Mempawah Aman Titik Api

Mempawah Aman Titik Api

  Jumat, 20 Oktober 2017 09:57
PATROLI: Petugas melakukan patroli udara di langit Kota Mempawah. Tak ditemukan adanya titik api. Patroli pun tak terkait dengan kunjungan Presiden ke Mempawah.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BPBD Patroli Udara

MEMPAWAH – Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Mempawah menggelar patroli udara, Kamis (19/10) siang. Menggunakan helikopter, petugas memantau lima kecamatan rawan titik api di Kabupaten Mempawah.

Terbang dari halaman Kantor Bupati Mempawah, patroli diikuti Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Asfahani Arsyad. Kurang lebih 30 menit, petugas memastikan wilayah Kabupaten Mempawah bersih dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Alhamdulillah wilayah Kabupaten Mempawah aman dan tidak ada titik api yang kami temukan dari patroli udara. Semoga wilayah Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat pada umumnya bebas dari titik api,” harap Asfahani beberapa saat setelah mendarat di Halaman Kantor Bupati Mempawah.

Meski aman, Asfahani menyebut pihaknya selalu siaga 24 jam. Status Siaga Darurat yang disematkan di seluruh wilayah Kalimantan Barat sejak 1 Juni dan berakhir pada 31 Oktober mendatang, mungkin saja akan diperpanjang.

“Tergantung situasi daerah,” timpalnya.

Asfahani menyebut, BPBD Kabupaten Mempawah selalu memantau keadaan di lapangan, baik melalui sambungan telekomunikasi ke camat dan kepala desa maupun dengan turun langsung ke lokasi. Ia mengungkapkan, BPBD Mempawah memiliki 12 orang tenaga honor yang selalu bersiaga di kantor. Begitu juga BPBD telah dilengkapi dengan tiga unit kendaraan.

“Tiga unit kendaraan itu kita isi full dengan bahan bakar dan airnya,” ujar dia.

Lebih jauh, Asfahani mengatakan, setiap harinya BPBD menerapkan sistem tiga pembagian waktu (shift) kerja. Satu shift terdiri atas empat orang. Setiap petugas, menurut dia, diwajibkan mengaktifkan alat komunikasi.

“Jadi nomor ponsel harus standby. Begitu ada kejadian, bisa dihubungi. Dan kita juga komunikasi langsung dengan kades terkait potensi bencana,” tuturnya.

Dalam penanganan karhutla, Asfahani berharap adanya dukungan penuh masyarakat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Koordinasi dan kerjasama semua pihak sangat menentukan keberhasilan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan mengani titik api di lingkungan masyarakat.

“Supaya kita sama-sama menjaga daerah ini dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” pendapatnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Suwarno menerangkan, wilayah Kabupaten Mempawah bersih dari kebakaran hutan dan lahan. Ia mengungkapkan tim sudah berkeliling dan memastikan kondisi lapangan berstatus bagus. “Artinya tidak ditemukan adanya titik api. Namun, tim masih akan terus berpatroli mengingat status siaga darurat masih berlaku. Maka, kami melakukan pemantauan udara di wilayah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dilapangan,” katanya.

Suwarno menerangkan pada patroli kali ini tim mengajak pejabat BPBD Mempawah untuk ikut memantau dari atas. Tujuannya agar pejabat setempat mengetahui kondisi wilayahnya secara langsung dari udara. Suwarno memastikan patroli udara yang dilakukan tidak terkait dengan rencana kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Kabupaten Mempawah.

“Tidak ada kaitan dengan presiden. Memang itu sudah merupakan suatu kewajiban kita. Sebelum rencana presiden ke sini kit, sudah menetapkan status siaga dari beberapa bulan yang lalu. Setiap hari patroli,” katanya menepis anggapan sejumlah pihak.

Suwarno pun memastikan sejulah wilayah di Kalbar aman dari titik api. Selain Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya pun terpantau dalam kondisi baik. Suwarno menambahkan, status siaga darurat yang ditetapkan sejak 1 Juni dan berakhir 31 Oktober mendatang mungkin saja diperpanjang.

“Bisa saja kami perpanjang jika terjadi kondisi cuaca radikal. Saat ini sebenarnya belum musim hujan dan juga belum kemarau. Tapi bisa saja tiba-tiba kemarau panjang, maka SK status bisa diperpanjang. Hingga kini kita pakai status siaga darurat Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.(wah)

Berita Terkait