Melihat Atraksi Tatung di Tiga Kota , Ritual Para Dewa Perang

Melihat Atraksi Tatung di Tiga Kota , Ritual Para Dewa Perang

  Selasa, 23 February 2016 09:18
TATUNG : Atraksi tatung saat perayaan Cap Go Meh di Sungai Pinyuh.

Berita Terkait

BERAGAM acara digulirkan di hari kelimabelas Imlek (Cap Go Meh). Selain lampion, yang di beberapa daerah digulirkan Sabtu malam lalu, puncaknya adalah kehadiran para tatung. Biro koran ini di tiga kota, Singkawang, Kayong Utara dan Mempawah (Sei Pinyuh) menurunkan liputan acara khas tahunan ini. SUNGAI PINYUH

TAK jauh berbeda dengan pawai lampion, acara puncak perayaan Cap Go Meh 2017, Senin (22/2) pagi di Sungai Pinyuh berlangsung meriah. Penampilan dan atraksi 45 tatung mampu menyedot perhatian puluhan ribu masyarakat. (berita lengkap lihat juga halaman 1).Acara pembukaan langsung dilaksanakan bupati Mempawah, Ria Norsan, didampingi Wakil Bupati, Gusti Ramlana, Forkompinda, Danyon 642/Wns, Danzipur Anjungan, Muspika Sungai Pinyuh, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Suasana pagi itu langsung dipenuhi dengan lautan manusia yang ingin menyaksikan atraksi tatung dari dekat. Panas terik seolah tak dirasakan warga, karena kegiatan tersebut dilaksanakan pagi hingga siang hari, dengan pelaksanaan pawai tatung keliling kota Pinyuh, dengan jalur dimulai dari vihara Tri Dharma Bhakti – Jalan Pasar Baru – Jalan Beringin – Jalan Jurusan Pontianak – Jalan Pendidikan – Jalan Seliung – Jalan Beringin – Jalan Jurusan Mempawah dan kembali lagi ke vihara Tri Dharma Bhakti.

“Rute yang kita jalankan sama dengan pawai lampion sebelumnya. Jadi kita telusuri kota Pinyuh, dengan tatung duduk di atas kursi yang diletakkan di atas bak kendaraan roda empat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan, dibantu unsur pemerintah yang telah mengamankan kegiatan, sehingga semuanya dapat berjalan lancar,” ungkap Ketua panitia, Susanto.

Dia mengungkapkan dalam perayaan tersebut pihaknya telah mempersiapkan sejumlah acara. Mulai dari pawai naga, barongsai, atraksi tatung, karnaval mobil hias hingga pawai lampion yang diingi Marchine Band SDN 2 Sungai Pinyuh.“Semua kegiatan ini bisa terlaksana berkat dukungan dan kerjasama semua pihak. Terutama Pemerintah Kabupaten Mempawah, Pemprov Kalbar, Muspika, panitia dan seluruh masyarakat Sungai Pinyuh,” ucap Susanto.

Dalam kesempatan itu, dia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi memberikan dukungan moril maupun materil sehingga rangkaian acara perayaan Cap Go Meh di Sungai Pinyuh dapat berjalan dengan baik dan lancar.“Terimakasih atas bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Mempawah, Pemprov Kalbar, para donatur baik dari Sungai Pinyuh maupun luar daerah. Juga atas dukungan Pak Bupati, Kapolres, Dandim, Muspika dan tokoh masyarakat, adat dan agama di Sungai Pinyuh,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Ria Norsan, dalam sambutannya mengatakan, budaya Cap Go Meh telah ada di Indonesia sejak 400 tahun silam. Yakni bermula ketika masuknya masyarakat tionghoa dari Tongsan atau lebih dikenal dengan Tiongkok ke Indonesia. Sejak itulah, budaya Cap Go Meh mulai dikenal masyarakat.“Merujuk dari sejarahnya, maka budaya Cap Go Meh ini memiliki sejarah yang sangat tua. Dan kita patut bangga, karena budaya itu dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sampai saat ini. Serta yang melaksanakan budaya itu bukan lagi masyarakat tionghoa dari Tiongkok, melainkan 100 persen warga Indonesia,” tegas Norsan.

Norsan menilai perayaan Cap Go Meh tidak hanya memberikan hiburan berupa pertunjukan yang eksotis saja, melainkan untuk pelestarian dan memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa yang di bungkus dalam event wisata di Kalbar khsuusnya di Kecamatan Sungai Pinyuh.“Makanya, seluruh element masyarakat harus bahu-membahu ikut mensukseskan penyelenggaraan Cap Go Meh 2016. Selalu menjaga kamtibmas dan pererat persaudaraan baik antar sesama etnis maupun agama yang ada di lingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah,” seru Bupati.

Masih dalam sambutannya, Bupati mengaku bangga dengan keberagaman dan harmonisasi kehidupan antar suku dan etnis di Kabupaten Mempawah. Dengan berbagai adat istiadat yang dimilikinya, sehingga daerah ini semakin kaya dengan seni budaya yang melambangkan kearifan lokal kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Beragam budaya ada di Kabupaten Mempawah. Masyarakat suku Melayu ada robo-robo, Madura ada karapan sapi, Dayak ada naek dango, Jawa ada sedekah bumi serta Tionghoa ada Cap Go Meh. Mari kita pertahankan adat budaya ini dalam bingkai NKRI,” tukasnya.Usai menyampaikan sambutannya, Bupati Mempawah, H Ria Norsan didampingi para pejabat Muspida secara resmi membuka perayaan Cap Go Meh 2016 di Sungai Pinyuh yang ditandai dengan pemukulan gendang.

 

KAYONG UTARA.

Sedang di Sukadana, kabupaten Kayong Utara tak kalah unik. Atraksi digabungkan. Barongsai, pertunjukan naga dan Tatung. Pawai Tatung dimulai  dari kelenteng Vihara Maha Ratna, Kecamatan Sukadana, Senin (22/2) kemarin.Atraksi para ‘’dewa perang’’ itu tentu menyedot perhatian masyarakat. Tak ayal, para pengendara pun menyempatkan diri untuk berhenti guna menyaksikan mereka keliling Kota Sukadana. Sebagian mengabadikan dengan kamera ponselnya.

Usai dari kelenteng Vihara Maha Ratna, arak-arakan tatung masuk ke Perkantoran Pemerintah Daerah, Jalan Simpang Empat, Polsek Sukadana, dan Desa Semanja Kecamatan Sukadana sebagai rute terakhirnya.Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kayong Utara Lim Bun Fa mengatakan, kegiatan ini merupakan warisan leluhur budaya. Bun Fa mengatakan, pada perayaan Cap Go Meh tahun ini merupakan kegiatan kali ketiga di Sukadana.

Ia menambahkan, Imlek kali ini diharapkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Atraksi ini pun menjadi salah satu bentuk kepedulian dan dukungan kepada Pemerintah Daerah Kayong Utara untuk mensukseskan perhelatan Sail Selat Karimata.

 Mengeni hal ini, dirinya telah menyampaikan kepada pihak parawista Kayong Utara, dapat memerhatikan segala bentuk kebudayaan yang ada di KKU. Apa lagi kebudayaan tetap berkaitan dengan wisata.Sementara itu, salah seorang tatung, Acun menuturkan, jika tahun ini lebih meriah. Ini merupakan kali ketiga dirinya menjadi tatung.  Ia mengatakan, untuk menjadi tatung ini tidak bisa sembarangan orang. Dan diirnya sendiri sejak 19 tahun dari keturunan keluarganya. Dulunya sewaktu pertama kali megelar tatung, sambung dia, masih dengan menggunakan peralatan sedannya. Bahkan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, mau tidak mau harus menyewa alat.

SINGKAWANG

Ratusan tatung yang beratraksi saat pawai pada Cap Go Meh 2016 Kota Singkawang. Berhasil memukau ribuan masyarakat, termasuk Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Dra Esthy Reko Astuty yang hadir di Singkawang.Setelah di lepas di Jalan Kalimantan, ratusan tatung yang telah dibariskan satu persatu melewati panggung kehormatan yang letaknya di Jalan Setia Budi. Sedikit atraksi dilakukan di tempat tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Altar yang berlokasi di Jalan Niaga atau tepatnya di sekitar Patung Naga.

Disaat melalui panggung kehormatan tersebut. Deputi, terus memperhatikan atraksi para tatung. Dirinya pun berharap, ke depannya even ini harus dikembangkan terus menerus. “Singkawang mempunyai potensi, diantaranya seperti ini (pawai tatung), dan ini harus dikembangkan,” kata Dra Esthy Reko Astuty, Senin (22/2) kepada para wartawan.

Tentu saja, dalam mengambangkannya. Perlu didukung berbagai pihak, termasuk kelengkapan akses Bandar Udara (Bandara). “Potensi yang ada harus didukung, sehingga Singkawang harus memiliki bandara agar akses bagi wisatawan yang akan berkunjung lebih mudah,” katanya.Dra Esthy Reko Astuty yang duduk di panggung kehormatan. Terlihat menyaksikan satu persatu tatung yang lewat di depannya. Termasuk para tamu VVIP lainnya.Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakankekayaan Singkawang yakni adanya pawai tatung. Diharapkan bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke kota ini dan Kalbar pada umumnya.

“Ada peningkatan dalam Perayaan Cap Go Meh dari tahun ke tahun. Kita berharap, hal ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Kalbar,” katanya. Hal ini juga harus didukung masyarakat Kota Singkawang. Untuk terus menciptakan rasa aman dan nyaman selama perayaan berlangsung. (fahrozy/wahyu/danang)

Berita Terkait