Masih Ada Desa Belum Berlistrik

Masih Ada Desa Belum Berlistrik

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:36
SERAHKAN BENDERA: Bupati menyerahkan bendera untuk dikibarkan pada upcara HUT Kemerdekaan RI ke 71 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya , Rabu 17 Agustus 2016. Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Meski telah berupaya meningkatkan pembangunan daerah, namun Bupati Kubu Raya mengakui hingga saat ini masih terdapat beberapa desa di Kubu Raya yang belum seutuhnya menikamati pembangunan.

“Misalnya saja soal listrik, saya akui hingga sekarang, masih ada sekitar lima desa di Kubu Raya yang belum mendapat aliran listrik. Akibatnya menghambat lancarnya aktivitas masyarakat setempat,” kata Bupati Kubu Raya, Rusman Ali usai menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (17/8).

Persoalan listrik tersebut menurutnya masih menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Raya. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, kata Rusman Ali belum lama ini sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi sejumlah desa di Kubu Raya, namun usulan tersebut masih belum bisa direalisasikan.

“Awalnya saya mengusulkan agar aliran listrik bagi beberapa desa itu bisa direalisasikan pada tahun 2016, namun karena sesuatu dan lain hal kembali ditunda hingga tahun 2017. semoga saja awal tahun 2017 penambahan aliran listrik itu bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan sektor lain seperti infrastrukur, jalan rumah sakit, pendidikan, kesehatan dan sejenisnya saat ini sambung Rusman Ali juga terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Namun lantaran keterbatasan anggaran membuat, pemerintah daerah setempat belum bisa berbuat maksimal. “Pembangunan segala bidang akan terus dilakukan namun karena tahun ini kita defisit membuat setiap target pembangunan dilakukan secara bertahap,” kata Rusman Ali.

Masih besarnya potensi sumber daya alam lokal atau sumber pajak di Kubu Raya membuat Rusman Ali juga mengharapkan dinas terkait bisa melakukan inventarisasi dalam upaya peningkatan pendapatan daerah. “Saya juga mengimbau masyarakat Kubu Raya agar bisa membayar pajak seperti PBB, BPHTB dan sejenisnya tepat pada waktunya. Karena hasil pajak tersebut kata dia akan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk peningkatan pembangunan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Putra yang turut menghadiri Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 mengatakan akan selalu mendukung langkah pihak eksekutif dalam mempercepat pembangunan di Kubu Raya. “Kami akui saat ini keuangan daerah memang terbatas, makanya kami memaklumi jika pemerintah melakukan pembangunan secara bertahap,” kata Bambang.

Meski memaklumi keuangan daerah terbatas, namun menurutnya banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus meningkatkan pembangunan di Kubu Raya. Misalnya dengan merangkul pihak investor di Kubu Raya untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah.

“Setiap perusahaan tentu memiliki program Corporate Social Responsibility. Dengan program itu bisa dimanfaatkan untuk membangun daerah, setidaknya di sekitar desa tempat perusahaan melakuan investasi,” katanya.

Sejauh ini, Bambang menilai sudah cukup banyak perusahaan di Kubu Raya yang menjalankan program CSR nya. Namun masih lemahnya koordinasi dengan pemerintah daerah setempat membuat hasil CSR yang dilakukan terkadang tumpang tindih dan tidak sesuai dengan skala prioritas. “Agar program CSR yang dilakukan tepat sasaran penting bagi pihak perusahaan dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan bahkan meningkatkan koordinasi. Sehingga pihak perusahaan bisa mengetahui pembangunan sektor mana saja yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait