Mempawah Hilir Juara Pertama B2SA

Mempawah Hilir Juara Pertama B2SA

  Selasa, 29 March 2016 10:20
JUARA: Wabup Gusti Ramlana melihat menu yang ditampilkan. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Menciptakan menu-menu pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Mempawah menggelar lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya lokal, Senin (28/3). Bertempat di Gedung Kartini, Mempawah, lomba dibuka Wakil Bupati Gusti Ramlana.

Hasilnya, TP PKK Kecamatan Mempawah Hilir sukses tampil sebagai pemenang pertama dalam lomba tersebut. Sedangkan pemenang kedua diraih TP PKK Sungai Pinyuh, posisi ketiga ditempat TP PKK Toho, pemenang berikutnya PKK Segedong, dan Siantan.

“Salah satu cara menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan memperbaiki kualitas konsumsi masyarakat. Konsumsi pangan yang berkualitas dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung gizi lengkap dan berimbang,” kata Gusti Ramlana dalam sambutannya.

Ramlana mengatakan masyarakat yang kurang mampu baik di perdesaan maupun perkotaan mempunyai pola konsumsi yang kurang beragam. Begitu juga nilai gizi tidak berimbang. Hal tersebut selain disebabkan faktor ekonomi juga kurangnya pengetahuan tentang gizi.

“Sehingga meskipun potensi bahan pangan bergizi setempat cukup tersedia dan murah harganya mereka belum mampu memanfaatkan dan mengolah bahan tersebut secara optimal,” ujarnya.

Ramlana mengapresiasi pelaksanaan lomba cipta menu B2SA karena menjadi ajang kreativitas dan inovasi dalam menciptakan menu-menu pangan alternatif. Melalui lomba cipta menu akan dihasilkan menu-menu makanan dan minuman baru yang selain bergizi juga punya cita rasa enak dengan bahan yang mudah didapat. Karena itu dia mengimbau kepada tim penggerak PKK kecamatan agar dalam setiap kegiatan pertemuan seperti rapat, arisan, dan pengajian kaum ibu menyediakan konsumsi yang berasal dari olahan pangan lokal.

“Jadi menu yang dihasilkan dari lomba harus dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari, bukan pada saat lomba saja. Dan bahkan kita harus mengenalkan penganan-penganan berbasis pangan lokal pada warung, kantin sekolah, dan kelompok-kelompok  masyarakat,” pesannya.

Menurut Ramlana, konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal selain dapat mengurangi impor beras dan terigu juga membantu meningkatkan pendapatan petani produksi pangan lokal yang ada di Kabupaten Mempawah.

“Kami berterima kasih kepada Badan Ketahanan Pangan yang bekerja sama dengan TP PKK kabupaten dan kecamatan yang telah melaksanakan lomba cipta menu B2SA. Dengan kerja sama yang baik program pembangunan di Kabupaten Mempawah khususnya di bidang ketahanan pangan akan menjadi lebih maju dan erkembang,” ucapnya.

Ramlana menyebut lomba cipta menu sebagai bukti komitmen semua pihak untuk memotivasi masyarakat agar mengonsumsi makanan sehat dengan gizi berimbang, baik yang berasal dari sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

“Semoga ini memotivasi kita untuk terus berupaya menciptakan generasi

berkualitas karena mengonsumsi makanan B2SA,” tuturnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Mempawah, Ridwan Rusli mengatakan lomba cipta menu B2SA merupakan agenda tahunan pihaknya. Jika di tahun-tahun lalu lomba dilaksanakan sebagai persiapan untuk mengikuti lomba serupa di tingkat provinsi dan nasional, maka kali ini hal tersebut tidak berlaku. Pasalnya Kabupaten Mempawah dikenai larangan mengikuti lagi lomba B2SA tingkat provinsi.

“Kita memang diminta oleh Ketua TP PKK Provinsi agar tidak ikut. Karena kita setiap ikut tetap menjadi juara. Jadi kita naik kelas sebagai Pembina dan pendamping. Piala keberhasilan kita selama ini sudah cukup banyak baik di sekretariat PKK maupun di kantor Badan,” ungkapnya. (wah)

Berita Terkait