Media Reklame LED Makin Berkembang

Media Reklame LED Makin Berkembang

  Kamis, 18 Agustus 2016 08:55
REKLAME: Stan LED Tronik di acara Kalbar Expo terlihat berbeda dibanding dengan stan lainnya. Di sini pengelola menawarkan pembuatan running text digital, videotron dan produk lainnya. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 

Bisnis periklanan makin berkembang dan kreatif. Pontianak yang menjadi kota jasa dan perdagangan turut menjadikan pajak reklame sebagai sumber pendapatan utamanya. Iklan-iklan pun bermunculan. Kini berkembang media reklame LED.

 

Aristono, Pontianak

STAND LED Tronik Primana Rullyant Hanif tampak menonjol di samping pintu masuk Gedung Pontianak Convention Center saat gelaran Kalbar Expo beberapa hari lalu. Di stan ini terpajang berbagai papan reklame elektronik dari beragam ukuran. Bisnis ini sendiri belum genap setahun dilakoninya. “Kami tertarik untuk berbisnis ini karene melihat perkembangan kota lain, dimana papan-papan reklamenya sudah digital,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Pengerjaan papan reklame digital berjenis running text dan videotron tersebut dilakukan di kantornya, Jalan Paris II, Pontianak. Kendati demikian, dia membeli peralatan dari Tiongkok. Pasalnya di negeri tirai bamboo tersebut, harganya jauh lebih miring dibanding negara lain. Selain itu, pabrikan di sana memberikan garansi usia pemakaian hingga 11 tahun.

LED Tronik sendiri adalah satu dari sedikit pemain di bidang reklame di Pontianak. Bisnis reklame dan advertising dewasa ini memang berkembang lumayan pesat, seiring perkembangan teknologi. Penggunaan media elektronik dengan software canggih ditambah lagi semakin kreatifnya sektor fotografi dan videografi menambah semarak bisnis ini.

Kelesuan ekonomi secara kasat memang  terlihat berimbas di bisnis reklame di Pontianak. Walaupun nyatanya,  berdasarkan keterangan Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak sudah menjadi jenis pajak yang paling tinggi pertumbuhannya. Banyak perusahaan periklanan yang berlomba mencari titik-titik lokasi baru untuk dibangun kontruksi media luar ruang.

Iklan outdoor atau luar ruangan erat kaitannya dengan seni grafis. Berbagai pelaku usaha ini berlomba untuk menghadirkan reklame yang eksklusif dan menarik perhatian masyarakat. Macam-macam kreasi dan ekspresi tertuang dalam reklame-reklame tersebut. Tidak hanya pada tema iklan, tetapi juga medianya pun turut berkembang.

Kini iklan outdoor tidak hanya mengandalkan poster panel, billboard, bando jalan, baliho dan media gambar dua dimensi saja. Banyak layar LED (Light Emitting Diode) atau videotron milik pemerintah di pinggir-pinggir jalan berdiri. Adapula para pelaku usaha yang punya mobil yang tertempel layar LED di bodinya.

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar mengatakan media LED memiliki banyak manfaat. Selain membuat, suasana kota menjadi lebih tertata, para pengiklan pun bisa dengan lebih leluasa menuangkan pesannya kepada para audiens. Video-video kreatif yang biasanya muncul dilayar televisi, bisa di pasang di media ini. “Semua kota besar di dunia sudah memakai LED. Beberapa kota besar di Indonesia juga sudah mulai. Pontianak sendiri sudah mulai banyak, tetapi belum dominan,” ujarnya kepada Pro Binis.

Namun, kata dia, periklanan dengan media LED sulit berkembang di Pontianak dan kota-kota lain di Kalbar. Penyebabnya klasik, yaitu ketersediaan listrik yang kurang. “Sebenarnya banyak yang tertarik untuk terjun ke reklame LED ini. Tetapi kondisi sekarang kan lsitrik kita tidak cukup. Sering padam juga. Jadi agak sulit saat ini,” ungkap dia.

Kelemahan lain dari LED adalah soal efektivitas penyampaian pesan kepada audiens. Iklan LED yang di outdoor, kata dia, tidak akan sampai kepada audiens yang sedang berkendara dengan kecepatan tertentu. Hal ini berbeda dengan billboard atau baliho yang gambarnya tidak bergerak. “Sebenarnya ini tinggal pandai-pandai kita saja. Bagaimana bisa kreatif untuk membuat video yang durasi dan perpindahan framenya pas,” kata dia.

Selain itu, kata dia strategi perlu diterapkan agar calon pengiklan beralih ke reklame LED. Dia menyontohkan soal mobil LED yang bias berpindah-pindah. “Dengan mobil ini, pengiklan bisa menentukan segmen masyarakat mana yang ingin disasar. Mobil itu tinggal parkir di lokasi yang diinginkan pengiklan,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait