Masih Ada yang Meninggal saat Melahirkan

Masih Ada yang Meninggal saat Melahirkan

  Sabtu, 30 July 2016 10:57
/// SAYANG IBU: Sekretaris Daerah Hilaria Yusnani saat menghadiri penilaian Lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016 yang dilaksanakan di Kecamatan Teluk Batang, Kamis (28/7) lalu. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST///

Berita Terkait

TELUK BATANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara Hilaria Yusnani mengungkapkan masih ada kasus ibu yang meninggal saat melahirkan di kabupaten ini. Bahkan pada tahun ini, hingga Mei lalu, terdata satu kasus terjadi di Kecamatan Teluk Batang.

“Pada tahun 2016 sampai dengan Bulan Mei terdapat 1 orang di Kecamatan Teluk Batang, yaitu di Desa Banyu Abang yang disebabkan terjadinya pendarahan,” aku Sekda saat menghadiri gerakan sayang ibu (GSI) di Kecamatan Teluk Batang, Kamis (28/7) lalu. Meski demikian, angka tersebut, diungkapkan dia sebagai sebuah keberhasilan pemerintah setempat dalam mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Pasalnya, dijelaskan dia, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan setempat angka kematian ibu di Kayong Utara pada 2015 lalu mencapai tiga kasus yang tersebar di Kecamatan Simpang Hilir sebanyak 2 orang dan Kecamatan Teluk Batang, 1 orang. Sedangkan angka kematian bayi di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2015, menurut dia, berjumlah 16  bayi, di mana 4 di antaranya terdapat di Kecamatan Teluk Batang. Angka tersebut, dikatakan dia, mengalami penurunan karena pada 2016 hingga Mei lalu, jumlah kematian bayi di kabupaten ini mencapai sembilan orang, di mana 3 bayi terdapat di Kecamatan Teluk Batang.

Sekda sendiri memandang bahwa GSI pada dasarnya sebagai mobilitas potensi sumber daya yang ada, guna meningkatkan kualitas kehidupan perempuan. Khususnya, sambung dia, pada penurunan angka kematian ibu yang  berkaitan dengan status gizi ibu hamil (anemia gizi ), kesehatan lingkungan, kesadaran hidup sehat, dan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin.

“Mendeteksi secara dini,  mengadakan musyawarah dengan keluarga, memperoleh transportasi dalam rujukan, memperoleh penanganan gawat darurat secara terpadu, merupakan cara untuk menanggulangi resiko kematian ibu hamil,” terang Sekda.

Hilaria sendiri berharap agar Kecamatan Teluk Batang dapat mengharumkan nama kabupaten ini dalam lomba yang diikuti 13 kabupaten yang ada di Kalbar. ”Kabupaten Kayong Utara telah mengikuti lomba kecamatan sayang ibu tingkat Provinsi Kalimantan Barat sejak 2008 sampai dengan sekarang. Dan memperoleh juara tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2015, yang diwakili oleh Kecamatan Teluk Batang  dengan desa binaannya adalah Desa Masbangun. Besar harapan kami semoga apa yang telah dikerjakan selama ini mendapat prestasi terbaik dan lebih meningkat dari prestasi yang pernah diperoleh sebelumnya,” pintanya.

Tim GSI Provinsi Kalbar menyambangi  Kecamatan Teluk Batang, Kamis (28/7) lalu dalam rangka penilaian Lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016, di mana Kecamatan Teluk Batang terpilih menjadi nominator lomba mewakili Kabupaten Kayong Utara. BPMPDPKB setempat, Bagian Kesehateran Sosial, Dinas Kesehatan, dan Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menyambut Tim Penilai Lomba KSI Provinsi di Aula Kantor Camat Teluk Batang.

Ketua Tim Penilai Lomba KSI Provinsi Idil Fiaty pada sambutannya mengatakan hal yang mendasari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, baik itu fasilitasi, administrasi, dan sumber daya manusia yang ada di tingkat kecamatan yang dikemas dalam bentuk Lomba. “Tujuannya adalah untuk pendorong dan simulator bagi pemerintah dan masyarakat, dalam melaksanakan gerakan sayang ibu, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dengan mengurangi angka kematian. Sebagai bahan evaluasi juga sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan dan sekaligus untuk mengetahui hambatan yang terjadi di desa dan kecamatan untuk di carikan upaya atau solusinya,” tutupnya. (dan/Humas)

 

Berita Terkait