Memaknai (Kembali) Hari Pahlawan

Memaknai (Kembali) Hari Pahlawan

  Rabu, 11 November 2015 08:17   1

OLEH  Marselius Midon

Tanggal 10 November merupakan salah satu hari bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia yang diperingati sebagai  hari pahlawan dimana pada waktu itu perjuangan para pahlawan indonesia banyak yang gugur demi memperjuangan kemardekaan Indonesia. Perjuangan para pahlawan ini tentunya bukan hanya perjuangan untuk kepentingan kelompok orang semata, namun perjuangan mereka adalah sebagai bentuk kecintaan para pahlawan terhadap Negara kesatuan republik Indonesia ini hingga rela mengorbankan jiwa dan raga mereka.

Pahlawan selalu muncul kapan saja dan dimana saja dalam sejarah peradaban manusia keberadaan pahlawan yang gigih memperjuangkan kemardekaan indonesia mestinya dapat kita jadikan sebagai motor pengerak bagi kita semua terutama para pemimpin bangsa dalam melaksanakan roda pemerintahan. Sikap patriotisme para pahlawan ini patut kita hargai melalui tindakan nyata kita sehari-hari dan di junjung tinggi sebagai motivasi dalam membangun sebuah bangsa.

Namun ironisnya kalau kita melihat kebelakang pada saat ini masih adakah para pemimpin bangsa yang mempunyai sikap seperti para pahlawan yang memiliki sikap patriotisme? Menjadi seorang pahlawan memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan membutuhkan pengorbanan baik itu jiwa, raga serta rela kehilangan materi. Ada  sebuah perumpamaan yang mengatakan “jangan tanyakan kepada Negara apa yang Negara berikan padamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu sendiri apakah yang sudah kamu berikan untuk Negara”.

Perumpamaan ini tentunya memberikan makna kepada kita semua bahwa, jika kita ingin berbuat hal untuk kepentingan negara  (orang banyak) janganlah mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun    apalagi ingin di dijunjungi tinggi, tetapi berikanlah sesuatu yang dapat bermamfaat untuk kepentingan orang banyak tanpa mengharapkan imbalan artinya adanya ketulusan hati serta memiliki rasa nasionalime. Dengan demikian perumpamaan ini juga  menuntut adanya keiklasan, ketulusan hati dari seseorang ketika membantu orang lain. Pada saat ini banyak sekali para pemimpin bangsa melupakan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa, hal ini terlihat dari berbagai kebijakan-kebijakan yang di ambil dimana kebanyakan kebijakan hanya menguntung kelompok-kelompok tertentu sebut saja (kapitalisme) bukan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghargai jasa para pahlawannya. Kalimat itu sering sekali kita dengar diucapkan orang atau kita baca di Koran dan majalah, lebih-lebih menjelang peringatan hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember. Ketika kita ingin  menghargai jasa semua pahlawan negeri ini tidak perlu memandang profesi, jabatan, suka, agama dari seseorang yang perlu di lihat ialah jasa yang telah dilakuknnya. Perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini dari penjajah memberikan modal yang tak ternilai harganya bagi pembangunan bangsa ini yaitu kemerdekaan. Dengan merdeka kita secara leluasa membangun negeri ini menjadi negeri yang mandiri tanpa andanya intervensi darimanapun sehingga menjadi bangsa bermartabat, berdaya saing tinggi serta memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan sebuah bangsa.  

Bagaimana cara kita menghargai jasa para pahlawan? Mencintai negeri ini merupakan bentuk dari penghargaan kita kepada para pahlawan. Mencintai negeri ini berarti menjaga negeri ini dari kerusakan baik secara fisik maupun mental. Kerusakan alam yang diakibatkan oleh eksploitasi yang berlebihan dan pencemaran adalah contoh dari kerusakan fisik dari negeri  yang mestinya kita jaga supaya dapat di mamfaatkan secara tepat guna . Sedangkan kerusakan mental adalah penyakit sosial seperti kolusi, korupsi, dan nepotisme bangsa ini yang perlu kita berantas dengan memiliki sikap patriotism yang tinggi. Semua itu harus kita cegah dan hentikan demi menghargai jasa para pahlawan pendiri negeri ini. Di zaman sekarang adalah zaman dimana hilangnya nilai-nilai moral, integritas dan etika para pemimpin bangsa hal ini dapat di lihat dari banyaknya para pejabat negera yang terjeret kasus tindak pidana korupsi.

Oleh karen itu, sosok pahlawan yang dibutuhkan adalah mereka yang berpegang teguh kepada ketiga nilai tersebut serta mampu mengimplementsikannya melalui perbuatan sehari-hari. Dalam menghargai sikap para pahlawan, maka ada beberapa hal yang dapat kita lakukan  

Pertama-tama, kebiasaan dalam kehidupan berbangsa ialah kemampuan memperlakukan warga-warga lain dalam masyarakat secara setara artinya menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama. Apalagi Negara  Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam ras, suku, beraneka agama dan kepercayaan,  dengan pandangan tentang perilaku baik yang tidak sepenuhnya sama.

Oleh karena itu, agar terjadinnya kehidupan yang harmonis perlu dikembangkan sikap tengang rasa dalam diri setiap orang perlu ditumbuhkan solidaritas kebangsaan. Suku-suku dan komunitas-komunitas yang hidup dari Sabang sampai Merauke, dengan berbagai latar belakang agama, kepercayaan dan kebudayaan masing-masing, harus kita pandang sebagai saudara-saudara sebangsa dan setanah air.  Kita harus mengembangkan kebiasaan untuk saling menghormati dan saling memperlakukan sebagai saudara, sebagai pihak-pihak yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. 

Kedua, kita perlu membiasakan diri untuk menjalankan civic obligation (kewajiban warga) sebaik-baiknya dengan berpartisipasi dan ikut mengawasi bagaimana pelaksanaan politik dan penyelenggaraan urusan publik dijalankan di tingkat negara sampai lingkungan tempat tinggal. Tanpa alasan yang dapat dibenarkan oleh nurani, kita wajib memberikan suara dalam berbagai pemilu di negara Republik Indonesia yang semakin demokratis ini, membiasakan diri untuk memilih berdasarkan alasan bahwa figur yang kita pilih akan berbuat maksimal bagi kepentingan umum, bukan berdasar politik uang.

Ketiga,   membiasakan diri untuk menaati aturan hukum, yang dibuat, dijalankan dan diawasi oleh figur-figur yang dipilih dengan kriteria komitmen pada kepentingan umum itu serta  meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Bagi para pejabat negara dan para politisi sudah selayaknya untuk mempunyai tanggung jawab besar dalam mewujudkan jiwa kepahlawanan pada saat ini dengan  memperlihatkan perilaku yang dapat diteladani, bukan malah ramai-ramai bertindak korup, saling menyalahkan atau mengelak dari tanggung jawab.

Sebagai bangsa besar menghargai serta meneladani sikap para pahlawan merupakan suatu hal yang seharusnya kita lakukan salah satunya ialah dengan melakukan banyak karya untuk kepentingan bangsa dan Negara. Berkarya untuk kemajuan sebuah bangsa merupakan salah satu sikap yang perlu untuk di kembangkan saat ini demi kemajuan sebuah Negara. Dengan banyak berkarya, berkreativitas serta berinovasi yang tinggi serta melakukan berbagai hal yang bermamfaat untuk kepentingan  orang banyak maka kita akan mampu menjadi bangsa yang cerdas, berdaya saing tinggi dalam menghadapai arus perkembangan globalisasi saat ini dengan berbudaya pancasila. (marseliusmidon@gmail.com)