Masa Depan Olimpian Digaransi

Masa Depan Olimpian Digaransi

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
Presiden RI Joko Widodo menerima sejumlah atlet peraih medali dan oficial tim Olimpiade Rio 2016 di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Agustus 2016.

Berita Terkait

Presiden Setujui Yayasan Dana Olahraga

JAKARTA – Olimpian Indonesia yang meraih medali dengan tegas mendapatkan garansi masa depan dari pemerintah. Untuk memuluskan langkah ke depannya, pemerintah sepakat untuk segera merealisasikan yayasan dana olimpiade.

Kepastian ini muncul setelah empat olimpian Indonesia peraih medali di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni di istana kepresidenan. ’’Alhamdulillah, presiden baru saja menyetujui agar dibentuk yayasan dana olahraga,’’ ujar Menpora Imam Nahrawi usai mendampingi para peraih medali olimpiade bertemu Presiden Joko Widodo. 

Yayasan itu akan menggantikan fungsi negara untuk membiayai atlet secara berkesinambungan. Sebab, tidak bisa terus menerus berharap kepada APBN untuk memberikan apresiasi kepada atlet. Sumber dananya bisa berasal dari CSR ataupun sumbangan dari masyarakat. 

Dengan demikian, program yang sudah dirancang sejak saat ini, seperti dana masa depan atlet, tidak sampai berhenti. ’’Presiden minta kepada saya, tolong cari payung hukumnya, diskusikan dengan baik, jangan sampai cita-cita baik ini tidak bisa berjalan,’’ tambahnya.

Di luar itu, pascaolimpiade kali ini, para atlet potensial medali bakal segera boyongan. Tempat latihan mereka akan dipusatkan di Olympic Center di Cibubur, Jakarta Timur. Olympic center tersebut sudah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang dasar, seperti tempat tinggal dan fasilitas kesehatan.

Tempat latihannya juga dirancang lebih baik. Kemenpora bakal segera melengkapi olympic center tersebut dengan sentuhan teknologi. Sehingga, diharapkan kemampuan para atlet bisa makin berkembang. Mereka juga bisa lebih fokus berlatih.

Rombongan konvoi Owi/Butet dimulai tepat pukul 08.00 WIB dari lobi Gedung Kemenpora, Jakarta. Terlihat hadir, Menpora Imam Nahrawi dan Jajarannya, empat atlet peraih medali, Owi/Butet, Eko Yuli Irawan, dan Sri Wahyuni. Selain itu, Nampak pula Gita Wirjawan, ketua umum PP PBSI, Ketua PABBSI Rosan Perkasa Roeslani,  dan CdM Olimpiade, Raja Sapta Oktohari.

Berbeda dengan rute konvoi sebelumnya, kali ini berlangsung dari jalan Sudirman lurus hingga Jalan Thamrin sampai masuk Jalan Medan Merdeka. Di sepanjang jalan yang dilewati, para pengendara, pekerja proyek MRT (Mass Rapid Transit) hingga pegawai kantoran menyaksikan arak-arakan tersebut dengan sesekali mengambil kamera ponsel mereka untuk merekam kejadian langka tersebut.

Setiba di Istana, rombongan langsung disambut oleh Presiden Joko Widodo. dalam kesempatan tersebut, Owi/Butet juga menyerahkan t-shirt badminton berwarna merah dengan nama punggung Jokowi. ’’Saya atas nama rakyat dan pemerintah mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan seluruh atlet di Olimpiade Rio,’’ ujar Jokowi usai pertemuan.

Menurut Jokowi, hasil yang dicapai para atlet merupakan buah kerja keras yang panjang dan perencanaan yang tertata dengan baik. ’’Tadi saya sudah perintahkan kepada Menpora untuk fokus memberikan prioritas pada cabang-cabang olahraga yang sudah kelihatan prestasinya baik,’’ lanjut mantan Wali Kota Solo itu.

Harus ada perencanaan jangka panjang dengan fokus utma cabang-cabang yang berpotensi meraih medali olimpiade dan Asian Games. Dia meyakini, cabang-cabang olahraga lainnya masih berpotensi mendulang medali emas. Sarana prasarana harus diperhatikan, termasuk anggaran untuk kebutuhan tersebut.

Sementara itu, Liliyana Natsir mengungkapkan rasa terima kasihnya atas apresiasi pemerintah dan masyarakat terhadap para atlet. ”Apresiasi pemerintah kali ini luar biasa, jangankan saya, teman-teman wartawan tentu sudah lebih dahulu tahu pasti senang,” terangnya pebulu tangkis asal Manado itu.

Dia menuturkan, secara khusus presiden mengungkapkan kebanggaannya pada para atlet. Presiden, lanjut Butet, berharap di olimpiade Tokyo para Atlet bisa menyumbangkan lebih banyak medali. Butet sendiri berharap ke depan para orang tua tidak ragu untuk melepas anaknya menjadi atlet, khususnya Badminton. Mengingat, perhatian pemerintah sudah sangat besar terhadap cabang olahraga tersebut. 

Sementara itu, bonus tambahan kembali diterima Owi/Butet. Mereka seperti ketiban durian runtuh. Setelah berhasil membawa pulang emas di Olimpiade Rio, pasangan Owi-Butet kembali mendapat kebahagian lain. Management maskapai penerbangan AirAsia memberi tiket gratis seumur hidup untuk mereka berdua.

CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, hadiah tiket gratis ini diberikan pula untuk atlet-atlet lain dari  negara-negara ASEAN yang berhasil memenangkan medali emas pada Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Dia mengaku sangat kagum atas perjuangan mereka selama bertanding.

“Saya sangat kagum dengan penampilan para atlet ini. Seperti Sukanya Srisurat dan Sopita Tanasan dari Thailand, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dari Indonesia, juga Joseph Schooling dan Hoang Xuan Vinh yang berhasil mempersembahkan medali emas Olimpiade pertama bagi Singapura dan Vietnam,” tuturnya.

Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa diambil dari kemenangan mereka. Salah satunya, pembuktian bila sesorang bisa mencapai apapun yang dicitakan selama tetap percaya diri dan berusaha tanpa kenal lelah. Mereka menunjukkan bahwa tidak hanya sekadar mampu bertanding, namun sanggup juga menorehkan pretasi ditingkat dunia. Hal ini sejalan dengan manajemen yang dipimpinnya, yang senantiasa ingin menjadi yang terbaik dengan meneladani yang terbaik.

”Atlet-atlet ini sesungguhnya telah mengajarkan kita semua agar jangan pernah berhenti berusaha menjadi lebih baik. Atas sumbangsih mereka tersebut, setidaknya inilah yang dapat AirAsia persembahkan bagi mereka” papar pria yang memiliki nama lengkap Anthony Francis Fernandes itu.

Dia berharap, pencapaian ini bisa menginspirasi atlet lain di kawasan  ASEAN untuk mengikuti jejak mereka.  Pengusaha asal Malaysia ini pun sudah tak sabar menantikan lebih banyak lagi medali yang berhasil di sabet oleh atlet-atlet ASEAN dalam perhelatan berikutnya.

Selain atlet-atlet peraih medali emas, maskapai berbiaya hemat terbaik dunia ini juga menghadiahkan tiket gratis bagi atlet-atlet dari 10 negara ASEAN yang sukses meraih medali perak dan perunggu. Masing-masing berlaku selama lima dan dua tahun.

Nantinya, seluruh pemenang penerima hadiah ini dapat terbang ke lebih dari 120 destinasi yang berada dalam jaringan penerbangan AirAsia dan AirAsia X di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Afrika. AirAsia sendiri merupakan satu-satunya maskapai yang terbang langsung ke 10 negara ASEAN, termasuk 60 rute unik di kawasan tersebut. (byu/nap/mia)

Berita Terkait