Membangun Industri Daerah

Membangun Industri Daerah

  Jumat, 11 Agustus 2017 10:33   190

Oleh: Saleh Alhinduan

INDUSTRI  dalam istilah umum mencakup bidang dan sektor yang luas. Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar kata seperti industri perbankan, industri asuransi, industri pariwisata, industri kelapa sawit, industri kayu, industri perikanan, industri manufaktur, industri tambang, industri pertahanan dan banyak lagi yang lainnya. Apabila dikelompokkan dalam ruang lingkup yang lebih spesifik, industri dapat dikategorikan dalam beberapa kelompok besar, yaitu industri jasa, industri pertanian(agroindustry) dan industri manufaktur.

Industri jasa adalah sektor atau bidang usaha yang tidak berkaitan dengan proses produksi atau rekayasa produk dari suatu bahan baku dalam bentuk fisik. Sebaliknya industri agro dan industri manufaktur adalah kegiatan proses produksi yang mengolah produk berasal dari bahan baku, baik metal/logam maupun produk hasil tanaman (pertanian atau hasil hutan) menjadi barang jadi. Dengan kata lain, industri adalah kegiatan proses produksi yang menghasilkan nilai tambah dari bahan baku atau bahan mentah menjadi produk yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan manusia dan industri atau dijual secara komersial.

Industri sangat dibutuhkan untuk kemajuan suatu masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan industri dapat dihasilkan beraneka produk yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melayani kepentingan manusia. Tanpa industri masyarakat atau negara tidak akan mendapatkan manfaat ekonomi dari sumber daya alam yang dimiliki. Industri merupakan suatu kebutuhan untuk meningkatkan harkat masyarakat dan ekonomi bangsa. Kita juga mengetahui adanya revolusi industri di Inggris pada paroh kedua abad ke-18 hingga awal abad ke-19 dengan berbagai temuan (invention) yang menjadi awal kebangkitan kemampuan manusia menggunakan mesin seperti tenaga uap (steam power) untuk kebutuhan sarana tranportasi dan pengembangan alat-alat permesinan (machine tools). Kemudian ditemukan kereta api di Eropa dan Amerika Serikat yang mengangkut produk tambang baru bara untuk menghasilkan tenaga listrik. Perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat membawa dunia di era globalisasi mencapai revolusi industri keempat dengan adanya teknologi ditigal dan internet yang membuat dunia terkoneksi secara global dalam waktu yang bersamaan (real time).

Dalam konteks masa kini dan daerah, kita dapat bertanya, apakah daerah memiliki industri, seberapa jauh kemajuan industri yang sudah dicapai? Industri apa yang perlu dibangun dan dikembangkan untuk kemajuan daerah? Pihak-pihak mana saja yang berperan dalam memajukan industri?

Pada waktu lalu, sebagai daerah yang memiliki kawasan hutan, Kalbar dikenal sebagai penghasil kayu dan berkembang industri perkayuan dengan banyaknya perusahaan penggergajian kayu (sawmill). Industri kayu menjadi kebanggaan dan sumber pendapatan daerah. Namun, seiring dengan berkurangnya kawasan hutan yang dapat diproduksi, kejayaan industri kayu mengalami kemunduran dan banyak pula perusahaan yang harus ditutup. Pasca industri kayu, kemudian berkembang industri kelapa sawit yang masih eksis hingga saat ini. Selain itu terdapat pula produk hasil bumi berupa karet. Akan tetapi sayangnya produk karet alam yang dimiliki belum dapat dikembangkan menjadi industri yang menghasilkan berbagai jenis produk turunan dari bahan baku karet.

Praktis tampak, industri yang masih bertumbuh dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah adalah industri kelapa sawit dengan banyaknya perkebunan kelapa sawit. Akan tetapi industri turunan dari minyak sawit sejauh ini belum cukup berkembang menjadi industri masal yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku usaha. Untuk kemajuan daerah, industri akan maju dan kuat apabila didukung dengan melibatkan masyarakat secara luas. Dengan tersedianya bahan baku dalam jumlah besar dan mudah diperoleh, selayaknya industri turunan (cluster) dapat berkembang.

Statistik industri pengolahan (manufacturing), secara umum menunjukkan pertumbuhan sektor ini tahun 2016 mencapai 4,45%, meningkat dari tahun 2015 sebesar 3,47%. Rata-rata pertumbuhan berkisar di bawah 5%. Berbeda cukup besar dengan pertumbuhan sektor pertambangan yang mencapai 21,56%. Kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB tahun 2016 sebesar 16,10%, meningkat dari tahun 2015 dengan angka 15,80%.

Sebagai daerah penghasil produk primer kelapa sawit dan karet, setidaknya dan selayaknya kedua produk tersebut dapat dikembangkan menjadi industri utama daerah, disamping industri kecil dan menengah yang lain seperti elektronika, logam ringan atau suku cadang. Untuk kemajuan masyarakat dan perekonomian, industri tidak selalu harus dengan membangun industri manufaktur skala besar seperti otomotif, petro kimia, baja atau sejenisnya. Industri berbasis agro dengan berbagai turunan juga dapat membawa manfaat dan keuntungan ekonomi bagi daerah serta masyarakat. Jika terus berkembang dengan baik, akan dapat menjadi industri menengah (middle industry) yang maju dan kuat.

Berbeda dengan industri perbankan dan keuangan yang dikelola dan dimiliki korporasi besar, industri berbasis bahan baku akan dapat menjangkau lapisan masyarakat sebagai pelaku bisnis dan pemilik industri. Untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan industri, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan tinggi, sekolah teknik dan industri kejuruan, serta pusat pelatihan industri. Pengenalan, pengembangan minat dan ketertarikan pada industri perlu dibangun dengan melibatkan masyarakat. Industri perlu dikembangkan baik pada skala kecil maupun menengah dan tinggi/canggih sesuai dengan tingkat kemampuan dan penguasaan teknologi. Dengan populasi sebanyak lebih dari 4,5 juta jiwa, pembangunan industri dan industrialisasi dengan sendirinya suatu keharusan.

Dalam kerangka yang lebih besar, daerah perlu memiliki dan mendorong kebijakan industri yang lebih kuat, sehingga industri dapat menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan masyarakat. Kemajuan industri akan memberikan dampak yang besar dan luas bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Tanpa industri, daerah tidak akan dapat melakukan lompatan kemajuan dan tidak akan memiliki daya saing yang membanggakan dibandingkan daerah lain. Inilah urgensi membangun industri untuk kemajuan daerah.

*) Penulis tinggal di Jakarta