Massa Tuntut Proses Hukum

Massa Tuntut Proses Hukum

  Sabtu, 14 January 2017 10:00
PROSES HUKUM: Ratusan massa Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu melakukan orasi di depan Mapolda Kalbar, Jumat (13/1) siang. Mereka menuntut pelaku pengusiran terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang diproses hukum. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Penolakan sekelompok massa terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1) pagi berbuntut panjang. Kemarin, massa yang menamakan diri Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu turun ke jalan. Dalam orasinya, mereka menuntut polisi agar menangkap pelaku penolakan dan pengusiran terhadap Tengku Zulkarnain tersebut.

    Massa bergerak dari Masjid Raya Mujahidin ke Mapolda Kalbar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Tiba di Mapolda Kalbar, massa dipersilakan untuk menyampaikan orasi di Lapangan Bhayangkara. Selanjutnya 20 perwakilan massa diizinkan bertemu Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak di ruang Tri Brata lantai dua Polda Kalbar.

    Pertemuan antara Kapolda Kalbar dan perwakilan massa berjalan tertutup. Hanya beberapa awak media yang diperbolehkan masuk untuk melakukan peliputan. Bahkan perwakilan massa meminta aparat kepolisian untuk melarang sejumlah media tertentu melakukan peliputan.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan para pengunjuk rasa. Di antaranya mendesak Kapolda Kalbar untuk menangkap pelaku pengusiran dan kekerasan terhadap Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain yang akan melakukan tausiah Maulid Nabi SAW di Kabupaten Sintang.

    Menuntut Kapolda Kalbar untuk mengusut dan memproses aktor intelektual terhadap aksi pengusiran dan kekerasan terhadap Tengku Zulkarnain karena dianggap aksi tersebut dilakukan secara terencana.

    Massa juga mendesak Kapolda Kalbar untuk memproses Kapolres Sintang karena dianggap telah melakukan pembiaraan serta mendesak Dirjen Perhubungan Udara atau PT Angkasa Pura II untuk memproses kepala Bandara Susilo Sintang karena telah melakukan pembiaran terhadap sekelompok massa masuk ke objek vital bandara dengan membawa senjata tajam.

    Selain itu, pihaknya juga meminta agar pihak legislatif dan eksekutif melakukan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang bertindak intoleran sehingga mengganggu kenyamanan umat beragama.

    Ditemui usai pertemuan dengan Kapolda Kalbar, Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Kalbar, Habib Muhammad Iskandar Alkadrie mengatakan, pihaknya meminta polisi melakukan tindakan tegas kepada pelaku pengadangan terhadap Wasekjen MUI di Kabupaten Sintang.

    "Kami harap setelah pertemuan ini ada tindakan dan proses hukum yang tegas dari Polda Kalbar bagi pelaku pengadangan Tengku Zulkarnain," katanya.

    Terpisah, Kapolda Kalbar Irjen Pol Musyafak mengatakan, pihaknya akan mempelajari tuntutan massa. Kapolda juga mengungkapkan, dalam insiden tersebut pihak yang paling dirugikan adalah Tengku Zulkarnain. Untuk itu, jika yang bersangkutan merasa dirugikan, maka pihaknya akan langsung melakukan tindakan. 

    "Ini kan yang merasa dirugikan adalah Tengku Zulkarnain. Jika dirugikan atas aksi itu, silakan melapor. Bukan orang lain yang melapor," bebernya.

    Disinggung soal pengamanan Bandara Susilo Sintang, kata Musyafak, Polri bukan sepenuhnya pemegang otoritas di bandara. "Kalau dilihat dari undang undang internasional, otoritas bandara itu meliputi bea cukai, imigrasi. Di sana juga ada security-nya. Nah keberadaan Polri bukan di dalam area bandara, melainkan di luar," jelasnya.

    Menurut Musyafak, aksi pengadangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, oleh sekelompok massa di Bandara Susilo Sintang merupakan kesalahpahaman. 

Sintang Kondusif

Tabligh akbar yang dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain di Sintang, Jumat (13/1) berjalan lancar dan  aman. Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Widodo Iriansyah mengatakan, pelaksanaan acara dapat berjalan lancar berkat toleransi antarumat beragama di Sintang yang tinggi. 

Kegiatan keagamaan memang mestinya dapat berjalan dengan baik. “Kegiatan agama harus kita hormati,” ujarnya. Ia pun berharap, dalam setiap kegiatan keagamaan hendaknya antarumat beragama dapat saling membantu. “Ini yang kita harapkan. Supaya tidak mudah terprovokasi,” kata Danrem. 

Sementara itu, ketika akan bertolak menuju Pontianak, Tengku Zulkarnain,  mengucapkan terima kasih kepada masyarakat  Sintang kendati sempat mengalami insiden penolakan sehari sebelumnya. Ia memaklumi miskomunikasi yang terjadi.  ”Wajar salah paham,” ucapnya. 

Ia  berharap situasi  tetap kondusif sekaligus menyampaikan permohonan maaf bila kedatangannya sempat menyusahkan. Sebelum berangkat menuju Pontianak, Tengku Zulkarnain juga ikut memanjatkan doa agar persatuan dan kesatuan selalu terjaga dalam bingkai UUD 1945 dan Pancasila. 

Sebelumnya, kedatangan Tengku Zulkarnain pada Jumat kemarin di Sintang mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian maupun TNI. Wakapolres Sintang, Komisaris Pulung Weitono, mengatakan sebanyak 450 personel dikerahkan. “Personel tersebar mulai dari Bandara Susilo Sintang, Rumah Jabatan Bupati Sintang dan Masjid Agung An Nur Sintang," ujarnya. 

Ia menyebutkan, polisi dan TNI  melakukan pengamanan dimulai sejak kedatangan Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo hingga kegiatan takbigh akbar selesai.  

Aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan bahwa kondisi keamanan di Sintang kondusif. Masyarakat juga diajak memelihara dan mempertahankan serta menjaga keutuhan Sintang. Aktivitas masyarakat dalam Kota Sintang pun sepenuhnya normal. “Kami sampaikan Sintang aman. Situasi kembali kondusif,” kata Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro, Jumat (13/1) petang di Bandara Susilo.

Ini membuktikan bahwa masyarakat Sintang menjunjung tinggi toleransi. Sementara kejadian penolakan massa sehari sebelumnya terhadap Tengku Zulkarnain disebutnya merupakan akibat salah paham. 

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan hal serupa. Ia menyebut kondisi Sintang kondusif. Jajaran forkorpimda terus berkoordinasi antara satu sama lain. Kekompakan tersebut merupakan upaya menciptakan Sintang yang aman dan damai. Pemerintah menginginkan situasi keamanan terus terjaga.” Kami bersama menjaga keutuhan Sintang,” kata Jarot. (arf/stm)

Berita Terkait