Melirik Natal Oikoumene di Kecamatan Mentebah

Melirik Natal Oikoumene di Kecamatan Mentebah

  Minggu, 31 January 2016 10:09
PERESMIAN OIKOUMENE: Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Muhammad Sukri saat meresmikan acara Oikoumene Kecamatan Mentebah yang dimeriahkan Paduan Suara Gerejawi, pekan lalu (23/1). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Kerukunan umat beragama di Kapuas Hulu sangat kuat, demikian dengan hubungan kekerabatan dan kekeluargaan. Dalam berbagai kesempatan atau sebuah acara keagamaan, setiap agama saling membantu dalam kepanitiaan acara. Kerukunan umat beragama ini sudah terjalin sejak lama, baik di kota mapun di desa-desa yang didiami berbagai suku dan agama yang ada di daerah ini. 

MUSTAAN, Putussibau

SEPERTI acara oikoumene di Kecamatan Mentebah, Sabtu (23/1) pekan lalu, kepanitiaan tidak hanya dari kalangan umat kristiani, akan tetapi dibantu oleh warga muslim di daerah itu. “Oikoumene adalah perayaan Natal bersama kelima di Kecamatan Mentebah. Oikoumene ini merupakan salah satu kegiatan yang didukung Pemkab,” tutur Ridwan, kepala Kecamatan (Camat) Mentebah pada wartawan, baru-baru ini.

Selain didukung pemerintah, terang Ridwan lagi, kegiatan keagamaan seperti ini diselenggarakan bersama-sama antarumat dan suku-suku yang ada di kecamatan Mentebah. “Warga Muslim juga ikut terlibat dalam acara Oikoumene. Ini menujukan perbedaan bukanlah halangan, perbedaan bisa menjadi satu kesatuan dan indah dalam membangun daerah ini. Ini mesti dipertahankan,” paparnya.

Pada oikoumene tahun ini, 20 gereja dilibatkan memperingati Natal oikoumene kecamatan. Kegiatan dipusatkan di Gedung Serbaguna, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, dengan dihadiri sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Muhammad Sukri, bersama jajaran Muspika Mentebah. Kegiatan dimeriahkan persembahan pujian rohani dari SMP 1, SMA 1, SMP Kristen Kecamatan Mentebah, serta pemuda-pemudi Desa Tekalong.

Sekda yang mewakili Penjabat Bupati Kapuas Hulu, mengungkapkan bahwa melalui oikoumene ini, ada pesan ajaran tentang cinta kasih yang hendak ditanamkan kepada masyarakat, khususnya umat Kristen. “Natal bersama ini hendaknya umat kristiani lebih meresapi ajaran-Nya, yakni cinta kasih. Ajaran itu mesti diimplementasi pada kehidupan sehari-hari sperti disampaikan oleh pendeta dan pastor,” tutur Sekda. 

Dikatakan Sukri, mengaplikasikan ajaran cinta kasih bukan hanya di gereja. Tetapi, diharapkan dia, agar diimplementasikan dengan baik dalam kemasyarakatan. “Ini juga meningkatkan tali silahturahmi antarumat beragama,” ucapnya. 

Pada kegiatan Natal bersama ini, panitia kegiatan bahkan bukan hanya dari umat kristiani saja. Ada juga umat muslim yang ikut berpartisipasi. Kondisi ini menunjukkan kebhinekatunggalikaan di masyarakat Kapuas Hulu. 

“Jika Pilkada kemaren ada perbedaan karna beda pilihan. Perbedaan itu harus disatukan dalam Natal bersama ni. Saling memberikan pintu maaf untuk bersama kembali membangun Kecamatan Mentebah. Mari kembali ke tujuan bersama yakni membangun Kapuas Hulu,” ajak Sekda. 

Ditegaskan dia bahwa Pemkab Kapuas Hulu terus mendukung acara-acara kegamaan. Bukan hanya Natal, tetapi perayaan agama lain juga tetap mendapat dukungan mereka.(*)