Melestarikan Lagu Daerah

Melestarikan Lagu Daerah

  Rabu, 24 February 2016 09:24
Sumarno

Berita Terkait

SETIAP kabupaten dan kota di Kalimantan Barat memiliki banyak lagu daerah. Tetapi lagu-lagu tersebut terdengar asing di telinga sebagian masyarakat, bahkan banyak yang tak mengetahuinya. Pemerintah Provinsi Kalbar pun berupaya memperkenalkannya dengan menggelar lomba lagu-lagu daerah tersebut.

Lomba lagu daerah di lingkungan Pemprov Kalbar ini diikuti 88 peserta terdiri atas 46 pria dan 42 perempuan. Mereka tak hanya merupakan pegawai di lingkungan Pemprov Kalbar, melainkan juga instansi vertikal dan perguruan tinggi yang berada di Kota Pontianak. Satu diantaranya Hari (39). Pegawai salah satu perguruan tinggi ini membawakan lagu berjudul Galaherang.“Ini untuk pertama kalinya saya ikut,” ujar Hari ketika menunggu gilirannya bernyanyi, Selasa (23/2) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Hari mengatakan pada tahap pertama peserta membawa lagu pilihan. Ada enam lagu yakni Galaherang, Kote Pontianak, Masjid Jami, Indona, Ambeka, dan Alon-Alon. Ia sengaja memilih lagu Galaherang karena lebih mudah menghafalnya.“Daripada saya salah lirik, lebih baik memilih lagu yang mudah menghafalnya. Setelah tahap pertama, baru final. Nanti pada babak final peserta membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan,” jelas Hari.

Asisten I Setda Provinsi Kalbar, Sumarno mengatakan lagu daerah merupakan bentuk kekayaan intelaktual dan kultural hasil ciptaan dan kreasi yang menggambarkan karakter  dan budaya pada masing-masing daerah. Lagu daerah juga merupakan  kekayaan lokal sebagai perwujudan rasa persatuan dan kesatuan.“Ini dapat dijadikan  suatu kekuatan untuk mendorong pembangunan daerah  melalui pelestarian seni dan budaya daerah,” kata Sumarno ketika membuka lomba lagu perjuangan, kemarin.

Ia menambahkan kelestarian lagu daerah ini harus menjadi perhatian bersama. “Kalangan generasi muda berpotensi menghilangkan kesenian dan budaya daerah,” ujarnya.Ketua DWP Provinsi Kalbar sekaligus ketua panitia lomba, Ratna Yuniar mengatakan lomba berlangsung dari 23 Februari hingga 25 Februari 2016. “Kami sudah keempat kalinya menyelenggarakan lomba menyanyi seperti ini. Tahun ini merupakan rangkaian HUT Pemprov,” kata Ratna yang berharap masyarakat semakin mencintai lagu dan budaya daerahnya dengan digelarnya lomba tersebut. (uni)

 

Berita Terkait