Me and You vs My Parents

Me and You vs My Parents

  Senin, 8 January 2018 10:00

Berita Terkait

NGGAK ada orang tua yang nggak sayang anak. Wajar jika ortu ingin mengetahui semua hal tentang anak, termasuk perkara hubungan asmara. Namun jika orang tua terlalu jauh mencampuri seolah ‘mengambil kendali’ alur hubunganmu dengan doi, gimana tuh, guys? (dee)

It’s Annoying!

Ersy Susanti (@ersysusantiii)

Alumnus SMAN 10 Pontianak

“Aku yakin semua orang tua itu sayang pada anaknya, mereka nggak akan menjerumuskan anaknya pada hal yang keliru atau kesengsaraan. Selagi posisi orang tua ikut campur masih dalam batas wajar, nggak apa-apa.

Tapi kalau sampai porsi ikut campurnya berlebihan sampai kita ngerasa kalau yang jalani hubungan seolah antara ortu dan doi, itu sangat mengganggu. Apalagi sampai ortu ngambil keputusan sendiri tanpa diskusi. Kalau sudah ke tahap mendominasi seperti ini sangat menyebalkan.

Aku sendiri pernah punya pengalaman nggak nyaman dengan kasus seperti ini. Aku selalu kenalin ke ortu siapa orang yang lagi dekat dengan aku. Sepanjang jadian sih belum ada masalah, begitu putus perkara pun tiba.

Doi tahu aku nggak akan gubris semua chat dan teleponnya, alhasil doi rese menghubungi orang rumah dan janjian untuk ketemuan. Aku yang nggak tahu apa-apa spontan kaget waktu lihat tiba-tiba doi nongol padahal aku udah nggak pengin lihat mukanya lagi. Kesel.”

 

It’s Okay! They Love Me So Much

Melinda Zulpitasari (@melinda_zulpitasari)

Fakultas Kehutanan Untan

“Nggak masalah orang tua kepo bahkan ikut campur karena itu tanda sayang. Sebagai anak aku sadar minimnya pengalaman. Ortu pasti lebih tahu baik dan buruknya. Kadang kita mungkin terlalu buta oleh cinta sampai lupa segalanya.

Nah, ortu justru lebih peka dengan hal lain seperti kepribadian doi misalnya. Kalau ortu kenal doi kan pasti bisa nilai doi gimana orangnya, bagus nggak buat kita dan pacarannya juga lebih sehat dan terarah.

Orang tua zaman sekarang juga pasti paham batasan ikut campur, kok. Kalau pacarku ada salah atau tingkah yang nggak menyenangkan pasti ortu tegur aku duluan, nggak langsung nyamperin lalu marah-marah.

Intinya ada pada komunikasi dua arah. Lagian seru kok kalau ortu dekat dengan pasangan kita, kalau ada apa-apa tentang doi mereka pasti mau bantu. Lebih nyaman, daripada pacaran backstreet.”

Berita Terkait