Masuki Kemarau, Es Krim Kembali Dicari

Masuki Kemarau, Es Krim Kembali Dicari

  Rabu, 10 Agustus 2016 09:41
es pot

Berita Terkait

 
Beragam olahan es krim telah menjadi pilihan usaha di Pontianak. Segarnya es krim menjadi pilihan bagi warga kota untuk sekadar mendinginkan kepala di tengah hari. Tak ayal, keberadaannya terus dicari di musim kemarau.

Miftahul Khair, Pontianak

PELUANG itu masih menjadi target pengusaha yang cukup cerdik mengambil momen di Pontianak. Berbagai ide terlahir untuk menjalankan bisnis eksrim. Ada yang langsung membuat gebrakan dengan membuka sebuah kedai eskrim dan ada juga yang memulainya dari dapur kecil di rumah mereka.

Tantangan lain yang kemudian menyeruak adalah bagaimana menghadirkan jenis es krim yang masih jarang keberadaanya di kota ini. Enda (23) salah satu pengusaha muda yang mampu melihat peluang itu. Bermula dari hobinya untuk membuat cake, ia mengombinasikan cake buatannya dengan es krim.

Dapur kecil di rumahnya menjadi saksi bagaimana sebuah usaha dapat dimulai dari mana saja. Eskrim cake yang mulanya dipromosikan lewat akun sosial media pribadi, berkembang pesat menjadi sebuah produk yang digemari.

Ia memilih es krim cake karena memang belum banyak yang mengenal eskrim ini di Pontianak. Sampai saat ini masih sedikit pengusaha yang mengusung eskrim ini. “Dari awal memang mencari yang masih jarang ada di Pontianak. Alhamdulillah respon masyarakat pun bagus,” ungkap Enda.

Tantangan pertama dari menjual eskrim baginya adalah bagaimana menawarkan jenis eskrim yang masih baru ini ke Pontianak. Peluang sekaligus tantangan ini membutuhkan promosi yang gencar. Beberapa kali ia berusaha masuk ke berbagai pameran kuliner dan pensi.

Leice Es krim ia pilih menjadi nama dari usaha es krimnya. Ia mengakui, walaupun di awal respon masyarakat tinggi, pesanan yang ia terima selalu naik turun. Rekor 100 cup es krim yang habis dalam sehari hingga sulitnya menghabiskan 100 cup es krim dalam seminggu pernah ia rasakan.

Lain lagi es krim Kedai Jenggot milik Alvin Edison. Dari pengalaman dan pemikiran kreatifnya, maka Alvin panggilan akrabnya, mencoba menghadirkan keunikan dari es krimnya. Ternyata, idenya itu mampu menghantarkan warga Pontianak, berbondong merasakan es krim buatannya. Dia menyajikan es krim dengan tampilan seperti pot, lengkap dengan tanamannya.

Bersama adiknya Waren Cris (20), ia memulai usaha es krim dengan tampilan uniknya sejak Mei 2015 lalu. “Dari awal kami selalu ingin melahirkan sesuatu yang unik dan tentunya baru,” ungkap Alvin.

Alvin berdiskusi dengan adiknya untuk menjalankan bisnis baru. Dari perbincangan kedua bersaudara itulah muncul ide berjualan kuliner. Maka lahirlah “Kedai Jenggot”. Mereka lalu memutuskan untuk memilih es krim sebagai produk utama. “Tapi kami tidak mau es krim biasa, kita maunya sajikan sesuatu yang beda,” ungkap Alvin.

Bahan dasarnya tetap es krim. Tetapi divariasikan dengan sesuatu yang beda. Sesuatu yang belum ada. “Kami hadirkanlah Pot Ice Cream, pertama di Pontianak,” jelasnya.

Tampilan penyajian yang unik dari es krimnya mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Terutama anak muda. Keunikannya itu membuat anak muda kota penasaran untuk segera mencicipi es krim satu ini. (*)

Berita Terkait