Mempawah Aman Hotspot

Mempawah Aman Hotspot

  Minggu, 25 February 2018 08:30
SISA KEBAKARAN: Salah satu lahan di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, berupa bekas hotspot yang tampak masih menyisakan asap. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Setelah kurang lebih dua pekan berjibaku dengan si jago merah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah memastikan Mempawah aman dari hotspot. Dengan penanganan terpadu melibatkan TNI/Polri, BPBD berhasil memadamkan puluhan titik api di wilayah itu.

“Dari pantauan terakhir di lapangan, sudah tidak ada lagi titik api di wilayah Kabupaten Mempawah. Semua hotspot berhasil kita padamkan bersama-sama TNI/Polri,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Sabtu (24/2) sore di Mempawah.

Didik mengungkapkan, dalam upaya memadamkan titik api tersebut, pihaknya menggunakan peralatan manual. Dengan kerja keras dan dukungan semua elemen terkait, maka upaya mereka untuk melakukan pemadaman membuahkan hasil maksimal.

“Keberhasilan ini berkat kerja sama semua pihak. BPBD, Kodim Mempawah, Polres Mempawah, Koramil, dan Polsek serta elemen masyarakat bahu membahu memadamkan api,” sebut Didik.

Karenanya, Didik mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu BPBD Kabupaten Mempawah dalam melakukan penanggulangan terhadap hotspot di wilayah itu. Menurut Didik, tanpa dukungan dan kerja sama semua pihak, maka sulit melakukan penaggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Inilah bentuk kerjasama yang baik seluruh stakeholders dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Tentunya, kami berharap dukungan dan kerja sama ini dapat terus kita pupuk di masyarakat dalam berbagai hal. Artinya tidak hanya kasus karhutla, melainkan permasalahan lainnya,” harap dia.

Ke depan, Didik mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungannya dari kasus karhutla. Baik, menurut dia, yang disebabkan karena unsur ketidaksengajaan, maupun adanya unsur tersebut dengan dalih membuka lahan dan lainnya.

“Apapun itu alasannya, membakar lahan merupakan tindakan kriminal yang dapat dijerat dengan sanksi pidana. Sebab, tindakan tersebut menimbulkan kerusakan terhadap alam dan mengancam kesehatan manusia,” sebut Didik.

Terkait penindakan kasus karhutla, Didik mengatakan sepenuhnya diserahkan kepada Polres Mempawah selaku pihak yang berwenang melakukan penyelidikan. Dirinya berharap agar kesadaran masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan akan lebih baik di masa mendatang.

“Dalam setiap kesempatan, kami selalu mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan di lingkungannya. Mudah-mudahan tingkat kesadaran masyarakat akan lebih baik dan kasus karhutla di Kabupaten Mempawah dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Sejak awal Februari 2018 lalu, jumlah hotspot di Kabupaten Mempawah sebanyak 35 titik api, yang tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari Kecamatan Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Anjongan, Sadaniang, Mempawah Hilir, dan Sungai Kunyit. Dari 35 hotspot itu, diperkirakan lebih dari 200 hektare lahan hangus terbakar. (wah)

Berita Terkait