Melihat Tradisi Tahun Baru Imlek

Melihat Tradisi Tahun Baru Imlek

  Senin, 8 February 2016 09:37

Berita Terkait

IMLEK berasal dari dialek bhs Hokkian yang berarti penanggalan bulan atau Yinli dalam bahasa Mandarin. Di Tiongkok lebih dikenal dengan sebutan Chunjie (perayaan musim semi). Kegiatan perayaan itu disebut Guo nian (memasuki tahun baru), sedang di Kalbar, khusunya di daerah Pantura dari Sei Pinyuh lebih karib disebut sebutan Kou Nian/ Konyan.

Tahun Baru Imlek dirayakan juga sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM. Sehingga penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi 2016,maka tahun Imleknya menjadi 2016 + 551 = 2567. Maka bagi pemeluk Agama Kong Hu Chu, Tao maupun Budha disebut sebagai Tahun Baru Imlek ke 2657.

 

Bunga Mei Hua

Di negeri Tiongkok dikenal terdapat 4 musim,yaitu musim semi,musim panas,musim gugur dan musim dingin.Tahun baru Imlek datang bersamaan dengan musim semi, maka dulu dikenal dengan istilah Festival Musim Semi(Kuo Chun Ciek).

Bunga Mei Hwa adalah pertanda datangnya musim semi. Itulah sebabnya terdapat tradisi di masyarakat Tionghoa,menggunakan bunga ini sebagai hiasan di rumah.

 

Sajian Jeruk kuning,Apel dan Pear

Buah jeruk kuning yang disajikan setiap hari raya Imlek mempunyai kisah dan makna tersendiri.Buah jeruk biasanya diletakkan di atas meja ruang tamu. Buah yang dipilih terutama yang sepasang atau lebih,terutama yang memiliki daun di dekat buahnya.Jeruk tersebut ditempeli kertas merah dan juga disajikan di meja altar dekat tempat sembahyang sampai hari Cap Go Meh.

 

Kue Keranjang

Menurut kepercayaan zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo dalam dapur di setiap rumah didiami oleh Dewa Tungku, dewa yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti(Raja Surga) untuk mengawasi setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari. Setiap tanggal 24 bulan 12 Imlek (enam hari sebelum pergantian tahun),Dewa Tungku akan pulang ke Surga untuk melaporkan tugasnya.Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan, digagas hidangan buat menyenangkan Dewa Tungku. Warga pun menyediakan dodol manis yang disajikan dalam keranjang, disebut Kue Keranjang.

 

Petasan, Kembang Api, dan Lampion Merah

Zaman dahulu ada binatang buas yang bernama Nian yang muncul pada saat menjelang tahun baru Imlek.  Nian takut pada benda-benda yang berwarna merah, juga mercon. Sejak itu setiap akhir tahun masyarakat Tionghoa menggantung kain, lampion dan kertas merah di rumahserta memasang mercon dan kembang api untuk mengusir makhluk Nian Show yang berupa hawa jahat.

 

Tradisi Barongsai dan Naga(Liong).

Jaman dahulu, pasukan dari Raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan.Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai pun melegenda.

 

Tradisi Angpao

Angpauw ini bukan hanya sekedar dapat membawa keberuntungan saja,bahkan dapat melindungi anak-anak dari roh jahat,sebab uang(Qian) secara harfiah berarti dapat "menekan kekuatan jahat" atau "Ya Sui Qian.

(dari Tionghoa Indonesia FB)

Berita Terkait