu diterjemahkannya dengan masuk pit untuk mengganti ban.

Finis runner up Rosberg sudah memilih fokus pada balapan berikutnya di Meksiko akhir pekan ini. Dia menyatakan akan lebih agresif untuk menyerang dan tidak sekedar bermain aman dengan menjaga jarak poin di depan Hamilton. ''Seharusnya kemenangan di Amerika akan sangat hebat. Tapi Lewis melakukan tugasnya dengan baik sepanjang latihan dan kualifikasi. Di Meksiko aku ingin menang,'' tegasnya.

Hamilton merasa kemenangan di Austin adalah hasil perjuangan panjang dan berat sejak jeda musim panas. Kemenangan terakhirnya terjadi di GP Jerman Juli lalu. Setelah itu Rosberg tak terkalahkan selama lima balapan terakhir. ''Rasanya lama sekali bisa sampai merasakan kemenangan ini lagi,'' ungkap pembalap 31 tahun yang merayakan kemenangan ke 50 di ajang F1 itu.

Ditanya apakah dia lebih percaya diri setelah kembali ke podium teratas di Austin, Hamilton menjawab tak yakin. ''Aku masih dibayangi ketakutan tentang daya tahan mesinku,'' ungkapnya. Kekhawatiran itu muncul pasca tragedi mesin jebol di Malaysia. Menurutnya  Rosberg sedikit lebih unggul dalam hal cadangan mesin. ''Mungkin dia (Rosberg) tak punya kekhawatiran itu, tapi aku punya,'' tegasnya.(cak)

Berita Terkait