Melatih Anak Mandiri

Melatih Anak Mandiri

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:42

Berita Terkait

Orangtua pasti berharap buah hatinya menjadi anak yang mandiri. Tetapi, kemandirian tak bisa diperoleh secara instan. Orangtua perlu membiasakannya sejak dini. 

Oleh : Marsita Riandini

Buah hati yang balita ingin makan sendiri? Jangan terburu-buru memarahinya, sekalipun akhirnya makanan bertaburan di lantai. Sebab, kebiasaan tersebut akan melatih anak menjadi lebih mandiri. Ini juga melatih kemampuan kemampuan anak di setiap tahapan tumbuh kembang anak. Demikian diungkapkan Yulia Ekawati Tasbit, S. Psi, Psikolog.

Dia mengatakan melatih kemandirian anak tidak bisa dilakukan secara instan. Itu sebabnya, mengajarkan kemandirian bisa dilakukan sejak anak bisa berinteraksi dengan orangtua. 

“Untuk hal-hal seperti menyimpan sesuatu, mengambil sesuatu, biasanya pada saat anak sudah bisa mengerti perintah,” jelas salah satu pendiri Biro Konsultasi Persona ini. 

Semakin bertambah usia, anak akan bisa melakukan berbagai hal sendiri dengan baik. “Melatih kemandirian anak tak harus menunggu mereka sekolah, tetapi lakukan sejak usia dini sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangan anak,” katanya. 

Anak yang sudah terlatih kemandiriannya berdampak baik pada tumbuh kembangnya. Anak menjadi lebih percaya diri, merasa dihargai, dan tidak selalu mengandalkan orang lain. 

“Kadang orangtua yang terlalu protektif terhadap anak. Anak mau melakukan ini itu tidak boleh, padahal baik untuk melatih kemandirian anak,” paparnya. 

Jangan buru-buru menghentikan aktivitas anak selama itu baik untuk melatih kemandiriannya. Sebab bisa saja itu akan membuat anak menjadi tidak percaya diri. Mereka bisa merasa tidak dihargai dan tidak ada kepercayaan dari orang tua terhadap mereka. 

“Misalnya ketika anak bermain puzzle, jangan dibantu anak meletakkan potongan-potongan puzzlenya. Biarkan anak menyelesaikannya sendiri. Ini juga melatih kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah,” ungkapnya. 

Contoh lain ketika balita ingin makan sendiri. Pasti akan banyak makanan yang tumpah dibanding yang masuk ke mulut mereka. Orangtua sebaiknya tidak memarahi sang anak. Tetapi sebaliknya melatih anak bagaimana dia makan yang baik dan makanan tidak banyak tumpah ke lantai. “Anak butuh proses sampai benar-benar bisa makan dengan baik,” tuturnya.

Ada proses komunikasi dan interaksi yang baik dari orangtua dan anak. Sesuaikan cara komunikasi dengan usia anak. Setiap usia anak  memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda ketika dilatih kemandiriannya. Orangtua harus membedakan cara melatih sesuai dengan usia buah hatinya. “Kemampuan pemahaman mereka juga berbeda-beda. Pada usia balita memang sudah bisa mengerti kalimat perintah, bisa disuruh-suruh, tetapi tentu caranya tidak sama ketika orang tua memerintah anak yang usianya sudah remaja,” jelas Yulia. 

Tak ada salahnya membiasakan anak untuk menentukan pilihan dan orangtua yang mengarahkan. “Kadang ada anak yang lebih suka memilih pakaian sendiri. Biasanya pilihannya hanya itu-itu saja karena dia suka dengan gambar pada baju tersebut. Orangtualah yang mengarahkan kenapa dia harus ganti baju dan sebagainya,” ujar Yulia.

Cara lainnya dengan mengajak anak membereskan mainannya. Ajari mereka untuk menyimpan mainan pada tempatnya. Ini juga mengajarkan anak merawat barang-barang miliknya. Berikan pujian kepada anak setelah dia melakukan tugasnya. “Jangan memarahi anak ketika anak tidak tepat menyimpan mainannya. Sebab dalam melatih kemandirian anak ada proses trial dan error,” ulasnya. **

Berita Terkait