Melihat Kiprah A Bong, Kreator Permainan Naga dari Pinyuh , Selalu Minta Bantuan Sinshe Saat Mulai Membuat

Melihat Kiprah A Bong, Kreator Permainan Naga dari Pinyuh , Selalu Minta Bantuan Sinshe Saat Mulai Membuat

  Senin, 22 February 2016 09:32
SIAP AKSI: Sosok Naga Langit asal Sui Pinyuh yang akan dimainkan di Kota Pontianak, memeriahkan Cap Go Meh 2567. Sebelumnya, juga keliling di Sui Pinyuh komplek. FOTO hamdan abubakar

Berita Terkait

Ketua dan seluruh pengurus naga langit termasuk para pemain asal Sui Pinyuh memastikan diri siap memeriahkan perayaan Cap Go Meh tahun 2567 di Kota Pontianak. Naga terbesar kreasi Cung Ciung On alias A Bong, menyusul lahirnya Naga Mas tahun 2000 silam. Hamdan Abubakar, Pinyuh

Naga A Bong, yang kala itu dinamai Naga Mas sempat mengharumkan nama Sui Pinyuh Kabupaten Pontianak waktu itu, (kini Kabupaten Mempawah-red) karena mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jaya dan panitia Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun 2000.Karena baru pertama kali muncul pasca reformasi,  animo penonton Sui Pinyuh, terlebih DKI dan sekitarnya membludak. Hingga pertunjukan berlangsung sangat meriah.

Tak puas dengan Naga Mas, kini, kembali A Bong mendesain lahirnya naga terbesar kedua dengan panjang 100 meter dan lebar badan keseluruhan  2, 8 meter. Dia yakin, kreasinya itu akan membuat para penonton  kota Pontianak terpukau.Tak heran, sejak perayaan Imlek hingga menjelang Cap Go Meh, utamanya warga Pinyuh dan sekitarnya  sudah beberapa kali disuguhkan atraksi tiga ekor naga membuat lokasi tampil  setiap malam satu selalu dipadati penonton.

“Kami pastikan, seluruh pemain naga langit siap tampil  guna menyemarakan perayaan CGM di Kota Pontianak,” tegas  Jhony Fong, Ketua Naga Langit.Dia berharap, penampilan naga langit asal Pinyuh itu akan memberikan kepuasan bagi warga yang menyaksikan.  Apalagi buat warga Tionghoa yang sedang merayakan hari kelimabelas Imlek, yakni Cap Go Meh.Menurut A Fong, sejak munculnya naga mas tahun 2000 hingga kini, hasil kreasi putra putra asal Sui Pinyuh dalam mendesain pembuatan naga ukuran raksasa, sedang maupun kecil tetap terjaga. Bahkan lanjutnya, Naga Mas tahun 2000 silam saja diakui warga luar yang terbesar untuk ukuran keseluruhan badan.

Cuma kalah panjang dengan naga yang dibuat  di Cina.Menurut warga  Tionghoa, naga adalah binatang legenda yang hingga kini masih tetap dipercayai akan keberadaannya. Tak heran, jika untuk mendesain seekor naga, baik dalam ukuran besar, sedang maupun kecil perlu dicari waktu dan tak jarang dari penunjuk shinse.

Yang pasti,  pembuatan naga ada yang khusus hanya untuk penampilan tanpa buka mata dan ada pula yang buka mata, sehingga usai perayaan CGM, hewan  legenda itu harus dimusnakan dengan cara dibakar untuk dikembalikan kekayangan.Menurut beberapa versi sesepuh tionghoa, naga yang dibuat   dan buka mata di depan vihara atau kelenteng usai perayaan harus dibakar.Tapi ada pula  naga yang tidak buka mata, kendatipun dimainkan   tidak dibakar dan disimpan dalam waktu yang lama. Sebab, untuk menjadikan seeokor naga seperti naga Mas atau naga Langit butuh  biaya besar terlebih  untuk ukuran sekarang capai puluhan  juta rupiah.

A Fong mengakui, untuk  memainkan naga langit yang besar  itu dibutuhkan kekompakan sesama pemain bagian bola, kepala, leher, badan hingga ekor, sehinga jumlah pemain harus banyak .“Mudah-mudahan aja, kabar yang kami terima, panitia PRJ tahun 2016 berencana mengundang naga langit untuk bermain disana,” doanya. Kebetulan HUT DKI   berlangsung pertengahan tahun, sehingga segala kekurangan yang ada dapat  jika bias deal dapat dikompakkan dan semua pemain yang disertakan nanti benar-benar memahami tugas mereka, dan saat tampil sudah mengerti peran masing-masing.

“A Bong melihat masih banyak kekurangan, jika naga langit nantinya jadi tampil di PRJ. Makanya perlu dbenahi  lagi,” ujar A Fong yang terima kabar dari Jakarta.“Naga Mas tahun 2000 tidak pernah mendapat undangan dari  Sarawak dan hanya ke PRJ saja,” katanya meluruskan.Terpisah Djong Chon Chin Ketua naga Mas Liung Sin dari Yayasan Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh membenarkan hanya naga Mas Liung Sin yang pergi ke Serawak memenuhi undangan dari Hongtack Cargo Tbk Serawak,  Malaysia. (*)

Berita Terkait