Melanggar Aturan, Polisi pun tetap Harus Dihukum

Melanggar Aturan, Polisi pun tetap Harus Dihukum

  Kamis, 1 December 2016 09:30

Berita Terkait

Dua Anggota Polres Sanggau Diberhentikan

Tak satu pun anggota polisi yang kebal dengan hukum. Jika melanggar aturan, resikonya berhadapan dengan hukum. Itulah pesan dasar yang ingin disampaikan Kapolres Sanggau, AKBP Donny Charles Go ketika memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) 2 anggotanya, Rabu (30/11) kemarin.

DUA bingkai foto milik Brigpol Abang Windra dan Brigpol Haristo, pagi kemarin dibawa oleh 2 anggota polisi dengan didampingi anggota provos Polres Sanggau saat digelar upacara PTDH di halaman Mapolres Sanggau. Kedua anggota yang di PTDH sendiri tidak menghadiri upacara tersebut.

 

Bukan baru kali ini anggota kepolisian diberhentikan tidak dengan hormat. Sebelumnya juga telah terjadi. Tetapi anehnya, masih ada oknum yang dengan sengaja melanggar dan mengabaikan kode etik yang seharusnya dipatuhi setiap anggota kepolisian.

Dengan bergabung di kepolisian, setiap anggota wajib mematuhi aturan yang ada di kepolisian. Jika melanggar, harus siap dengan resikonya termasuk sanksi pemecatan. Penegasan ini disampaikan Donny karena dia tidak ingin ada lagi anggotanya dikemudian hari yang ‘dihadiahi’ PTDH.

 “Ini pelajaran berharga untuk saya dan kita semua selaku anggota polri. Tidak ada polisi yang kebal hukum. Kalau terbukti bersalah ya harus siap menerima sanksi. Komitmen harus tetap dilaksanakan meskipun terkadang pimpinan juga berat memutuskannya,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap anggota polri tidak menghendaki kejadian seperti ini terjadi pada dirinya. Namun, sikap lalai dan kadang merasa jumawa sehingga lupa dengan kewajiban utamanya selaku pelayan masyarakat. “Mari sama-sama kita evaluasi diri. Memang kita bukan malaikat. Makanya kita harus belajar dari kesalahan yang diperbuat,” kata dia.

Sebagai anggota polri sudah terikat dengan peraturan disiplin, kode etik profesi, maupun perundang-undangan lainnya yang wajib ditaati. Tentu saja ada sanksi hukum terhadap setiap anggota polri yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi seperti yang terjadi pada 2 anggota Polres Sanggau.

 “Sepandai-pandainya kita menyimpan keburukan maka pada waktunya akan terungkap juga. Karenanya kita harus jalankan tugas dan pengabdian dengan baik. Perbaiki institusi ini dengan prestasi, berperilaku baik agar selalu mendapat kepercayaan masyarakat,” ujar dia.

Donny menegaskan bahwa dengan PTDH, 2 anggota tersebut sudah tidak lagi mempunyai hak untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas polri. Tidak lagi memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas kepolisian seperti penegak hukum.

“Semoga saja ini yang terakhir kalinya di Polres Sanggau,” harapnya. (*)

Berita Terkait