Material SIM Sudah Tersedia

Material SIM Sudah Tersedia

  Sabtu, 21 Oktober 2017 10:00
UJIAN SIM: Kegiatan ujian untuk memperoleh surat izin mengemudi di Satlantas Polres Kapuas Hulu. Kini para pembuat SIM sudah bisa mengantongi fisik asli kartu tersebut. RTMC DITLANTAS POLDA KALBAR

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Hampir tiga bulan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Kapuas Hulu berlangsung tanpa material. Para pemohon pun diberi Surat Keterangan (Suket) sementara sebagai pengganti SIM, karena material tersebut masih kosong. Kini material sudah tersedia, dan masyarakat tidak lagi dibekali dengan surat keterangan sementara.

 “Sekarang card SIM kami sudah ada, masyarakat sudah bisa membuat SIM tanpa harus diberi Suket lagi,” kata Iptu Kamto, kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kapuas Hulu, Jumat (19/10) siang di Putussibau.

Kamto mengatakan, kemungkinan hari ini sebanyak 3 ribu card SIM akan tiba di Polres Kapuas Hulu. Maka bagi masyarakat yang membuat SIM sebelumnya diberi Suket, diimbau dia agar segera mengganti Suket tersebut dengan SIM yang asli. “Bagi yang sudah membuat SIM sementara namun hanya Suket, segera ganti dengan SIM asli ke tempat kami. Penggantiannya pun gratis,” ujarnya.

Kamto mengatakan, sejauh ini masyarakat yang memegang Suket saat pembuatan SIM diperkirakan ada sekitar 700 – 800 warga. Dalam sebulan, mereka melayani pembuatan perharinya sekitar 14 pemohon. “Dalam dua bulan kemarin, pembuatan SIM di sini menurun. Biasanya itu satu hari mencapai 25 – 30 pemohon,” tuturnya.

Kamto menilai rendahnya masyarakat membuat SIM ini, bukan dikarenakan kesadaran masyarakat yang masih kurang. Namun ada beberapa faktor, di antaranya, disebutkan dia, dikarenakan rentang jarak masyarakat untuk ke Polres membuat SIM ini terlalu jauh. Akibatnya, tak dipungkiri dia, tak semua masyarakat bisa membuat SIM.

“Karena membuat SIM di Polsek masing-masing itu kan tidak bisa. Belum lagi kami tidak memiliki mobil keliling dalam melakukan pelayanan pembuatan SIM,” katanya.

Permasalahan pelayanan pembuatan SIM dengan mobil keliling ini, kata, Kamto sudah diusulkan. Namun, diakui dia, memang belum bisa terealisasi karena Kor Lantas Polri melihat di Polres Kapuas Hulu ini proses pembuatan SIM masih di bawah jika dibandingkan dengan Polres yang lain.

Sambung Kamto, kepemilikan SIM ini bagi pengendara sangat penting karena sebagai bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Pemilik SIM dipastikan dia, telah dinyatakan sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, terampil menggunakan sepeda motor, dan tahu tata aturan dalam lalu lintas.

“Setiap pengendara wajib memiliki SIM sesuai undang-undang nomer 22 tahun 2009 pasal 77 ayat 1,” jelasnya. (aan)

Berita Terkait