Medsos = Media Curhat?

Medsos = Media Curhat?

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:22

Berita Terkait

Lajunya perkembangan medsos sedikit banyak memberikan suatu influence bagi kehidupan. Teruntuk anak muda sendiri, sekarang ini siapa sih yang nggak punya facebook, bbm, path, instagram etc. Selain berguna untuk menjalin hubungan sosial dengan orang lain, kini medsos menjelma sebagai media untuk menuliskan unek-unek a.k.a. curhatannya. Nggak semuanya sih, tapi pasti ada dong temanmu yang seperti itu atau malah kamu sendiri yang melakukannya guys?

Every steps that you take have an advantage and disadvantage. Sederhananya sih kalo kamu curhat di medsos pasti ada deh hal baik dan hal buruk yang mengikuti. Kalo hal yang baik sih pastinya bisa menjadi masukan buatmu, tapi buruknya gimana?

“Sebenarnya kita nggak bisa mengatakan kalo curhat di medsos itu baik atau nggak. Ya pasti ada hal baiknya kayak kita jadi meng-explore diri dalam menulis terus kalo ada orang lain yang nanggepin kan bisa jadi input buat diri kita sendiri. Kalo negatifnya, kadang curhat di medsos malah bisa jadi bumerang, memperkeruh masalah jika ada tanggapan yang jelek atau nambah-nambahin gitu. Takutnya saat curhat di medsos, kelemahan diri kita terekspos dan dimanfaatkan oleh orang lain. Sayangnya saat ini banyak hal yang sebenarnya nggak perlu diungkap malah dicurhatin medsos. Makanya kita harus hati-hati kalo mau curhat di medsos,” tutur Armijn Chandra Santosa Besman, salah satu Psikolog di Pontianak.

 Unfortunately, kini banyak orang yang percaya medsos sebagai media curhat. Udah bukan hal aneh lagi jika di timeline facebook, path, line, atau recent update bbm ada yang ngeluarin unek-uneknya. Padahal apa yang dicurhatkan di medsos bakal tetap ada di internet. Secara nggak langsung juga ternyata karakter pribadi si tukang curhat bakal terungkap di medos.

“Mereka yang sering curhat di medsos sebenarnya kurang percaya diri atau memiliki hambatan komunikasi di dunia nyata. Oleh karena itu, mereka memilih medsos sebagai wadah curhat karena nggak perlu menghadapi orang lain secara langsung,” tambah mantan Ketua HIMPSI Kalimantan Barat ini.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Armijn ini, curhat di medsos udah menjadi bagian dari lifestyle beberapa orang. Bahkan jika gadget atau nomor hp-nya rusak bisa bikin orang tersebut stress. Certainly, hal ini nggak boleh banget karena medsos bukanlah suatu kebutuhan primer. Walaupun nggak bisa dipungkiri kalo medsos udah banyak membantu pekerjaan hingga menjadi lahan mencari nafkah. Tapi curhat di medsos sebagai lifestyle itu no way banget guys.

“Yang pasti orang tersebut harus ngubah pola pikirnya kalo medsos bukan kebutuhan karena keinginan untuk berubah kan harus dari dalam diri. Yakinkan diri bahwa medsos bukan media curhat. Intinya sih balik lagi ke pribadi masing-masing, bagaimana sih kita memfilter diri terhadap medsos. Kita nggak bisa menyalahkan medsos, tapi kita yang harus memilah mana yang baik dan buruk,” tutupnya.

We’re totally agree with you, sir. Medsos dapat diumpamakan seperti pisau, jika yang diungkapkan hal baik maka menjadi keuntungan. Tapi jika yang diungkapkan merupakan hal buruk maka medsos bisa menyakiti diri sendiri. (ind)

Berita Terkait