Melihat Eksotiknya Riam Bidadari di Gunung Cabang, Kepulauan Karimata

Melihat Eksotiknya Riam Bidadari di Gunung Cabang, Kepulauan Karimata

  Jumat, 30 Oktober 2015 10:10
AIR TERJUN: Explore Kayong Utara dan Petualang Khatulistiwa, saat berada di air terjun Riam Bidadari Gunung Cabang di Dusun Kelumpang, Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata. Explor Kayong Utara. FOTO: Explorer Kayong Utara

Berita Terkait

Bersamaan Festival Karimata 17-20 Oktober lalu, para pencinta alam dari Explore Kayong Utara dan Petualang Khatulistiwa melakukan penjelajahan terhadap salah satu objek wisata riam Bidadari, Gunung Cabang di Dusun Kelumpang, Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata.DANANG PARSETYO, Kepulauan Karimata.

PERJALANAN cukup panjang dilalui oleh para rombongan peserta kegiatan Festival Karimata yang dilaksanakan di Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata tentunya membawakan hasil. Seperti yang dialami oleh para pencinta alam, tergabung dalam rombongan peserta lainnya dalam kegiatan Festival Karimata.Bagaimana tidak, perjalanan cukup jauh menggunakan kapal dan terombang ambing di laut tidak mematahkan semangat kedua kelompok ini. Start dimulai dari Sukadana, menuju Kepulauan Karimata yang hingga memakan waktu 12 jam untuk sampai ke Desa Betok Jaya.

Setibanya di desa Betok Jaya, Kepualauan Karimata, mereka beristirahat guna mempersiapkan stamina keesokan harinya.Minggu(18/10), sekira 09.00 WIB pagi, dua komunitas pencinta alam, kembali melajutkan perjalanannya untuk menuju air terjun riam Bidadari, Gunung Cabang di Dusun Kelumpang, Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata dengan membawa perlengkapan mendaki dan survival seadanya. Perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalur darat ini memakan waktu hingga enam jam perjalanan.

Sebelum melanjutkan perjalanan, tentunya mereka terlebih dahulu, mengurus perizin ke kepala Desa setempat. Dan selanjutnya mereka kembali melakukan  packing logistik mereka melakukan perjalanan ke Dusun Kelumpang yang berjarak kurang lebih 30 km. “Air terjun ini, merupakan tujuan utama kami untuk mendaki dan turut meramaikan kegiatan Festival Karimata beberapa waktu lalu. Kami jalan kaki selama enam jam menempuh 30 km. Terpuaskan ketika melihat air dari ketinggian 105 meter tersebut,” ucap Juni Ardi Sintano, salah satu anggota Explor Kayong Utara, Kamis(29/10).

Juni  menambahkan, gunung Cabang setinggi 1.030 meter dari permukaan laut (MDPL). Dan untuk letak dari terjun Riam Bidadarinya, terdapat pada bagian tengah gunung cabang itu sendiri. “Walau dalam perjalanan  begitu terjal dan teriknya matahari kami sempat mengalami kekurangan air. Karena saat itu sedang berlangsungnya musim kemarau  dan kami pun terpaksa untuk mencari parit kecil di sepanjang perajalnan untuk kami konsumsi air nya. Karena persedian air yang kami bawa tidak mencukupi,” kisah Juni.

Menurut dia, perjalanan selama enam jam tentunya sangat menguras perjalanan dan tubuh mereka. Saat itu, sesampainya di kaki gunung mereka sempat mendirikan tempat istirahat dengan menggunkan tenda. “Tepat pukul 15.05, minggu(18/10)  sebagian dari team kami menyusuri jalan untuk mencari penduduk yang dapat mengantar kami ke air terjun bidadari. Dan akirnya pencarian itu membawakan hasil. salah satu  warga bernama Pak Herman, di Dusun Kelumpang bersedia untuk mengantar kami  pada esok harinya,” katanya.

Juni menuturkan, pak Herman merupakan  salah satu petani warga setempat  dengan menanam lada disana.“Dia sangat hafal dengan hutan dan pegunungan di daerah itu,dan kebunnya. Kebetulan  lokasi kebunnya tidak jauh dari bukit gunung cabang, yang terdapat air terjun riam bidadari,”ungkapnya.Dari tempat lokasi membangun tenda, pada(19/10) mereka kembali melanjutkan perjalaan untuk menuju air terjun tersebut, dengan jarak tempuh selama dua jam.“Selama dua jam baru lah kami sampai ke air terjun itu, tentunya dengan melewati rute yang terjal menelusuri tebing bebatuan dan tepian sungai yang terdapat di gunung cabang,”tuturnya.

Sementara itu, dikatakan Gagan Sukmaditya dari Petualang Kahtulistiwa turut tergabung menjelajahi keindahan panorama alam air terjun bidadari yang terdapat di Gunung cabang dusun Kelumpang merasakan perjalanan ini yang luar biasa. Karena saat itu ia, sempat mengalami putus asa dan sempat untuk memutuskan kembali lagi ke Desa Betok Jaya, dimana pusat kegiatan Festival Karimata Berlangsung.“Akhirnya, setiba disana saya merasakan sesuatu keindahan yang luarbiasa akan keindahan alam yang ada disana. Dan hal ini patut untuk dijaga akan kelestarian alamnya. Karena air terjun ini, merupakan salah satu aset keindahan alam yang ada di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara ini.

Tentunya dengan meng Explore Kepulauan Karimata ini,  dari sisi lain, tidak hanya melihat keindahan dari pantai dan terumbu karang nya saja. Ternyata  di karimata memilki  keindahan tersembunyi dan masih jauh dari pencemaran manusia. Untuk itu kami berpesan jangan mengambil apapun selain gambar,  dan jangan meninggal kan apapun selain jejak kaki, dan jangan membunuh apapun selain waktu,” pesan Gagan Sukmaditya, anggota Petualang Khatulistiwa asal Kota Pontianak. *

Berita Terkait