Memilih Kredit Modal Usaha

Memilih Kredit Modal Usaha

  Senin, 13 November 2017 09:55

Berita Terkait

Banyak dari pelaku UMKM yang mengeluhkan sisi modal yang terbatas. Bahkan, sebagian dari UMKM tak berani mengambil kredit usaha lantaran takut membayar cicilan dan bunga yang membengkak. Padahal, mulai banyak kredit usaha dengan proses mudah dan beban bunga yang disubsidi pemerintah.

Aristono, Pontianak Post

PEMERINTAH dan Bank Indonesia terus menurunkan suku bunga secara bertahap. Bahkan kini suku bunga tinggal 4,5 persen saja, dari 7,25 persen. Selain itu berbagai program kredit bersubsidi diluncurkan untuk mendongkrak geliat dunia usa ha kategori menengah ke bawah. 

Salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya hanya 0,41 persen perbulan, atau sembilan persen setahun. Program yang diluncurkan sejak awal 2016 ini hanya diberikan untuk pelaku sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), dengan maksimal pinjaman sampai ratusan juta rupiah. Bahkan, untuk plafon Rp25 juta, pemerintah membebaskannya dari agunan atau jaminan. Adapun besaran KUR bervariasi, tergantung jenis KUR dan bank penyalur. 

Di Kalbar empat bank telah ditunjuk menyalurkan KUR, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan BPD Kalbar atau Bank Kalbar. KUR terdiri dari KUR Mikro, KUR Ritel, dan KUR TKI. Sebagai contoh BRI. KUR Mikro BRI adalah Kredit Modal Kerja dan atau Investasi dengan plafon hingga Rp 25 juta perdebitur. Sementara KUR Ritel BRI adalah Kredit Modal Kerja dan atau Investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafon Rp25 juta hingga Rp500 juta perdebitur. 
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan KUR bisa membantu geliat dunia usaha di Pontianak.

 "Apalagi setiap tahun, bank-bank yang menyalurkan KUR di Kalbar mendapat penambahan target penyaluran," ujarnya.

Sementara itu, Michael Jeno Anggota DPR Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan mengatakan, di Kalbar sendiri, kata dia, belum banyak masyarakat mengambil KUR. Padahal syaratnya cukup mudah, asalkan yang bersangkutan memiliki usaha dan layak atau mampu untuk mendapatkan bantuan ini. 

“Hal ini harus dimanfaatkan oleh sektor UMKM di Kalbar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemerintah sudah memberikan peluang, dan bunganya sudah lumayan rendah yang dibandingkan dengan bunga kredit lain, ini jauh sekali. Mari kita tangkap peluang ini,” ungkap legislator asal Kalbar ini. 

Bahkan kalau belum berani mengambil KUR yang plafonnya Rp25 juta ke atas, masyarakat bisa memanfaatkan Kredit Ultra Mikro (KUMi) yang tahun ini dianggarkan Rp1,5 triliun. KUMi diperuntukan bagi pedagang kecil, usaha runahan dan sektor usaha kecil dengan plafon Rp5-10 juta. Selain itu bunganya hanya 2-4 persen. Selain tanpa agunan, syaratnya juga mudah dan tak berbelit. "Kredit UMi memang diperuntukkan untuk usaha mikro yang di paling bawah seperti pedagang pisang goreng, pedagang kue, dan lain-lain yang butuh modal tidak besar,” kata Jeno.

Dia menyebutkan dengan jumlah pinjaman yang kecil, maka para pedagang dapat mencicilnya dengan nominal yang ringan pula. Dia mengatakan penyaluran dana tersebut akan diurus oleh beberapa kementerian yang terkait dengan usaha mikro.

"Pembiayaan kredit UMi ini dari Pusat Investasi Pemerintah sebagai koordinasi pendanaan. Penyaluran dana tersebut melalui PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero),” kata dia. 

Selama ini, ada yang menilai plafon KUR masih terlalu tinggi sehingga  para pedagang kecil tidak berani mengambilnya. “Jadi sekarang tidak ada alasan tak berwirausaha, karena tidak cukup modal," tutupnya. (ars)

Berita Terkait