Melirik Kesiapan Masyarakat akan E-Commerce

Melirik Kesiapan Masyarakat akan E-Commerce

  Jumat, 15 April 2016 10:09

Berita Terkait

Perusahaan startup yang kian menjamur di kota Pontianak menumbuhkan semangat yang sama di daerah, khususnya di Kalimantan Barat. Berbagai perusahaan startup bermuculan, menyusul tren yang kian panas ini. Mereka berusaha menjawab pertanyaan mereka sendiri, mampukah industri e-commerce tumbuh di Pontianak ?

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

LONJAKAN teknologi di bidang informasi secara tidak langsung memaksa masyarakat Indonesia agar lebih siap dalam menghadapi segala kemudahan dan kekurangan yang ditawarkan. Masyarakat yang jeli, berlomba mendirikan perusahaan startup untuk ikut adu sikut dalam dunia industri kreatif digital yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan.
Beberapa waktu lalu, pemerintah kota melalui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Haryadi S. Tribowo, telah mengisyaratkan komitmennya untuk membawa UMKM yang ada di Kota Pontianak ke industri digital. Ia mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk melatih dan membina para pelaku UMKM agar semakin berani memasarkan produknya melalui internet.
Ditemui di kantornya, Haryadi mengatakan melalui inkubator bisnis dan konsultan bisnis yang bekerjasama dengan Dinas, para UMKM dibina agar dapat memanfaatkan teknologi internet untuk memasarkan produk mereka lebih luas lagi ke luar Kalimantan Barat. “Kita sudah galakkan itu,” tegas Haryadi Kamis(7/4).
Keinginan pemerintah kota untuk menggalakkan UMKM untuk menyentuh pasar online atau e-commerce sebenarnya sudah dijawab beberapa perusahaan yang memusatkan bisnis mereka melalui internet. Situs-situs semacam oleh-olehpontianak.com dan pontienak.com telah muncul jauh sebelum pemerintah memusatkan perhatian pada perluasan pasar UMKM menuju dunia online.
Situs oleh-olehpontianak.com yang sudah aktif sejak 2012, mengamini peluang pasar oleh-oleh khas Kalimantan Barat. Usaha milik Steven Budianto, 30, lebih menyasar pasar luar Pontianak yang dianggapnya lebih realistis ketimbang menunggu wisatawan datang ke Kota Khatulistiwa dan mengunjungi toko oleh-oleh. “Karena kan Pontianak bukan tujuan wisata favorit,” ucapnya prihatin.
Lain lagi munculnya jasa kurir semisal Kapten Kurir, JekPot dan Bujang Kurir. Bisnis jasa kirim barang ini tak kalah pamor dengan sektor usaha lainnya yang muncul lewat kejelian pengusaha muda. Mereka sama-sama melihat peluang dari masyarakat yang giat berbelanja lewat e-commerce. 
Memang, kemunculan ide-ide brilian milik pengusaha dengan semangat muda ini membawa angin segar dalam dunia bisnis di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak. Namun, maju mundurnya sebuah ide itu juga bergantung pada kecerdasan masyarakat urban untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. 
Berkecimpung dalam dunia bisnis online atau e-commerce nyatanya merupakan sebuah lingkaran antara penjual, jasa kurir, dan pembeli di dunia bisnis digital. Lingkaran yang tercipta kala dunia yang sudah berubah. Pola bersosialisasi dan berekonomi masyarakat semakin terpengaruh oleh perkembangan media digital menghadirkan peluang besar. 
Mantan Direktur Eksekutif International Monetery Fund (IMF) Subarjo Joyosumarto mengatakan para pebisnis UMKM di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat memiliki kesempatan atas itu jika mampu memanfaatkan fenomena masyarakat dari generasi Z atau di bawah 40 tahun yang memiliki kecenderungan untuk berkomunikasi, berinteraksi, membaca, hingga belanja di lewat situs-situs internet. “Di Amerika hal ini sangat massif, dan Indonesia sudah mulai ke arah sana,” ungkapnya.(*) 

 

 

    
    

Berita Terkait