Mematenkan Ikan Khas Daerah

Mematenkan Ikan Khas Daerah

  Kamis, 12 November 2015 10:12

KAPUAS HULU- Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Ir Rismawati, mengatakan, saat ini dinas yang ia pimpin tengah berusaha memaatenkan sejumlah ikan habitat Kapuas hulu. Hak paten ini menurutnya perlu, agar kedepan tidak diklaim daerah lain.Kapuas Hulu sendiri banyak memiliki potensi ikan air tawar. Beberapa diantaranya ikan-ikan tersebut merupakan habitat aslinya di Bumi Uncak Kapuas Hulu. Agar tidak diklaim daerah lain dan bahkan negara lain, perlu dibuatkan hak paten ikan khas Kabupaten Kapuas Hulu. Terutama ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, baik ikan kosumsi maupun ikan-ikan hias.

“Kami tengah berupaya untuk mematenkan beberapa jenis ikan. Terutama ikan mulai langka seperti ikan awarna, semah dan lainnya," ujarnya beberapa waktu lalu.Kabupaten Kapuas Hulu bak ‘’depon’’ aneka ikan air tawar. Ikan arwana super red, semah, ulang uli, belidak, ringau dan lain-lain. Bisa saja ikan-ikan ini nanti diklaim daerah lain, karena memiliki nilai ekonomis tinggi."Seperti ikan arwana super red dan semah, memiliki nilai ekonomis tinggi, di dalam dan luar negeri. Makanya kami coba berusaha jajaki membuat hak paten," ujarnya.

Untuk ikan arwana super red, wacana pengurusan hak paten sudah lama akan dilakukan. Hanya saja, ikan arwana saat ini masih dibawah KSDA.Walaupun belum ada hak patennya, ikan arwana jenis super red Kapuas hulu sudah miliki sertifikat. Menurut Risma, sertifikasi ikan arwana ini, sebenarnya hampir sama dengan hak paten. Hanya saja memang memiliki hak paten akan jauh lebih baik. Karena kalau sudah ada hak paten, ikan arwana super red akan diberikan chip sebagai identitas asal Kabupaten Kapuas Hulu."Selain ikan arwana jenis super red, ikan gurami kita juga sudah disertifikasi, menyusul yang lainnya," terang Risma.

 

Daerah Lain

Beberapa sumber lain menyebutkan kalau Pemerintah Provinsi Jambi sudah terlebih dahulu mematenkan sejumlah ikan khas daerah dan lokal. Salah satu ikan hias yang dipatenkan adalah botia (Botia macracanthus)—di daerah dikenal dengan nama ikan bajubang—yang kini diklaim Singapura sebagai ikan negara tersebut.Ikan hias air tawar lain yang akan dipatenkan adalah ikan arwana. Kendati terdapat di daerah lain di Indonesia, tiap daerah memiliki warna dan ciri berbeda. Arwana yang hidup di perairan Provinsi jambi berwarna kekuningan atau perak, yang hidup di perairan Kalimanta berwarna merah, sedangkan yang di Papua berbintik-bintik.

Juga termasuk konsumsi yang juga akan dipatenkan adalah ikan semah (Tor dourensis sp), yang hidup di arus deras dan danau di wilayah barat Provinsi Jambi. Malah, upaya Jambi mematenkan ikan-ikannya sudah sejak 2011. (aan/sumber lain)