Mempawah Kondusif, Pasca Pengusiran Eks Gafatar

Mempawah Kondusif, Pasca Pengusiran Eks Gafatar

  Kamis, 21 January 2016 09:43
Wagito (41) eks Gafatar dari Cilacap menyatakan jeritan hati mereka dan aktivitas di pengungsian. Antrean mendapat barang-barang kebutuhan di posko kesehatan pengungsi di lokasi pengungsian. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pasca amukan massa yang mengusir warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), suasana di Kota Mempawah tampak kondusif. Aktivitas masyarakat pun tampak lancar dan normal. Tidak ada lagi kerumunan atau pergerakan massa seperti sebelumnya di seputar Mempawah.“Pasca kejadian kemarin, Kota Mempawah sudah kondusif. Tidak ada lagi aksi-aksi atau gerakan massa. Semuanya sudah berjalan lancar seperti hari biasanya,” terang Plt Kabag Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Mempawah, Rudi, Rabu (21/1) sore.

Meski suasana kondusif, Rudi mengungkapkan, pada dua titik Tempat Kejadian Perkara (TKP) kamp warga eks Gafatar yang berada di Dusun Moton Asam Desa Antibar dan Desa Pasir masih mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian Polres Mempawah.“Lokasi kamp di dua titik itu masih tetap dijaga polisi. Penjagaan untuk mengamankan aset dan barang milik warga eks Gafatar dari tindakan-tidakan penjarahan atau pencurian,” sebutnya.

Terkait aset, Rudi mengaku pihaknya sedang melakukan inventarisir dan pendataan. Sehingga nantinya akan diketahui jumlah aset milik warga eks Gafatar yang masih tersisa di TKP. Setelah itulah akan memudahkan pemerintah daerah melakukan penanganan lebih lanjut.“Aset warga eks Gafatar ini nanti akan kita kumpulkan pada satu titik agar mudah untuk diinventarsir. Karena sejak awal, kita sepakat dan berjanji untuk menjaga aset tersebut,” tukasnya.

Dilain pihak, Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno menerangkan pihaknya dibantu Brimob Polda Kalbar masih melakukan penjagaan di TKP kamp warga eks Gafatar di dua lokasi Desa Pasir dan Dusun Moton. Penjagaan untuk menjaga keberadaan aset dari pencurian maupun penjarahan.“Untuk kendaraan, TKP kamp Dusun Moton ada dua unit mobil dan 80 sepeda motor. Sedangkan Di Desa Pasir ada satu unit mobil dan 12 unit sepeda motor. Termasuk pula ada enam ekor ternak sapi,” papar Prayitno.

Namun, imbuh dia, dalam aksi ribuan massa yang berujung pada pembakaran kamp warga eks Gafatar di dua lokasi itu terdapat beberapa aset yang tidak dapat diselamatkan. Sedikitnya ada empat unit sepeda motor yang ikut terbakar dalam insiden tersebut.“Masalah penanganan aset ini, kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Karena, tidak selamanya aset ini bisa disimpan di Mapolres Mempawah. Sebab, barang tersebut bukan bukti kejahatan. Makanya kita koordinasikan apakah akan dijual pemiliknya atau bagaimana,” terangnya.(wah)

 

Berita Terkait