Masih Ada Fiesta Lainnya

Masih Ada Fiesta Lainnya

  Senin, 16 May 2016 09:30

Berita Terkait

BARCELONA – Wajah lega dan sukaria pemain Barcelona di Los Carmenes, kandang Granada, Sabtu (14/5) lalu terpotret jelas. Usai mengamankan gelar La Liga ke-24, Barca, nama lain Barcelona, mulai menata konsentrasi untuk tropi selanjutnya musim ini. 

Barca melangkah ke final Copa del Rey dan bakal menantang Sevilla Senin dini hari (23/5) mendatang di Vicente Calderon, Madrid. Dan Barca sepertinya akan sangat ngotot meraih tropi keduanya musim ini. Pasca tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Atletico Madrid musim ini, semua penggawa Blaugrana, julukna Barca, terus menghibur diri. Yakni dengan sesumbar msasih ada La Liga dan Copa del Rey yang bisa diraih. 

Entrenador Barca Luis Enrique seperti diberitakan Daily Mail kemarin (15/5) menyampaikan setelah memenangi titel La Liga semua akan lebih rileks. Termasuk menghadapi Sevilla. “Seandainya kami tidak memenangi liga, kami baru akan melihat kemungkinan yang lain. Namun semua personel tim merasakan konfidensi yang tinggi,” tutur pria berusia 45 tahun itu. 

Namun pertarungan lawan Sevilla di final ini buat Barca tidak akan mudah. Sevilla pasti habis-habisan karena sampai jornada pamungkas atau ke-38, finis di posisi tujuh atau di luar zona Eropa. Dan Sevilla masih punya dua tiket buat bisa main di Eropa musim 2016-2017 mendatang. Pertama adalah memenangi Copa del Rey. Sebagai juara Copa del Rey, maka Sevilla punya hak langsung lolos ke babak grup Europa League 2016-2017. 

Kedua adalah menang di Europa League musim ini. Bertemu Liverpool Kamis (19/5) mendatang di Basel, kalau sampai meraih mahkota maka Sevilla sesuai regulasi UEFA akan punya hak tampil ke Liga Champions. Kepada Marca Enrique mengatakan jika timnya akan berjuang mengamankan dua gelar. Apalagi sepanjang histori Copa del Rey, Barca adalah tim tersukses dengan capaian 27 kali gelar. 

“Saya kira hanya ada tiga tim yang pernah memenangi Copa del Rey secara berurutan. Barca, Atletico (Madrid), dan (Athletico) Bilbao,” kata Enrique. Rekor sebuah klub bisa kampiun di Copa del Rey beruntun dipegang Bilbao. Bilbao pernah menang empat berturut. Yakni periode 1930-1933. Enrique menjamin akan memainkan komposisi terbaiknya untuk meraih tropi keduanya musim ini. Pria asal Gijon itu pun memastikan unit lini depannya, Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar akan siap 100 persen. 

Nah, dalam sewindu terakhir Barca memang merajai La Liga. Dalam delapan edisi La Liga, Barca juara enam kali. Atletico dan Real hanya berkesempatan mencuri juara masing-masing sekali. Atletico musim 2013-2014. Lalu Real musim 2011-2012. “Menang enam musim dari total delapan musim berjalan menunjukkan tim ini punya keinginan menang yang kuat. Dan itu harus diapresiasi karena tak semua tim bisa mencapainya,” tutur Enrique. 

Mantan pelatih Celta Vigo dan AS Roma itu mengakui jika menang musim ini lebih sulit ketimbang musim perdananya lalu. Real yang melakukan pergantian entrenador, dari Rafael Benitez ke Zinedine Zidane, pada 4 Januari lalu memberikan gelombang tekanan yang besar. Belum lagi entrenador Atletico Diego Simeone yang sanggup mengubah mental medioker Gabi dkk menjadi mental pemenang.  Buktinya adalah dua musim terakhir Los Rojiblancos, julukan Atletico, melangkah ke final Liga Champions. 

Sementara itu, entrenador Real Zinedine Zidane seperti diberitakan AS mengakui seandainya Sergio Ramos dkk mengalami kekecewaan yang sangat besar karena gagal menang musim ini. “Barca mengendalikan jalannya kompetisi sejak pertengahan musim dan kami tak bisa mengejarnya. Mereka layak menang La Liga,” ucap bapak empat anak itu. 

Barca konsisten menjadi pemuncak klasemen sejak jornada ke-21. Namun pasca tiga kekalahan beruntun Barca oleh Real (2/4), Real Sociedad (9/4), dan Valencia (17/4), maka jarak keunggulan poin Barca yang sempat 11 angka itu terpangkas total. Dan sampai jornada ke-38, Barca hanya unggul satu poin ketika memenangi La Liga (91-90). (dra)

Berita Terkait