Membaca itu Jendela Dunia

Membaca itu Jendela Dunia

  Sabtu, 11 November 2017 10:00
SINERGI : Finalis berfoto bersama Peneliti dari Balai Bahasa Provinsi Kalbar dan Duta Bahasa Kalbar sebagai bentuk sinergisitas membangun budaya literasi.Ist

Berita Terkait

PONTIANAK - Membaca tak bisa dilepaskan dari berbahasa. Finalis Duta Baca 2017 berkunjung ke Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/11). Kedatangan Duta Baca 2017 disambut oleh Duta Bahasa Kalbar. Sharing dunia baca dan tulis pun dilakukan oleh kedua kelompok anak muda ini.

Finalis juga mendapatkan berbagai ilmu dari tiga orang peneliti Balai Bahasa Provinsi Kalbar, tentang menularkan semangat membaca dan menulis. “Membaca dan bahasa itu satu keterkaitan yang tidak akan dipisah. Membaca itu jendela dunia, bahasa itu kuncinya. Tidak tahu kuncinya, bagaimana membuka jendelanya,” ujar Syarifah Lubna, Peneliti Balai Bahasa.

Dikatakan dia, membangun minat baca harus saling bersinergi satu sama lain. Dia menilai, minat baca generasi muda dari hari ke hari semakin meningkat. Ini dibuktikan, saat dia dan peneliti lainnya berkunjung ke daerah. “Kita khan banyak bengkel, penyuluhan, dan sebagainya. Semakin ke tahun semakin meningkat,” kata Pembina Ikatan Duta Bahasa Kalbar ini.

Sebagai penggerak, lanjut dia semakin banyak tertular kepada yang lain. Sedangkan untuk inovasi, setiap orang kata dia punya ciri khas dan cara yang berbeda-beda dalam merangkul orang lain. "Kalau saya mungkin awalnya saja yang susah, tapi kalau sudah melangkah, pasti ada cara,” paparnya.

Sore harinya, kunjungan ke Pontianak Post, Jalan Gajah Mada. Finalis disambut oleh Pemimpin Redaksi, Heriyanto. Diskusi sejarah berdirinya Pontianak Post,  pengelolaan dan penerbitan koran berlangsung di ruang redaksi, lantai 5. Finalis pun mengungkapkan rasa ingin tahunya, dengan melempar sejumlah pertanyaan. Mulai dari kepenulisan, pencetakan, hingga pemasaran koran.

Finalis juga diajak untuk menulis di kolom Opini Pontianak Post. Tak hanya opini, ada juga kolom Apresiasi yang terbit setiap hari Minggu. Disitu dimuat karya tulis, seperti cerpen, dan puisi.

Dia berpesan agar finalis tidak hanya terpaku untuk membaca buku. Membaca sangatlah luas, baik secara tekstual maupun kontekstual. Menggali informasi bisa di dapat dari koran, majalah, dan bahan bacaan lainnya. “Jangan lupa untuk membaca karya-karya penulis lokal,” pesannya. (mrd)

Berita Terkait