Mayoritas Pemilik Kendaraan Tidak Melengkapi Kunci Ganda

Mayoritas Pemilik Kendaraan Tidak Melengkapi Kunci Ganda

  Selasa, 29 March 2016 09:46
TERJARING: Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto mengambil foto 64 tersangka yang ditahan, kemarin. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kurun waktu tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2016, Polda Kalbar mengungkap 273 pelaku kejahatan, baik tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan maupun tindak kejahatan perjudian.

UNTUK kasus pencurian kendaraan bermotor, Polda Kalbar mengungkap 64 kasus dengan 64 tersangka. Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Pol Arief Sulistyanto, Senin (28/3) siang.

Menurut Arief, kejahatan konvensional seperti pencurian kendaraan bermotor semakin marak seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di masyarakat. Selain itu, lanjut Arief, berdasarkan analisa dan evaluasi, tingginya angka kejahatan curanmor juga dipicu keteledoran pemilik kendaraan. Dari sebagian kasus, pemilik kendaraan tidak melengkapi kunci ganda pada kendaraannya. 

Arief melanjutkan, tak sedikit masyarakat yang sengaja memarkirkan kendaraannya dengan sembarangan. Salah satu contoh, kata Arief, di sebuah pemukiman warga atau indekos. Menurutnya, tak sedikit warga masyarakat memarkirkan kendaraan di teras rumah. Sehingga hal itu akan mancing reaksi pelaku untuk melakukan pencurian. "Yang lebih konyol lagi, banyak yang meninggalkan kunci pada motornya," terangnya.

Dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor ini, satuan kerja wilayah yang terbanyak mengungkap kasus adalah Polresta Pontianak, dengan jumlah kasus 37 kasus dengan 31 tersangka serta 30 barang bukti motor hasil curian. "Saya berharap tidak diberikan hukuman ringan," katanya.

Terkait strategi penyidikan, kata Arief, pihaknya meminta penyidik untuk menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap pelaku dan penadah pencurian kendaraan bermotor. Sedangkan untuk residivis, diharapkan penyidik tidak menyatukan berkas perkara. 

Dalam kesempatan itu, Arief juga membeberkan kasus lain yang menjadi atensi. Diantaranya kasus pencurian dengan kekerasan (jambret) dan perjudian. Untuk kasus pencurian dengan kekerasan, Polda Kalbar bersama jajaran telah berhasil mengungkap setidaknya 47 kasus dengan 60 tersangka. 

Sedangkan untuk perkara perjudian, lanjut Arief, pada minggu lalu, Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti telah menerbitkan tetegram yang isinya upaya untuk melakukan pemberantasan perjudian. 

"Polda Kalbar, sejak bulan Januari 2016, saya telah memerintahkan anggota untuk secara intensif melakukan pemberantasan perjudian dalam bentuk apapun, apakah itu di-backing oleh personil Polri atau yang lain, karena selama ini disinyalir ada pembiaran," beber Arief. 

Dalam pengungkapan perkara perjudian ini, ada berbagai macam bentuk jenis perjudian yang telah diungkap, diantaranya liongfu (kolok-kolok), togel, dan remi bok/domino. 

"Yang paling banyak dilakukan pengungkapan adalah judi jenis liongfu, togel, dan remi. Dengan total 72 perkara dengan 144 orang tersangka, barang bukti uang Rp 85 juta. Saat ini sedang dalam proses, baik di Polda maupun di Polres jajaran," lanjutnya. (arf)

Berita Terkait