Masyarakat Antusias, Siapkan Uang Elektronik untuk Pembelian BBM

Masyarakat Antusias, Siapkan Uang Elektronik untuk Pembelian BBM

  Minggu, 24 December 2017 12:06

Berita Terkait

WARGA Kota Pontianak semakin antusias menyambut penggunaan uang nontunai di SPBU. Ini terlihat dari animo saat mereka mengikuti Program Sosialisasi Pontianak Go Cashless di Halaman Tugus Khatulistiwa, Pontianak Utara, Minggu, 24 Desember 2017. Bank Kalbar, Bank BNI dan Bank BCA yang turut serta dengan menyediakan stand penjualan uang elektronik habis terjual.

Bank Kalbar hanya menggelar sekitar 15 menit. Semua uang elektronik yang disediakan habis terjual. “Masyarakat makin antusias. Kalau sebelum kegiatan sosialisasi ini paling hanya laku 15 kartu per bulan. Sekarang luar biasa. Hari ini saja ludes semua. Kita bawa 50 kartu, hanya beberapa menit sudah habis,” ujar Ade Indra bagian Electronic Banking Bank Kalbar.

Begitu juga stan Bank Mandiri dan Bank BCA yang ikut serta di kegiatan ini juga dibanjiri pembeli. Pengunjung pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya lebih jauh tentang penggunaan kartu elektronik ini. Warga juga melakukan isi ulang bagi mereka yang sudah memiliki kartu.

Dalam satu bulan ini produk e-money dari Bank Mandiri semakin gencar di sosialisasikan ke masyarakat. Mulai dari Pontianak Go Cashless, promosi ke sekolah, hingga ke media sosial. Dalam satu bulan ini, sekira 5000 kartu e-money terjual. Program Pontianak Go Cashless akan  berlangsung hingga akhir Desember, di setiap akhir pekannya. 

Pontianak Go Cashless ini sudah digelar kali ke lima. Sebelumnya, sosialisasi sudah dilakukan di beberapa lokasi lain. Program sosialisasi Pontianak Go Cashless ini untuk mengenalkan masyarakat bagaimana cara penggunaan uang elektronik. Pontianak menjadi kota pelopor dan percontohan pertama di Indonesia dalam penggunaan SPBU Nontunai. Masyarakat diajarkan bagaimana cara mendapatkan uang elekronik, top up saldo dan  melakukan transaksi.

Sosialisasi Pontianak Go Cashless disampaikan Arwin Nugraha, Sales Executive BBM Pertamina Kalbarteng. Dijelaskannya, program ini efektif berlangsung 1 Januari 2018 mendatang. Transaksi menggunakan uang elektronik dalam pembelian BBM di SPBU seluruh Kota Pontianak merupakan bentuk kerjasama Pemerintah Kota Pontianak, BI Perwakilan Kalbar dan Pertamina.

"Uang elektronik bisa didapat dengan mudah. Menggunakannya juga mudah," jelas Arwin. Empat bank di Indonesia telah menghadirkannya. BCA memberinya nama FLAZZ, BRI dikenal BRIZZI, Mandiri dengan E-MONEY dan  BNI memiliki TAPCASH. Bank-bank lain menjalin kerjasama dengan salah perbankan ini dalam program belanja nontunai.

Mengapa uang elektronik? Sejumlah negara maju telah memanfaatkan teknologi ini. Uang elektronik telah sah sebagai pengganti uang tunai dalam melakukan transaksi pembayaran. Aman karena tidak terjadi pemalsuan. Mudah karena tidak perlu ada uang kembalian lagi. Proses transaksi tentu akan berjalan semakin cepat. Cukup dengan tapping (menempelkan) ke mesin EDC.

Pengguannya tidak ribet. Syarat utama adalah harus memiliki saldo dalam uang elektronik. Pembelian dan top up saldo sangat mudah. Bisa di kantor bank, ATM, SPBU, Indomaret atau Alfamart, internet banking dan mobile banking (aplikasi handphone). Minimal top up Rp1, sedangkan maksimal saldo Rp1.000.000.  Pemilik uang elektronik tidak harus punya rekening di bank.Uang elektronik ini kelak tidak saja digunakan di SPBU tapi juga dapat dipakai untuk pembayaran tol seperti di Jakarta, transportasi umum dan belanja di toko-toko.

Bagaimana kalau uang elektronik hilang sedangkan saldonya masih ada. Apakah bisa diblokir? Uang elektronik sama seperti uang biasa. Ketika uang elektronik hilang, tidak bisa diblokir dan dan tidak bisa ditarik kembali.

Top up atau penambahan saldo sama sekali tidak dikenakan biaya. Juga tidak ada batas akhir pemakaian kartu dan batas akhir pemakaian saldo. Selama setahun kartu tidak dipakai, maka isinya tidak akan berkurang.

Jadilah masyarakat yang cerdas. Masyarakat yang menggunakan uang elektronik dalam melakukan berbagai transaksi.

Dalam kesempatan itu Erwin juga mengajak para ibu-ibu yang hadir untuk berpindah menggunakan Bright Gas 5,5 Kg dari penggunaan tabung gas melon 3 Kg.

Tabung gas yang bewarna pink itu dianggap lebih aman dan lebih nyaman. Tidak terlalu berat sehingga mudah untuk diangkat. Bright Gas juga memiliki ukuran 12 Kg.  Selain mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk ELPIJI Pertamina lain, seluruh tabung Bright gas telah dilengkapi dengan katup pengaman ganda (Double Spindle Valve System) yang membuatnya 2x lebih aman dari kebocoran.(mrd)

Berita Terkait