Melirik Peluang Jasa Perjalanan Haji dan Umrah

Melirik Peluang Jasa Perjalanan Haji dan Umrah

  Senin, 16 May 2016 10:34
INFO PERJALANAN IBADAH: Masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai perjalanan umrah yang diselenggarakan Ihya Tour dan Travel Umrah serta Haji Plus. ISTIMEWA

Berita Terkait

Perjalanan haji dan umrah masih menjadi lahan basah yang menjanjikan. Selain memberi keuntungan yang cukup menggiurkan, bisnis ini tidak pernah sepi pelanggan. Jadi, wajar saja jika pengusaha agen tour and travel di Indonesia meliriknya. 

Ramses L Tobing

BISNIS yang menawarkan perjalanan haji dan umrah di Kalimantan Barat tumbuh subur. Banyaknya orang yang ingin menginjakkan kakinya di tanah suci Mekkah menjadi alasan kuat bisnis ini bisa eksis di tengah-tengah masyarakat. 

Namun, mesti berhati-hati dalam memilih biro perjalanannya. Jangan sampai menjadi korban penipuan. Sudah banyak contoh kasus. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di Pontianak sebagai ibu kota Kalimantan Barat. 

Di kala uang sudah disetorkan, malah jemaah batal berangkat menunaikan ibadah haji kecil itu. Akibatnya, mereka terlantar di bandara dan tidak mendapat kepastian keberangkatan. 

Namun tingginya animo masyarakat yang ingin berangkat ke Mekkah tidak sebanding dengan kewaspadaan mereka dalam memilih biro perjalanan haji dan umrah. Padahal setiap bulan pasti ada saja jemaah yang berangkat umrah. Dan itu sebagai gambaran segmen pasarnya sangat jelas. Apalagi jika membuka usaha di kota-kota besar yang taraf kehidupan masyarakatnya sudah lumayan.

Owner Ihya Tour & Travel Umrah dan Haji Khusus atau Plus Heru W Djarkasie mengatakan potensi keberangkatan jemaah di Kalimantan Barat sangat tinggi. Ini disebabkan ramainya masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah haji hingga menyebabkan rentang waktu antrean yang begitu lama. 

Untuk haji regular saja daftar tunggu jemaah 15 hingga 20 tahun. Kemudian untuk haji plus, lamanya antrean enam hingga delapan tahun. Pilihan lain bagi jemaah ialah melaksanakan umrah. Biaya yang lebih murah dan antrean waktunya tidak begitu lama. 

Namun potensi itu justru mendapat tantangan berat dari biro-biro perjalanan umrah yang tak berizin jelas. Dimana mereka memberikan perjalanan umrah dengan biaya relatif murah. Mulai dari tanda jadi, hingga total biaya yang dikeluarkan jauh lebih rendah dari biaya yang sebenarnya.

“Kami mendapatkan data jika ada delapan ribu jemaah yang akan disuntik meningitis. Padahal yang benar-benar berangkat menggunakan travel berizin di sini hanya sekitar 700an,” kata Heru saat diwawancarai wartawan koran ini. 

Heru mengaku solusi terbaik yang dilakukan ialah dengan menggencarkan promosi. Dan inilah yang dilakukan empat penyelenggara travel umrah dan haji yang berizin di Pontianak.

Promosi yang dilakukan itu bisa saja di media sosial seperti Facebook, Linkedin, Twitter, Instagram dan lain sebagainya. Menggunakan media ini, penyelenggara menginformasikan paket umrah yang ditawarkan. 

Selain itu, lanjut dia, penyelenggara membuat program umrah murah berjamaah. Dan dirinya memastikan program paket murah ini tidak sekedar murah. Jemaah mendapat kepastian keberangkatan serta kemudahan dalam pembayaran. 

Kemudian program lain yang ditawarkan seperti umrah akhir tahun sembilan hari, umrah regular sembilan hari dan umrah ramadan 12 hari. Selanjutnya umrah plus 12 hari, kemudian umrah group berjamaah terencana sembilan hari, private umrah dan haji khusus.

Calon jemaah juga mendapatkan informasi kondisi hotel tempat menginap. Apakah VVIP, VIP, bintang lima, empat dan tiga. Baik untuk hotel yang ada di Mekkah atau madihan. 

Heru menilai langkah seperti inilah yang dilakukan pelenyelenggara umrah resmi yang sudah ditunjuk Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mengatasi tantangan banyak penyelenggara yang tidak berizin. 

Cara seperti ini juga yang membuat bisnis agen perjalanan haji dan umrah bisa berkembang. Termasuk memberikan patokan harga yang terjangkau. Langkah lainnya, penyelenggara harus bisa menjaga kepercayaan pelanggan. Sebab, banyaknya terjadi kasus-kasus penipuan yang mengatasnamakan agen perjalanan haji dan umrah, kemudian membuat pelanggan sekarang jadi lebih waspada dan selektif memilihnya. Tetapi itulah tantangannya, agar perusahaan yang dibangun mampu menjadi perusahaan yang unggul. (*)
 

Berita Terkait