Melihat Acara Tolak Bala di Desa Sungai Batang, Garap Pertanian, Dibutuhkan Tanggul untuk Irigasi

Melihat Acara Tolak Bala di Desa Sungai Batang, Garap Pertanian, Dibutuhkan Tanggul untuk Irigasi

  Jumat, 12 February 2016 08:28
KEBERSAMAAN: Rratusan petani menghadiri acara tolak bala di Desa Sungai Batang. Diisi acara diskusi dan curhat serta harapan buat mereka kepada Pemda. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Acara Tolak Bala yang digelar para petani di Desa Sungai Batang ini memang tidak rutin. Acara ini sendiri lebih mengarah pada silaturahmi sesame petani. Diakhiri dengan baca doa dan makan bersama. Wahyu Izmir, Sungai Pinyuh

TUJUANNYA sendiri adalah untuk menolak segala bala atau musibah yang mungkin mendatangi mereka. Termasuk, tanaman padi mereka agar tidak dimakan hama dan bentuk ancaman lainnya.Di sebuah kebun pisang, plastik yang akan menjadi tempat duduk terhampar. Berikutnya, hidangan pun ditata. Warga pun satu persatu mengambil tempat. Mereka mengaku senang, kalau ritual ini masih dipertahankan. Minimal, ada tempat ‘’curhat’’ buat mereka agar panen ke depan lebih baik.

Menurut mereka, minimnya infrastruktur masih menjadi permasalahan para petani. Diharapkan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pembangunan saluran irigasi dan tanggul melalui APBD 2016 ini.“Infrastruktur pertanian yang sangat kami butuhkan saat ini tanggul dan irigasi. Apabila infrastruktur ini sudah ada dan tertata dengan baik, kami yakin produksi pertanian akan lebih baik,” tutur Sekretaris Kelompok Hidup Baru Satu, Bordadi disela-sela acara tolak bala petani Desa Sungai Batang, Kamis (11/2) pagi.

Irigasi, ungkap Bordadi sangat dibutuhkan petani untuk memenuhi suplai air lahan pertanian diwilayah itu ketika musim kemarau. Begitu pula pada musim banjir, irigasi sangat berfungsi untuk menguras air agar tidak merendam padi milik petani.

“Selama ini, pada musim banjir lahan pertanian kami terendam air. Sedangkan pada musim kemarau, kami kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah. Tanpa adanya irigasi, kami sangat terkendala dan kesulitan mengelola lahan pertanian ini,” lirihnya.

Demikian pula keberadaan tanggul, masih menurut Bordadi sangat diperlukan dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap merendam lahan-lahan pertanian di Desa Sungai Batang. Mengingat Desa Sungai Batang menjadi salah satu daerah dataran rendah yang cukup rentan dengan banjir setiap tahunnya.

“Tanggul juga sangat bermanfaat untuk menanggulangi persoalan hama keong. Tanpa ada tanggul, maka lahan akan terendam air hingga menyulitkan kami menebar pupuk dan lainnya. Makanya, kami sangat berharap pemerintah daerah dapat membangun tanggul dan irigasi dilahan pertanian Desa Sungai Batang,” pintanya penuh harap.

Ditempat yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Yanawarti menjelaskan lahan pertanian di Desa Sungai Batang Kecamatan Sungai Pinyuh mencapai 190 hektare. Dari jumlah itu, hanya 155 hektare yang sudah digarap. Sedangkan sisanya masih belum produktif sebagaimana mestinya.

“Seluruh lahan dikelola oleh 9 Kelompok Tani (Poktan) yang terdiri dari 7 Poktan dan 2 Kelompok Wanita Tani. Sedangkan jumlah para petani di Desa Sungai Batang sebanyak 275 orang,” paparnya.

Dalam upaya memajukan sektor pertanian di desa itu, Yana mengaku dirinya secara rutin memberikan pembekalan dalam bentuk sosialisasi kepada para petani. Mereka diberikan penyuluhan materi sesuai dengan kebutuhan petani dilapangan. Termasuk solusi-solusi dari berbagai permasalahan yang sedang dihadapi petani.

“Setiap bulan dilakukan dua kali pertemuan dengan setaip kelompok tani. Beberapa materi yang kami berikan seperti pengolahan tanah, semai, jadwal semai dan ilmu pertanian lainnya. Kami selalu mendorong agar petani mampu memaksimalkan pengelolaan lahan agar mencapai hasil produksi yang lebih baik,” tegasnya.

Dilain pihak, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal mengaku bersyukur atas hasil pertanian yang telah dicapai masyarakat petani di Desa Sungai Batang. Namun, dirinya berpesan agar petani tidak berpuas diri dan selalu termotivasi untuk bekerja maksimal untuk mencapai hasil panen yang lebih meningkat.

“Kuncinya membangun kerjasama dan kekompakan antar para poktan dan petani itu sendiri. Selalu jaga dan bina kebersamaan ini, agar petani bisa memaksimalkan hasil panen padi di Desa Sungai Batang. Jika ada permasalahan atau kendala, segera sampaikan kepada petugas penyuluh dilapangan,” pesannya. (*)

Berita Terkait