Mempertegas Aturan

Mempertegas Aturan

  Jumat, 1 April 2016 09:57   1

MESKI  berbagai aturan sudah dikeluarkan oleh pihak kepolisian untuk membuat situasi lalu lintas kondusif khususnya di Kota Pontianak, pada kenyataannya masih saja banyak pengguna jalan yang tidak mengindahkan aturan–aturan tersebut. Berbagai pelanggaran kerap dilakukan oleh masyarakat Kota Pontianak beberapa pelanggaran yang sering dijumpai di lapangan dan dilakukan antara lain tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, tidak menyalakan lampu kendaraan, tidak membawa surat–menyurat berkendaraan, melawan arus, melanggar rambu lalu lintas dan tidak menggunakan spion.

Menurut Undang–Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang secara lengkap memberikan tata cara berkendaraan mulai dari mengenai kewajiban pengendara untuk penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI). Bahkan dalam Undang–Undang tersebut dengan jelas tertera pula sanksi jika pengemudi tidak mengenai helm, maka ia bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000. Namun, dalam praktiknya lagi–lagi peraturan ini sering diabaikan oleh masyarakat terutama remaja.

Lampu lau lintas atau traffic light merupakan sebuah komponen vital pengaturan lalu lintas. Namun ironisnya, pelanggaran terhadap lampu lalu lintas ini justru sering dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, sedang terburu– buru serta tidak melihat lampu sudah berganti warna menjadi alasan pengguna kendaraan yang selalu dilakukan tanpa habisnya.

Meledaknya jumlah urbanisasi setiap tahunnya membuat padatnya pemungkiman Kota Pontianak, sehingga lahan yang kosong dijadikan sebagai area untuk tempat tinggal para urbanisasi yang menetap lama di Kota Pontianak. Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka secara otomatis akan menambah volume kendaraan baik motor maupun mobil. Faktor ini tidak bisa dihindari oleh pemerintah karena penduduk yang melakukan urbanisasi mencari pekerjaan untuk menyambung kehidupan.

Langkah ke depan untuk itu pihak kepolisian harus rutin turun ke jalan raya untuk membuat masyarakat Kota Pontianak harus tertib berlalu lintas serta meminimalisir kecelakaan yang mungkin akan terjadi. Karenanya semakin banyak pengendara yang membawa motor di bawah umur dalam artian cukup umur membawa kendaraan bermotor secara tidak langsung mereka sudah melanggar aturan. Pihak kepolisian harus bertindak tegas dalam melakukan tugas dan kewajiban sebagai aparat yang taat aturan berlalu lintas dan harus memberi contoh kepada masyarakat Kota Pontianak.

Suryansah, Mahasiswa Sumber Daya Akuatik