Membuka Jasa Rias Pengantin

Membuka Jasa Rias Pengantin

  Rabu, 20 January 2016 08:01
PAKAIAN PENGANTIN : Berbagai jenis pakaian pengantin yang dipajang di rumah pengantin Erna Swiss, Jalan Suwignyo. Usaha ini cukup memiliki peluang yang menjanjikan bagi siapa saja yang berminat membuka usaha. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Usaha jasa tata rias pengantin menjadi usaha yang cukup diminati masyarakat. Tak harus menunggu skala besar, usaha ini bisa dimulai dari rumah. Terpenting memiliki kemampuan merias yang baik, serta kreativitas dalam dekorasi pelaminan. Oleh : Marsita Riandini

Terbilang cukup menjanjikan, banyak penata rias pengantin ini bisa bertahan hingga belasan tahun lamanya. Seperti keberadaan rumah tata rias pengantin Erna Swiss, di Jalan Suwignyo, Pontianak.  Belasan tahun terjun ke bisnis ini, membuat usaha ini terus berkembang. Dari yang rumah biasa, hingga menjadi salah satu tempat penyewaan pakaian pengantin yang cukup besar. Beragam jenis pakaian bisa disewa, dari tradisional hingga lebih modern.

Setiap minggunya, order dekorasi pelaminan dan tata rias pengantin pun selalu ada.  Bahkan dalam seminggu bisa sampai empat tempat yang berbeda. “Awalnya tata rias biasa, sedikit-sedikit. Lama-lama berkembang jadinya dari rumah hingga ada toko. Tak hanya pengantin saja, ketika ada HUT kota Pontianak, Pak Jokowi datang serta acara wisuda, tingkat penyewaan pakaian meningkat, bahkan bisa habis,” tutur Ijes, karyawan di Erna Swiss.

Tak sekedar pakaian, keuntungan juga bisa diperoleh dari tata rias wajah pada momen tertentu. “Basic karyawan disini punya kemampuan untuk mendandan, meskipun memang bukan tata rias pengantin. Ada 10 karyawan disini. Kalau sudah musimnya wisuda, mereka bisa mulai dandan dari jam 3 subuh,” paparnya yang mengatakan untuk tata rias wajah, dikenakan biaya 100 hingga 150 ribu. Sementara kisaran harga sewa pakaian juga relatif. Bergantung dari jenis pakaian yang disewa.

Jika ingin menyewakan baju harus siap dengan segala resiko. Terutama ketika penyewa telat mengembalikan, bahkan pernah pula menyusul ke rumah penyewa. “Kita kasih waktu tiga hari untuk pengembalian baju. Tapi kalau telat, kadang tak  tega juga. Sudah dikembalikan saja untung,” paparnya. Sementara penyewa tidak boleh mencuci pakaian yang disewa. Ini menghindari kerusakan pada pakaian. “Kami yang mencucinya, sebab kami tahu teknik pencucian agar pakaian tidak rusak, maklum pakaian pengantin banyak payetnya,” beritahunya.

Konsep dekorasi ruangan juga menjadi salah satu hal penting dalam usaha ini. Apalagi sekarang, banyak orang yang memilih mengadakan pesta pernikahan di gedung. “Kami juga siap menerima konsep dari konsumen. Asalkan mereka siap membayar sesuai harga yang kami tawarkan,” ulas dia yang mengatakan saat ini tren desain pelaminan kaca masih diminati.

Untuk dekorasi, Erna Swiss memiliki karyawan sendiri. “Dekorasinya terpisah, tempat menyimpannya pun beda. Sebab khan tidak mungkin kita satukan tempat menyewa pakaian dengan perlengkapan dekorasi,” ulasnya.  Sering pula, lanjutnya penata rias pengantin menyewa peralatan dekor mereka. “Ada juga yang hanya mengambil jasa tata riasnya saja, dekornya ke kita,” tambahnya yang mengatakan sebagai tanda setuju, konsumen dikenakan DP sesuai kesepakatan.

Dalam menetapkan harga, ada banyak pertimbangan. Mulai dari lokasinya dimana, apakah di dalam atau di luar kota. Konsep acaranya seperti apa, di rumah, di halaman atau di gedung. “Usaha ini juga membutuhkan kejelian, tren apa yang lagi disenangi. Selain itu pandai-pandai menyikapi persaingan, terutama persaingan harga,” pungkasnya.  **

Berita Terkait