Mempawah Disapu Angin Kencang,Rumah Mangrove Roboh

Mempawah Disapu Angin Kencang,Rumah Mangrove Roboh

  Senin, 23 May 2016 09:30
ROBOH: Rumah mangrove milik MMC yang roboh disapu angin kencang. Setelah banjir, giliran angin kencang mengguncang Mempawah. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 

MEMPAWAH- Belum selesai bencana banjir yang menenggelamkan ratusan rumah warga, kali ini Kabupaten Mempawah dilanda cuaca ekstrem. Angin kencang menerjang kawasan pantai Bumi Galaherang, Sabtu (21/5) malam. Akibatnya, rumah mangrove milik Mempawah Mangrove Conservation (MMC) dipinggir pantai Desa Pasir roboh disapu angin.

Angin kencang yang terjadi di pesisir Kabupaten Mempawah malam kemarin, berlangsung sejak pukul 20.00 WIB. Diawali dengan hujan rintik-rintik yang membasahi Kota Mempawah. Tak berselang lama, angin dari arah laut menuju ke daratan berhembus semakin kencang.

Hembusan angin yang semakin kencang diperparah dengan pemadaman aliran listrik. Tak pelak, angin kencang disertai hujan deras dan listrik padam membuat suasana semakin mencekam. Masyarakat pun memilih berdiam diri didalam rumah untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah berlangsung kurang lebih dua jam, cuaca ekstrem tersebut berlalu. Angin kencang yang menerjang pemukiman masyarakat mulai reda. Meski tidak ada bangunan rumah warga yang menjadi korban, namun angin kencang itu merobohkan bangunan rumah mangrove milik MMC yang berada di Pantai Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

 “Ada yang salah dengan bagian tiang rumah mangrove tersebut. Rencananya memang akan dilakukan perbaikan. Namun, sudah lebih dulu roboh disapu angin kencang tadi (kemarin) malam,” tutur Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah, Minggu (22/5) pagi.

Fajar mengatakan, dalam secepat mungkin pihaknya akan membangun kembali rumah mangrove tersebut. Mengingat, keberadaannya sangat penting dan strategis dalam mendukung pembangunan proyek Mangrove Edu Ecotourism (MEE) di Desa Pasir.

“Nanti akan kita bangun lagi dengan pondasi yang lebih kokoh. Mengingat cuaca ekstrem sangat beresiko terhadap rumah mangrove. Mudah-mudahan tidak terulang lagi kejadian serupa,” harapnya.

Tidak hanya merobohkan bangunan rumah mangrove, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Salah satunya terjadi di Dusun Mengkacak, Kelurahah Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir. Sebatang pohon tumbang dan menimpa kabel jaringan telkom diwilayah itu.

“Pohon sukun tumbang mengenai pohon kelapa dan kabel telkom. Kejadian itu tidak menyebabkan kabel putus, hanya tertimpa saja. Pada pagi hari, pohon yang tumbang sudah ditangani oleh petugas,” terang warga setempat, Adi.

Cuaca ekstrem angin kencang yang melanda pesisir Kabupaten Mempawah berlangsung hingga Minggu (22/5) siang. Meski tidak se-ektrem pada Sabtu malam, awan gelap tampak menggumpal diatas langit Kota Mempawah. Tak lama, hujan turun disertai angin kencang.

“Keluarga sangat ketakutan didalam rumah ketika terjadi cuaca ekstrem tadi (kemarin) malam. Angin sangat kencang, pohon-pohon disekitar rumah seperti mau terbang. Bahkan, atap rumah pun seperti mau lepas disapu angin. Kami hanya bisa berdoa kepada Allah SWT agar tidak tertimpa musibah,” lirih Muharman, warga Mempawah.(wah)

Berita Terkait