Membuat Presentasi Apik

Membuat Presentasi Apik

  Senin, 26 Oktober 2015 14:03

Presentasi tak hanya menuntut kemampuan menyampaikannya dengan bahasa yang lugas dan nyaman saja. Tetapi juga bagaimana menyajikan bahan-bahan pendukung agar presentasi berjalan lancar. Tak heran bila kemudian banyak orang yang terpaksa harus lembur hingga lewat tengah malam karena menyiapkan suatu presentasi.

Oleh : Marsita Riandini                                                                    

Saat ini presentasi merupakan salah satu media komunikasi yang dianggap efektif. Banyak bidang yang menggunakan presentasi sebagai sarana komunikasi, mulai dari sekolahan, perguruan tinggi hingga pemerintah dan bisnis. Ada banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum presentasi. Semakin majunya teknologi, cara seseorang presentasi pun juga mengikuti perkembangan zaman. Seperti yang dilakukan oleh Rudi Hartono (25 th). Pria yang kerap memberikan motivasi kesehatan remaja ini mengaku lebih nyaman menggunakan media slide saat presentasi dihadapan banyak remaja.

Rudi menjelaskan, ketika materi presentasi yang disampaikan sudah baik, tetapi cara mempresentasikannya membosankan, para peserta akan mencari kesibukan lain. Hal utama yang dicarinya adalah benda terdekat yaitu gadget. “Tantangan sekarang ini saat presentasi terutama pada remaja itu bagaimana bisa mengalihkan mereka dari gadgetnya. Sebab khan fokus mereka itu hanya 15 menit pertama. Sisanya bila kita tidak pandai-pandai mereka akan sibuk sendiri, main HP. Apalagi sekarang HP sudah canggih, banyak permainan yang bagus,” ucap pria yang aktif di Asmara Khatulistiwa ini.

Agar presentasinya berjalan lancar, dalam membuat slide presentasi pun kata dia tidak bisa asal. Harus ada trik tersendiri bagaimana perhatian peserta tetap pada si pembicara. “Hal utama itu mencari ide yang sesuai dengan kegiatan. Baru kemudian mengumpulkan gambar dan video pendukung. Misalnya mau bahas Kota Pontianak, maka bisa menggunakan Tugu Khatulistiwa. Tapi bagaimana gambar Tugu Khatulistiwa itu ditampilkan lebih menarik. Disinilah dituntut kreatifitas kita,”beber dia.

Rudi juga meminimalisir teks dalam slide presentasinya. Menurut dia, terlalu banyak teks membuat presentasi terkesan monoton dan tidak menarik. “Saya selalu menggunakan video dan gambar. Kalau teks itu paling 15 persen saja. Meskipun karakter orang beragam, ada yang senang visual, audio, dan audio visual, tetapi tetap saja visual akan lebih menarik,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersulit itu bagaimana mensinkronisasikan antara materi dengan gambar dan video yang ditampilkan. Maka perlu melatih kemampuan dalam membuat slide. Semakin sering membuatnya, maka akan semakin paham. “Jika memiliki kemampuan desain juga bisa diterapkan dalam membuat slide presentasi. Biasanya slide dari satu orang ke orang lain itu beda, sesuai dengan minat dan hobi orang tersebut. Kalau penulis, biasanya gambarnya lebih kepada pulpen, buku. Kalau saya karena lebih suka yang full color, jadi lebih banyak mengolah gambar dengan WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait) agar lebih menarik dan jarang menggunakan power point lagi tetapi prezy,” katanya.
 
Desain slide dalam power point memang membantu dalam presentasi. Meskipun tidak semua orang dengan membuatya. Seperti yang dirasakan oleh Lisa Natalia (32 th). Sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta ini membuat dia harus bisa mempresentasikan hasil pekerjaannya. “Kebetulan pekerjaan  mengharuskan saya untuk presentasi di depan boss maupun klien. Ini yang gampang-gampang susah juga. Soalnya khan presentasi itu bukan sekedar bicara tetapi bagaimana mana membuat orang paham apa yang disampaikan,” bebernya.
Menyiapkan presentasi, dirinya kadang harus lembur. Meksipun kadang meminta bantuan teman. “Kadang saya harus lembur sampai tengah malam. Soalnya khan membuat slide itu tidak bisa asal ambil lalu masukkan. Kita harus memikirkan desainnya juga seperti apa.Apalagi kalau waktunya mepet,” terangnya.
Berbeda halnya dengan Nur Hayati (24 th). Mahasiswi yang sedang menyelesaikan strata satunya ini mengaku tidak kesulitan dalam membuat slide yang menarik. “Saya termasuk yang senang membuat slide. Saya biasanya cari-cari contoh dan belajar dengan teman. Tak sulit kok membuatnya,” ucapnya.  Menurut dia, menarik atau tidaknya slide itu harus didukung dengan gambar-gambar yang menarik. “Kalau cuma teks singkat saja, itu kurang menarik. Biasanya kalau ada tugas kampus, saya suka pakai video. Emang sih buatnya lama dan ribet, tapi hasilnya jadi memuaskan. Kita tambah PD buat presentasi,” pungkas warga Purnama ini.**