Medali Pertama Perempuan Iran

Medali Pertama Perempuan Iran

  Sabtu, 20 Agustus 2016 10:19
Kimia Alizadeh Zenoorin

Berita Terkait

RIO DE JANEIRO -- Sejarah Iran terukir di Rio melalui belia 18 tahun. Kimia Alizadeh Zenoorin mencatat rekor sebagai perempuan pertama dari negeri para mullah (tokoh agama) itu yang meraih medali di ajang Olimpiade. Zenoorin menyabet medali perunggu taekwondo di kelas 57 kilogram.

 
Belia ayu yang bertarung mengenakan jilbab tersebut menumbangkan taekwondoin Swedia Nikita Glasnovic dengan angka mutlak 5-1. Sebelumnya dia juga memenangi pertarungan repechage menghadapi wakil Thailand Phnnapa Harnsujin 14-10. Repechage adalah aturan yang berlaku di pertandingan taekwondo dimana seorang atlet diperbolehkan meneruskan ke pertandingan selanjutnya meski tak lolos kualifikasi. Dengan catatan nilainya hanya berselisih sedikit dengan batas minimal kualifikasi.

''Sebenarnya aku berharap bisa membuat sejarah dengan merebut emas,'' ucap Zenoorin. Namun dia tetap bersukur kepada Tuhan karena dengan perunggu tersebut akan membuka jalan bagi perempuan Iran lainnya untuk mengikuti jejaknya berlaga di level teratas dunia.

Alizadeh kala 8-7 di semifinal menghadapi taekwondoin Spanyol Eva Gomez. Namun kemudian mendapat repechage saat Gomez melaju ke final dan kalai atas Jade Jones (Inggris Raya). Jones, atlet asal Wales tersebut mencatat kemenangan 16-7 dalam pertarungan mempertahankan gelarnya di Olimpiade London 2012 silam.

Zenoorin memenangi Olimpiade Remaja 2014. Tahun lalu dia juga mengemas pulang medali perunggu di kejuaraan dunia. Hebatnya lagi, di laga tersebut dia mengalah sang peraih medali emas Olimpiade Rio, Jade Jones. Dengan sumbangan satu perunggu tersebut kini Iran telah mengumpulkan lima medali.

Prestasi Zenoorin juga menjadi sinyal kuat kepada penguasa di negerinya sendiri dimana hak-hak dasar perempuan masih jauh dari setara dengan laki-laki. Di Iran ada aturan dimana perempuan dilarang menjadi penonton di stadion dimana sebuah ajang olahraga diikuti semuanya laki-laki. Dalam sebuah pertandingan voli di Rio, seorang demonstran membentangkan poster besar bertuliskan “Ijinkan perempuan memasuki stadion mereka!”.(cak)

Berita Terkait