Mempawah Punya MEE

Mempawah Punya MEE

  Sabtu, 16 April 2016 09:17
TIANG PERTAMA: Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah bersama-sama masyarakat menancapkan tiang pertama pembangunan jalur mangrove di kawasan MEE.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Mempawah Mangrove Conservation (MMC) terus melaksanakan terobosan-terobosan pengembangan kawasan pantai. Salah satunya dengan membangun Mangrove Edu Ecotourism (MEE) di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Jumat (15/4) pagi telah dilakukan penancapan tiang pertama dimulainya pembangunan kawasan wisata berbasis hutan mangrove itu.

Penancapan tiang pertama pembangunan itu oleh Ketua MMC Mempawah, Raja Fajar Azansyah bersama-sama tokoh masyarakat Desa Pasir dan Kelompok Nelayan Samudra. Sebelumnya terlebih dahulu dilaksanakan pembacaan doa selamat dan makan bersama para pengurus MMC dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, telah dilaksanakan penancapan tiang pertama pembangunan MME di Desa Pasir ini. Mudah-mudahan semua tahapan dan proses pembangunannya berjalan lancar sesuai perencanaan,” harap Fajar kepada Pontianak Post.

Pria kelahiran Tanjung Pinang 37 tahun silam itu menerangkan, tahap awal realisasi MEE akan dimulai dengan pembangunan jalur mangrove. Pihaknya berencana akan membangun jalur mangrove sepanjang 250 meter. Jalur itu sendiri akan dibangun disekitar hutan mangrove dikawasan MEE.

“Lebar jalurnya mencapai 120-150 centimeter. Materialnya akan menggunakan tiang kayu dan berlantaikan bambu. Kita sengaja memilih bahan-bahan yang ramah lingkungan,” sebutnya.

Fajar yang juga PNS di BLHPBD Mempawah itu menjelaskan, realisasi MEE itu sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat pesisir yang dananya bersumber dari CSR Bank Indonesia (BI). Ditambah dukungan semua pihak, sehingga pihaknya pun semakin mantap untuk merealisasikan MEE tersebut.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan dari Bupati Mempawah yang telah memberikan izin, termasuk pula dukungan dari Kepala BLHPBD Mempawah. Tanpa dukungan pemerintah daerah, tentu sulit bagi kami untuk merealisasikan MEE ini,” pendapat pria penyandang gelar Sarjana Pariwisata itu.

Kedepan, Bapak dua anak itu senantiasa mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak dalam mewujudkan MEE. Terutama dukungan dari masyarakat dan kelompok nelayan di Desa Pasir dalam merawat dan menjaga kawasan hutan mangrove.

“Untuk dukungan dari pemerintah daerah, kita berharap mendapatkan bantuan sarana prasarana seperti jalan maupun penerangan. Sebab, kami akan mengembangkan MEE dengan konsep pariwisata edukasi yang memiliki keanekaragaman hayati (KEHATI),” pungkas pria bermata sipit itu.(wah)

 

Berita Terkait