Melihat Potensi Bisnis Startup Kurir Kuliner

Melihat Potensi Bisnis Startup Kurir Kuliner

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:33

Berita Terkait

PENGGUNAAN smartphone yang kian jamak dan pertumbuhan jaringan internet membuat bisnis e-commerce dan startup lainnya makin menjanjikan. Di Pontianak, bermunculan pemain-pemain baru yang mencoba menangkap pasar baru, yaitu ekosistem digital. Salah satu perusahaan yang mencoba peruntungan di bisnis startup adalah Delifairy.

Aplikasi berbasis Android ini didirikan Aprianto, Yudi Salim, Uray Syawaludin dan Hansen Pebrianto. Startup ini memfokuskan diri para layanan pesan antar di bidang kuliner. “Jadi kami ini menjadi penghubung antara restoran atau warung makan dengan konsumen,” ujar Aprianto, salah seorang founder kepada Pontianak Post, kemarin (21/10).

Startup yang baru berdiri Juni lalu ini saat ini sudah bermitra dengan 42 restoran yang populer di Pontianak. Di aplikasi yang terhubung online tersebut calon konsumen dapat melihat daftar menu dan harga yang ditawarkan masing-masing rekanan Delfairy. “Kami terus melakukan usaha untuk menambah mitra.

Malahan ke depan, pihaknya juga ingin menjaring mitra-mitra dari UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner. “Kan asyik kalau kita mau beli bakwan atau martabak hanya dengan buka aplikasi Delfairy,” katanya. Para founder tidak main-main dalam membuat startup ini. Total biaya untuk membangun aplikasi, website, dan perangkat lainnya tembus lebih Rp100 juta.

Diakui dia, transaksi Delifairy belum terlalu besar, kendati terus meningkat dari hari ke hari. “Rata-rata kami melayani belasan order dalam satu hari. Memang masih kecil, tetapi trafiknya terus naik. Makanya kami terus berpromosi agar semakin dikenal,” katanya.

Jika terterik memesan, konsumen cukup mengklik tombol pesan yang disediakan. Secara otomatis akan ada pemberitahuan ke admin dan pengelola restoran. Lalu admin akan memberikan pemberitahuan kepada kurir, yang akan segera melakukan penjemputan dan pengantaran makanan yang dipesan. Hebatnya sistem informasi dan komunikasi tersebut hanya dilakukan dalam satu aplikasi saja.

Delifairy sendiri memberikan tarif kepada setiap orang yang memanfatkan jasa kurirnya. “Kami berikan tarif satu kali order Rp10.000, untuk jumlah barang berapapun. Ini harga promo sampai akhir tahun. Tetapi ada batasan radiusnya, yaitu sekitar 10 kilometer dari restoran. Kalau di atas radius itu, ada tambahan Rp5000,” kata Apri.

Dia menyebut, tujuan didirikannya Delifairy adalah untuk memudahkan orang untuk berkuliner. Tanpa harus datang ke restoran, orang bisa menikmati makanannya. “Ada kondisi dimana orang sibuk, cuaca tidak bagus, malas keluar atau lainnya, mereka bisa gunakan jasa kami untuk memesan makanan,” sambungnya.

Delifairy sendiri merekrut mitra yang hendak menjadi kurir. Apri mengatakan, pihaknya menjanjikan gaji pokok, plus tunjangan lainnya untuk kurir. Tidak hanya itu, Delfairy juga menjanjikan bagi hasil dari fee pesan antar dari konsumen. “Memang gaji pokok yang kami tawarkan tidak besar. Tetapi mereka yang ingin bekerja dengan waktu fleksibel dan tidak terikat bisa mencoba ke sini. Saat ini kebanyakan kurir kami adalah mahasiswa,” ungkap dia.

Ke depan, lanjut dia, Delifairy akan menyentuh sektor lain. “Sedang kami rancang sistemnya. Nanti tidak hanya kurir kuliner saja, tetapi juga barang-barang lain dan e-commerce. Belum tahu apakah aplikasi dan brand-nya sama atau berbeda, tetapi kami akan lakukan. Karena potensi di bidang startup kurir ini cukup besar,” pungkas dia. (*)

Berita Terkait