Masuk ke Lumpur, Sekaligus Tanam Seribu Pohon

Masuk ke Lumpur, Sekaligus Tanam Seribu Pohon

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:39
DI LUMPUR: Ormas Oi usai melaksanakan upacara bendera di pantai desa Pasir. WAHYU IZMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Pengurus Organisasi Masyarakat Orang Indonesia (Oi) Kabupaten Mempawah punya cara unik merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Mereka melaksanakan upacara bendera ditengah lumpur, sekaligus menanam 1.000 pohon mangrove.

Wahyu Ismir, Mempawah

LOKASI upacara di Mempawah Mangrove Park (MMP) Desa Pasir, Rabu (17/8) pagi.

“Kita sengaja menyiapkan kegiatan yang berbeda dari biasanya dalam merayakan hari Kemerdekaan RI ke-71 tahun 2017. Yakni dengan melaksanakan upacara bendara di tepi pantai Desa Pasir yang juga kawasan MMP,” terang Ketua Oi Mempawah, Ade Gunawan.

Selain melaksanakan upacara bendera, sambung Ade, pihaknya juga melakukan penanaman 1000 pohon mangrove di lokasi MMP, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Penanaman itu sebagai bentuk dukungan Oi terhadap pelestarian pantai dari ancaman abrasi.

“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka hari Kemerdekaan RI ke-71 sekaligus juga HUT Ormas Oi ke-17. Kedepan, kami bertekad untuk terus berkontribusi untuk masyarakat dan daerah Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Senada itu, Pengurus Ormas Oi Kabupaten Mempawah, Nanang menambahkan aksi upacara bendera dan penanaman mangrove tersebut buah kerjasama antara Oi dengan Mempawah Mangrove Conservation (MMC). Dalam aksi lingkungan tersebut, MMC menyediakan 1000 pohon mangrove untuk ditanam di tepi pantai Desa Pasir.

“Makanya tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah yang telah memberikan dukungan penuh hingga aksi penyelamatan lingkungan pantai ini bisa dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.

Ditanya alasan memilih aksi penyelamatan lingkungan dalam momentum hari kemerdekaan, Nanang menerangkan, berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi alam dan lingkungan khususnya pesisir pantai di Kabupaten Mempawah. Saat ini, pantai di wilayah itu terancam mengalami kerusakan akibat tingginya tingkat abrasi.

“Mangrove tidak hanya berfungsi mencegah abrasi, melainkan juga mampu menjaga keutuhan biota laut untuk berkembangbiak. Mangrove mampu menjaga kualitas air agar tidak tercemar dan mencegah terjadinya pemanasan global. Bahkan, hutan mangrove dapat memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat,” pendapatnya.

Atas dasar itulah, Nanang berharap tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam semakin membaik.

Peran aktif masyarakat pun menjadi kata kunci agar upaya pelestarian alam melalui pengembangan hutan mangrove dapat terealisasikan di Kabupaten Mempawah.

“Melalui aksi penyelamatan lingkungan pantai ini, kami berharap semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan kelestarian hutan mangrove. Jangan ada lagi aksi-aksi penebangan hutan mangrove atau pun mengrusakan alam di daerah ini,” tegasnya mengakhiri. (*)

Berita Terkait