Melihat Alutsista TNI Lewat Pameran di Halaman Makodim Singkawang

Melihat Alutsista TNI Lewat Pameran di Halaman Makodim Singkawang

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:13

CUACA panas kemarin tak membuat markas Kodim1202 Singkawang sepi. Ramai warga yang ingin menyaksikan alutsista yang dimiliki TNI, khususnya yang ada di Singkawang. Rumput hijau yang ada di lapangan kini berubah dengan panggung, stand hingga mobil berat ala TNI dan Polisi.

Sejumlah anak sekolah tampak asyik berfoto ria bersama di atas tank AMX maupun masuk ke dalam Panser Anoa. Sebagian besar anak sekolah.

Peluang pameran alutsista ini tidak sekedar hanya ajang lihat-lihat namun baik bagi pembelajaran anak-anak sekolah.

Mentornya Dandim 1202 Singkawang Letkol Inf Czi Darody Agus dengan berseragam lengkap memegang tongkat komando, pria asal Padang Sumatera Barat ini tak canggung menjelaskan fungsi senjata maupun cara kerja penjinakan bom.

Memang mobil Jihandak milik TNI ini cukup menjadi perhatian, pasalnya mobil maupun personil Jihandak ini baru dioperasionalkan jika ada kunjungan kerja presiden atau dalam kondisi tempur. Tak terasa langkah kaki ini menyambangi stand milik Batalion Zansipur. Pengunjung disuguhi pemandangan peralatan modern TNI. Salah satunya robot penjinak bom. Di stand ini Dandim banyak cerita.

Jika ditemukan bom disebuh area, maka penanganannya exstra hati-hati, salah prediksi nyawa taruhannya. Karena yang tahu kapan bom meledak hanya Tuhan dan pembuat bom.

“Jangankan percikan ledakan bom dalam jarak dekat, getaran ledakan saja bisa membunuh jika skala ledak bom itu bedar,” katanya.

Terkait penjinakkan bom ini tidak semudah bayangan orang saat menonton film aksi, namun lebih menegangkan dari pada itu. Jika di film bisa saja orang dengan leluasa menonton dalam jarak dekat, tapi jika kondisi sebenarnya jika ada indikasi lokasi bom maka wilayah tersebut harus steril dengan jarak 500 meter harus kosong. Tim Jihandak bersiap. Pemindaian dilakukan baik detak bom, jenisnya dan prediksi daya ledak. Semua dikoreksi demi menentukan langkah penanganan, jangan sampai meleset. Anak-anak pun tampak antusias mendengarkan penjelasan Dandim.

Kemudian seluruh perlengkapan dikerahkan termasuk personil. Jika ada indikasi bom, mobil tim jihandak tiba, radius mobil dan titik bom bisa berjarak 500 meter hingga 1 Km, itu posisi kadar aman. Fungsi alat yang digunakan beragam tergantung situasi kondisi medan lokasi bom.

“Jika diatas permukaan tanah hingga dibawah tanah ada alatnya, bahkan jika dibalik tembok pun ada seperti alat stateskop elektronik yang bisa mendeteksi detak waktu bom,” katanya. Jika di lapangan terbuka atau kondisi diatas permukaan tanah, tim jihandak harus memastikan bentuk bom dan jenisnya. Sebelumnya apakah benda itu bom, maka anjing elektronik bisa difungsikan Sabre 500 contohnya alias anjing elektronik yang dapat mendeteksi bahan peledak, bahan kimia, atau narkotika pun bisa, sistem kerjanya cara mencium tapi ada mengeluar data menentukan bahan apa. Jika bom, maka jihandak lalu melihat dengan Protable X-Ray Sytem, yang mana fungsinya bisa mengambil gambar tembus pandang melihat komponen bom secara detail. Setelah hal tersebut dilakukan maka Tim Jihandak bisa mengerahkan robot penjinak bom (Piap Gyrf Robot) bermata kamera dikendalikan jarak jauh.

Uniknya, tangan robot berbahan plastik khusus tidak menimbulkan daya getar sekalipun saat roda (kaki robot) berjalan, setelah stabil maka bom ditempatkan di alat pengangkut bom khusus, ada wadah seperti gorong-gorong namun bom tidak diletakkan dibawah namun mengambang yang ditopang jaring-jaring. Setelah masuk ke pengangkut bom khusus ini mengevakuasi bom ke titik aman untuk diledakkan atau didismis tanpa menimbulkan efek apapun.

Bisa juga tim jihandak selain menurunkan robot penjinakkan bom yang dikendalikan jarak jauh, ada juga tim jihandak yang terjun dengan dilengkapi Suit Bom, lengkap dengan helm yang beratnya 29 Kg. Itulah sekilas cerita Dandim, meskipun kondisi sebenarnya lebih rumit dan ekstra hati-hati pada kondisi sebenarnya.

“Minimal anak-anak dan pengunjung kenallah perlengkapan penjinakkan bom, ada juga alat bernama Diskruptor, Rocket Wrench, Manpack Jammer,” katanya. Jika ingin tahu fungsinya silakan datang ke pameran Alutsista di Makodim Singkawang.  (*)