Masih Banyak Aktivitas Karhutla

Masih Banyak Aktivitas Karhutla

  Sabtu, 20 Agustus 2016 10:51
BAKAR: Asap putih membumbung tinggi terlihat di langit Sanggau akibat kebakaran lahan yang terjadi Kamis pagi kemarin di Sanggau.

Berita Terkait

SANGGAU-Sejauh ini, aktivitas membakar lahan di Kabupaten Sanggau masih terus terjadi. Terbaru Kamis (18/8) pagi yang berada didaerah Pancur Aji. Aktivitas ini sangat menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat bahaya polusi udara akan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

 
Koordinator Manggala Agni Regu Sanggau, Ramli membenarkan adanya aktivitas pembakaran lahan disejumlah tempat di Kota Sanggau dan sekitarnya. Sejauh ini, kasus kebakaran hutan dan lahan juga masih sangat dominan terjadi di Sanggau.

“Kalau yang tadi pagi itu didaerah pancur aji. Lahan yang dibakar sekira 1 hektar dan dijaga oleh masyarakat. Kami sudah turun ke lokasi untuk meninjau langsung,” kata dia saat dikonfirmasi Pontianak Post, kemarin.

Pihaknya terus berupaya menghimbau kepada masyarakat agar tidak lagi membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar karena berdampak langsung terhadap kualitas udara. Selain itu, aktivitas ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kebakaran yang lebih besar jika tidak dikendalikan dengan benar. “Kami mengajak agar masyarakat tidak lagi membakar lahan. Efeknya akan sangat tidak baik bagi kondisi udara di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Pihak Pemadam Kebakaran Pemkab Sanggau mencatat sedikitnya terjadi tujuh kasus kebakaran hutan dan lahan per Agustus 2016. Jumlah ini yang dilaporkan. Sementara yang tidak dilaporkan kemungkinan jumlahnya jauh lebih banyak.

“Kalau yang kami terima laporannya hanya 7 kasus. Tidak tahu kalau yang tidak dilaporkan mungkin lebih banyak,” ungkap Kasubbid Pengendalian Kebakaran pada BLHKPK Sanggau, Bambang Hariyoseno.

Komandan Satgas Pengendalian Karhutla Kabupaten Sanggau Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa menyampaikan untuk penanganan karhutla ini disetiap kecamatan sudah dibentuk tim yang terdiri dari semua unsur. Mereka punya kewajiban untuk penanganan karhutla didaerah masing-masing. “Tim disetiap kecamatan ini saya harap bekerja maksimal untuk penanganan kasus karhutla. Mereka harus lakukan patroli untuk melihat kemungkinan aktivitas pembakaran lahan yang rentan terjadi,” jelasnya.

Ditanya soal potensi karhutla, Putu yang juga Dandim 1204 Sanggau ini mengatakan bahwa potensinya sangat tinggi. Ditambah lagi jumlah hotspot di Sanggau begitu banyak. “Terakhir pantauan satelite jumlah hotspot di Sanggau sebanyak 35. Pernah juga jumlahnya lebih dari itu,” ujar dia.

Karenanya, dia berharap aktivitas membakar hutan dan lahan untuk berladang dapat dihentikan untuk menghindari efek buruk seperti beberapa tahun belakangan yang pernah dirasakan bersama. (sgg)

Berita Terkait