Masih Minim Alat Pertanian

Masih Minim Alat Pertanian

  Senin, 22 February 2016 09:10
COBA PERONTOK: Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus saat mencoba penggunaan alat perontok padi yang dibuat secara manual oleh petani Kecamatan Kuala Mandor B Foto Humas Pemkab

Berita Terkait

KUBU RAYA – Camat Kuala Mandor B, Yansen Sibarani mengatakan hingga saat iniminimnya alat-alat pertanian yang memadai untuk menunjang peningkatan produksi padi di kecamatan itu tidak hanya dialami kelompok Tani Makmur Parit Cahaya Utara namun juga terjadi hampir semua kelompok tani yang ada di Kuala Mandor B.

“Saat ini sebagian masyarakat Kuala Mandor B sudah ada yang mengembangkan berbagai pertanian tanaman pangan baik yang menggunakan manual maupun yang sudah dengan penerapan teknologi. Meski sudah banyak yang berusaha mengembangkan pertanian tanaman pangan, namun karena terbatasnya alat-alat pertanian yang dimiliki membuaut hasilnya belum maksimal,” kata, Yansen Sibarani.  

Sejauh ini masih banyak kelompok tani dan petani di Kuala Mandor B yang menerapakan sistem tanam setahun sekali, padahal jika dikelola dan dilengkapi dengan alat-alat pertanian yang memadai mereka memiliki potensi untuk panen minimal tiga kali dalam setahun.“Sejauh ini para petani di sini masih minim penerapan teknologi pertanian, dikarenakan keterbatasan teknologi dan keterbatasan biaya yang mereka harus keluarkan dalam pengelolaan pertanian mereka mulai dari penyediaan benih, pemupukan hingga ketersediaan irigasi. Padahal sebenarnya mereka sangat berkeinginan untuk bisa menerapkan teknologi pertanian dengan panen tiga kali dalam setahun,” jelasnya

Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani Makmur Parit Cahaya Utara, Subarno menambahkan di hamparan lahan 1000 hektar yang mereka kelola hingga sekarang belum  memiliki irigasi yang memadai. “Karena belum memiliki irigasi yang memadai sawah milik para petani akan berpotensi kebanjiran di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau karena tidak ada irigasi yang dapat mengatur pengairan disetiap sawah milik petani,” ungkapnya.Selain kata Subarno, mesin perontok padi yang mereka miliki cuma ada satu untuk melayani semua kelompok tani yang ada. “Ada mesin perontok padi, namun alat perontok padi itupun dibuat secara manual oleh petani setempat,” terangnya.

Secara terpisah Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus yang sempat melihat langusng kondisi petani di Kecamatan Kuala Mandor B belum lama ini mengaku sangat prihatin dengan kondisi kelompok tani setempat. Disatu sisi semangat petani dalam mengembangkan potensi pertanian cukup tinggi, namun di sisi lain masih banyak kelompok tani yang tidak didukung oleh fasilitas yang memadai.

Disamping keterbatsan peralatan pertanian, petani-petani Kubu Raya juga saat ini tidak memiliki penyuluh pertanian yang cukup. Dimana saat ini hanya ada satu orang penyuluh pertanian untuk satu desa sehingga belum maksimal mendampingi para petani dalam bercocok tanam.“Inilah manfaatnya saya turun ke masyarakat, dengan begini saya tahu keluhan atau kendala apa saja yang masih dirasakan masyarakat termasuk petani di lapangan. Keluhan para petani ini akan menjadi bahan evaluasi kami nanti dengan bupati,” janjinya.

Hermanus menegaskan saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sedang gencar meningkatkan program peningkatan produksi beras di Kubu Raya untuk menunjang swasembada pangan pemerintah.Dikesempatan yang sama, Hermanus juga mengharapkan agar setiap desa dengan kewenangan yang dimilikinya dapat membantu meningkatkan program-program pertanian masyarakat seperti pembangunan jalan usaha tani dan lain-lain yang bisa dianggarkan melalui dana desa. (ash)

Berita Terkait