Masterpiece ‘Manis’ Karya Pixar

Masterpiece ‘Manis’ Karya Pixar

  Kamis, 3 December 2015 10:39

Berita Terkait

Pernah kebayang nggak apa yang ada di dalam kepala ketika kita senang, sedih, marah, dan emosi lainnya? Well, kalo secara ilmiah sih, tubuh kita menghasilkan hormon endorfin ketika senang, atau otak akan memproduksi hormon kortisol ketika stres. Namun bagi sutradara Pete Docter dan Ronnie Del Carmen bekerja sama dengan Disney Pixar, emosi emosi tadi digambarkan menjadi satu kisah apik dalam film “Inside Out”. Mau tahu petualangan Joy, Sadness dan kawan-kawan memperjuangkan kebahagiaan Riley? Make sure you don’t miss a word, folks! By: Fiqrie

“Inside Out” bercerita tentang keseharian anak 11 tahun bernama Riley. Saat Riley lahir, Joy (kebahagiaan) adalah ‘emosi’ pertama yang tercipta di dalam benak Riley yang dinamai The Headquarters (markas besar), diikuti dengan kehadiran ‘emosi’ kedua yaitu Sadness (kesedihan). Beranjak besar, emosi-emosi lain ikut meramaikan Headquarters, seperti Disgust (kejijikan), Fear (ketakutan), dan Anger (amarah). Mereka berlima lah yang mengatur emosi keseharian Riley, sehingga terciptalah bola-bola yang disebut sebagai Memory (ingatan). Dari semua bola, terkadang tercipta bola yang lebih besar dan bercahaya yang disebut Core Memory (ingatan utama).

Masalah muncul ketika Riley sekeluarga harus pindah ke San Fransisco. Pada awalnya, Joy berusaha sekuat tenaga agar Riley tetap merasa bahagia walau harus pindah ke lingkungan baru. Namun tiba-tiba, terjadi kekacauan di Headquarters dimana Sadness mencoba menodai Core Memory. Joy berusaha mencegah aksi Sadness. Cek-cok pun muncul antara Joy dan Sadness, hingga membuat Core Memory jatuh dari tempat asalnya. Saat hendak mengumpulkan Core Memory, Joy dan Sadness beserta seluruh Core Memory malah terhisap keluar dari Headquarters menuju area Long Term Memory (ingatan jangka panjang). Disinilah masalah utama terjadi, dimana Joy dan Sadness harus mencari cara untuk kembali ke Headquarters dan menempatkan kembali Core Memory.

Well, bagi tim X, “Inside Out” adalah salah satu masterpiece terbaru dari Disney Pixar. Bagaimana tidak, film apik ini mendapat rating tinggi di beberapa situs film ternama. Di iMDB, “Inside Out” mendapat rating 8.4 / 10 dan rating 98% di Rotten Tomatoes. Wow! Ditambah lagi, Pete Docter dan Ronnie Del Carmen sukses membawa “Inside Out” meraih gelar Animation of the Year dalam ajang Hollywood Film Awards, dan mendapatkan nominasi di beberapa ajang lainnya seperti Seattle International Film Festival dan Teen Choice Awards. Congrats!

Tim X selalu excited ketika Disney Pixar merilis film animasi terbaru. KarenaDisney selalu ‘pintar’ menyuguhkan kisah-kisah manis di setiap produksinya. Di film “Inside Out”, ada satu touching scene yang menjadi favorit tim X, yaitu di saat Joy terjebak di jurang Memory Dump (tempat pembuangan ingatan). Ditambah dengan background music yang menyentuh, Disney really knows how to make the viewers cry a river.

To be honest, film “Inside Out” ini bisa tim X katakan ‘almost perfect’. Terbukti dengan rating tinggi di beberapa situs film, menduduki puncak box office hanya dalam 3 hari setelah perilisan, dan cerita apik yang ditulis dengan baik oleh sang sutradara itu sendiri. Ada satu pesan menarik yang dapat kita petik dari film ini. It’s okay to cry sometimes, hidup nggak selamanya happy kok. Toh dengan menangis, kita akan merasa lebih lega. Tapi jangan keseringan, entar dibilang cengeng lagi!**

Berita Terkait