Masuk SMP Harus Bisa Membaca Alquran

Masuk SMP Harus Bisa Membaca Alquran

  Jumat, 24 June 2016 09:55
HENING: Malam memperingati malam Nuzulul Quran 1437 H yang dilaksanakan di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Rabu (22/6). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pemerintah Kota Singkawang memperingati malam Nuzulul Quran 1437 H 17 Ramadhan di Balairung Kantor Walikota Singkawang, Rabu (22/6). Berbalut pakaian muslim putih, Walikota Singkawang duduk bersama Sekretaris Daerah dan Forkopimda Kota Singkawang. 

Hari Kurniathama, SINGKAWANG

SELURUH jajaran SKPD Pemkot Singkawang berbaur bersama-sama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat Kota Singkawang. Acara diawali dengan shalat Isya’ dan Tarawih berjamaah. Dilanjutkan acara peringatan Nuzulul Quran yang dibuka dengan pembacaan kalam Ilahi, Surah Al Baqarah ayat 185 oleh staf Sekretariat Daerah Kota Singkawang, Abdul Gafur dengan Saritilawah Marsudi, staf Kemenag Kota Singkawang. 

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum umat muslim untuk mensucikan diri kembali. Di bulan suci inilah turun Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Awang Ishak mengajak masyarakatnya untuk menyikapinya dengan meningkatkan kesadaran untuk terus mempedomani Al Quran.

 “Taat kepada Allah SWT dan Rasul-rasul Nya serta taat pada pemimpin merupakan perintah Allah SWT yang tersurat dalam Al Quran,” ujarnya. 

Menurut Awang, kelemahan umat muslim dalam mempedomani Al Quran dikarenakan tidak memahami dan menguasai Bahasa Al Quran yang merupakan Bahasa Arab.

 “Semua kitab-kitab Allah SWT pada Nabi-nabi Nya dan pada zaman-zamannya adalah sebagai petunjuk dari Allah SWT bagi umatNya. Tidak mengerti bahasa Al Quran menjadi kelemahan dalam memahami petunjuk-petunjuk Allah SWT,” terangnya.

Dia mengimbau melalui Dinas Pendidikan agar membuat program Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Arab di sekolah-sekolah serta menerapkan aturan pelajar muslim yang masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus sudah bisa membaca Al Quran.

Al Quran merupakan pondasi kehidupan dan dasar semua ilmu. “Setiap manusia diposisi apapun dan menjabat apapun di muka bumi ini harus berilmu. Untuk kehidupan dunia ada ilmunya, untuk kehidupan akhirat ada ilmunya dan untuk ‎ dan untuk keseimbangan kedua-duanya ada ilmunya, dasar semua itu termuat dalam Al Quran,” jelasnya.

Sebagai pentausiah pada malam itu, Ustadz H. Mulyadi, pimpinan Pondok Pesantren Tafidz Quran Kabupaten Sambas. Ia menjelaskan, Surah Al Baqarah ayat 185 yang dibacakan tadi menyampaikan bahwa disepakati para ulama Al Quran turun di Bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia.

 “Bagaimana kita mendapatkan petunjuk kalau tidak benar-benar mempelajari Al Quran,” jelasnya. Ia mengisahkan bagaimana keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Ibrahim yaitu menjadikannya sebagai imam bagi manusia dan menganugerahkan pada keturunannya kenabian dan penerimaan kitab (wahyu).

 “Demikian juga hadirnya nabi yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW yang membawa petunjuk dari Allah SWT, adalah sebagai wujud dari terkabulnya doa Nabi Ibrahim yang diucapkannya kepada Allah SWT dimana ia meminta agar diutus di tengah-tengah kaumnya seorang rasul dari mereka,” kisahnya.

Tausiah yang ditutupnya dengan pembacaan doa oleh Ustadz Mulyadi mengakhiri acara Peringatan Nuzulul Quran yang khidmat diselenggarakan pada malam itu, yang dilanjutkan dengan silaturahmi makan malam bersama. (*)

Berita Terkait